Kediri (tahukediri.id) – Upaya mentransformasi UMKM perdesaan agar mampu bersaing di era digital terus digencarkan. Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Kadiri (Unik) melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) merancang program bertajuk Economic Smart Digital untuk mendampingi pelaku usaha di Desa Toyoresmi, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri.
Berlangsung pada 10 hingga 26 Agustus 2026, program ini memfokuskan pendampingan pada empat UMKM lokal yang selama ini masih dominan mengandalkan metode pemasaran konvensional dari mulut ke mulut maupun penjualan toko fisik.
Solusi Pemasaran Digital Berbasis Kebutuhan Spesifik
Ketua Kelompok KUKERTA Desa Toyoresmi, Nur Cahyono, menjelaskan bahwa program ini diawali dengan tahap survei dan riset kebutuhan promosi pada 14-15 Agustus 2026. Berdasarkan pemetaan tersebut, mahasiswa memberikan strategi pendampingan terintegrasi yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing usaha:
UMKM Keripik Pas Jaya (18 Agustus 2026): Penyerahan banner dan katalog digital, disertai pendampingan teknis secara bertahap dalam pembuatan dan optimalisasi fitur WhatsApp Bisnis.
UMKM GTT / Gudange Tahu Takwa (20 Agustus 2026): Penyerahan desain menu dan katalog visual interaktif, dilanjutkan pendampingan tata kelola media sosial promosi.
UMKM Pondok Ketan 99 (21 Agustus 2026): Penyediaan fasilitas standing menu akrilik fisik serta penyusunan katalog digital sesuai variasi menu.
UMKM Jaya Bagaskara (26 Agustus 2026): Penyerahan brosur, desain materi promosi digital, serta edukasi pembuatan konten promosi untuk produk bakery.
“Sebagian besar UMKM di Toyoresmi merupakan penopang ekonomi warga, namun jangkauan pasarnya masih terbatas karena keterbatasan literasi digital dan sarana pendukung. Lewat ‘Economic Smart Digital’, kami memfasilitasi pembuatan materi promosi profesional sekaligus melatih pemilik usaha agar bisa mengelolanya secara mandiri,” terang Nur Cahyono.
Edukasi Berkelanjutan dan Efisiensi Anggaran
Program kerja berbasis pengabdian ini direalisasikan menggunakan dana hibah kampus sebesar Rp800.000 secara efisien tanpa sisa. Output kegiatan mencakup ketersediaan basis data profil UMKM, dokumentasi foto produk resolusi tinggi, aset konten media sosial, hingga media cetak fisik seperti banner dan standing menu.
Ke depan, kelompok KUKERTA merekomendasikan agar Pemerintah Desa Toyoresmi dapat memfasilitasi pelatihan digital marketing lanjutan secara berkala, termasuk pengembangan kanal penjualan ke ranah marketplace (e-commerce).
Apresiasi Pemerintah Desa Toyoresmi
Kepala Desa Toyoresmi, Gatot Siswanto, menyambut positif hadirnya mahasiswa Universitas Kadiri di wilayahnya. Ia menilai kolaborasi perguruan tinggi dan pemerintah desa menjadi kunci penting dalam mempercepat pembangunan kapasitas warga.
“Dengan adanya KUKERTA di desa kita, kami sangat senang. Ini merupakan salah satu wujud pembangunan SDM di desa yang semakin baik. Membangun desa butuh kolaborasi pemikiran dari semua pihak, salah satunya lewat gagasan para mahasiswa,” tutur Gatot Siswanto. ***

