Kediri (tahukediri.id) – Jemaah Haji Kota Kediri 2026 sudah mulai ambil koper. Proses pengambilan dilakukan di Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Kediri pada Senin (27/4/2026).
Kepala Kantor Kementerian Haji Kota Kediri, Basyarudin, mengatakan totalbkoper yang telah diterima berjumlah 282 buah. Jumlah tersebut sesuai dengan jumlah jemaah haji yang dijadwalkan sebelumnya.
“Koper itu datang pertama 105, tadi pagi 177, berarti 282. Jemaah kita ya, ya pas gitu. Yang meninggal satu, kemudian yang sakit permanen satu, akhirnya ya 281. Yang satunya kayaknya istrinya itu kayaknya mengundurkan diri karena suaminya yang sakit itu. Jadi mengundurkan,” jelasnya.
Lebih lanjut Basyarudin menjelaskan, setiap jemaah mendapatkan beberapa perlengkapan utama, yaitu koper besar untuk bagasi, koper kabin, tas Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina), serta tas kecil untuk menyimpan dokumen penting seperti paspor.
Koper besar nantinya akan dikumpulkan kembali sehari sebelum keberangkatan untuk dikirim lebih dulu ke asrama haji.
“Kalau koper besar itu, koper yang pakaiannya nanti jemaah, ketika tanggal 19 itu sudah dibawa ke Kemenhaj lagi, sehari sebelum keberangkatan tanggal 20, kopernya sudah di kita mengantar ke asrama haji, sebelum jemaah tiba di asrama haji,” terangya.
Basyarudin mengingatkan agar jemaah tidak membawa barang di luar ketentuan, seperti penambahan tas pribadi, membawa rokok, minyak angin, serta sabun cair terlalu banyak termasuk senjata tajam. Barang bawaan harus sesuai aturan maskapai.

Jemaah juga tidak disarankan menitipkan barang kepada orang lain dalam koper, karena berisiko terkena pemeriksaan dan penyitaan.
“Kalau nanti ada hal-hal yang dilarang oleh penerbangan, oleh maskapai, membawa barang-barang itu, nanti yang repot itu bukan jemaah satu, jemaah yang lain juga ikut repot gitu loh. Jadi oleh karena itu memang jemaah harus hati-hati, harus mikir dua kali untuk penambahan barang-barang yang dilarang,” tegasnya.
Setelah pembagian koper, jemaah akan mengambil perlengkapan lain seperti kain ihram, batik, dan mukena di bank tempat pelunasan. Sementara kartu identitas, gelang, dan kartu Nusuk akan dibagikan di asrama haji.
Ketua Kloter Sub 115 Kota Kediri M.S Muhtar menambahkan, setiap koper nanti akan diberi penanda khusus yang akan diikoordinasikan dengan penanda koper.
“Penanda koper itu biasanya dikoordinasi dengan ketua koper. Nanti untuk warnanya sudah di-list untuk rombongan satu merah dan seterusnya,” ujarnya.
Ia juga mengimbau para jemaah untuk selalu menjaga Kartu Nusuk ketika di Tanah Suci nanti. Kartu Nusuk menjadi dokumen penting selama di Arab Saudi.
“Untuk kartu Nusuk jemaah haji Indonesia, karena kartu Nusuk ini memang sangat penting. Jadi, jaga dengan hati-hati, jangan sampai hilang. Karena ke mana-mana kita memasuki tempat ibadah yang ada di sana, tertusuk itu nyawanya istilahnya. Untuk itu dijaga dengan baik untuk jemaah haji, jangan sampai itu,” tegasnya.
Jemaah haji Kota Kediri dijadwalkan masuk asrama haji pada 20 Mei 2026 dan berangkat ke Arab Saudi pada 21 Mei malam.
Dari jumlah 281 jemaah, mayoritas jemaah tahun ini berusia 50–60 tahun, sementara jemaah tertua mencapai 81 tahun dan termuda berusia 26 tahun.
Salah satu calon jemaah asal Banaran, Nurkayatin (55) yang turut mengambil koper hari ini mengaku telah menyiapkan diri secara fisik dan mental.
“Yang penting jaga kesehatan, banyak berdoa, dan bawa barang seperlunya saja,” ujarnya.
Dengan persiapan yang matang, diharapkan seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah haji dengan lancar dan khusyuk. [nik/ang]

