Close Menu
tahukediri.idtahukediri.id
    What's Hot

    319 Atlet Ikuti Kejuaraan Pencak Silat Piala Bupati Kediri 2026

    18 Juli 2026 - 18:54

    Universitas Kadiri Lepas 770 Wisudawan, Targetkan Rintisan Program S3 dan Perluas Jaringan Global

    18 Juli 2026 - 18:49

    Apel Akbar Pramuka di Kediri Libatkan 10 Ribu Peserta, Dorong Generasi Muda Cinta Pertanian

    18 Juli 2026 - 08:50
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.id
    • Beranda
    • News
    • Travel
      • Wisata
      • Kuliner
      • Seni & Budaya
    • Multimedia
      • Foto
      • Video
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Arsip
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.idtahukediri.id
    Home»News»Banjir di Plosoklaten Kediri, Puluhan Hektare Kebun Nanas Rusak, Petani Rugi Rp 500 Juta

    Banjir di Plosoklaten Kediri, Puluhan Hektare Kebun Nanas Rusak, Petani Rugi Rp 500 Juta

    Mohamad EdyMohamad Edy News 31 Januari 2025 - 12:30
    WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Pinterest Email
    Para petani nanas di Trisulo, Plosoklaten, Kediri mengalami kerugian besar akibat tanaman mereka rusak parah tersapu banjir bandang.
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kediri (tahukediri.id) – Puluhan hektare lahan nanas di Dusun Rejomulyo, Desa Trisulo, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, terdampak banjir bandang yang terjadi pada Rabu malam, 29 Januari 2025. Para petani mengalami kerugian besar akibat tanaman mereka rusak parah.

    Salah satu petani yang terdampak, Sukadi (54), mengungkapkan besarnya kerugian yang dialami para petani.

    “Puluhan hektar, Mas,” ujar Sukadi saat ditanya luas lahan yang terdampak banjir.

    Ia memperkirakan total kerugian akibat bencana ini mencapai ratusan juta rupiah.

    “Kurang lebih Rp 500 juta. Ini tanaman nanas,” jelasnya.

    Namun, hingga kini para petani belum melakukan pertemuan untuk membahas solusi atas kejadian ini.

    “Harapannya begitu, Mas, tetapi belum berembuk,” tambahnya.

    Banjir Ketiga Kalinya, Petani Duga Penyebabnya Perubahan Tata Guna Lahan

    Banjir yang melanda kawasan pertanian di Plosoklaten bukan kali pertama terjadi. Sukadi mengatakan bahwa ini merupakan kejadian ketiga yang mereka alami.

    “Ini sudah tiga kali,” ungkapnya.

    Ia menduga penyebab utama banjir adalah perubahan tata guna lahan di kawasan hulu.

    “Insya Allah di Sepawon. Dulu tanaman keras, sekarang diambil alih tanaman tebu dan nanas,” ujarnya.

    Meskipun banyak petani terdampak, hingga kini mereka belum berkomunikasi dengan pihak perkebunan terkait masalah ini.

    “Belum komunikasi,” katanya.

    Selain itu, hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut juga menjadi faktor pemicu utama banjir bandang yang merusak tanaman petani.

    “Hujan deras kemarin. Banyak petani yang terdampak bencana ini,” tambah Sukadi.

    Eskavator dikerahkan untuk memperbaiki tanggul yang rusak akibat tergerus banjir di Trisulo, Plosoklaten, Kabupaten Kediri.

    Jalan Putus, Eskavator Dikerahkan Perbaiki Tanggul

    Banjir yang terjadi di lereng Gunung Kelud itu juga menyebabkan putusnya akses utama yang menghubungkan Desa Wonorejo, Trisulo, dengan Sepawon, Plosoklaten. Pondasi jalan di kelokan sungai tergerus air hingga ambrol.

    Jalan yang terputus memiliki panjang 15 meter, lebar 4 meter, dan tinggi 3 meter.

    Di lokasi kejadian, dua unit eskavator telah dikerahkan untuk memperbaiki tanggul yang rusak akibat tergerus banjir. Proses perbaikan dilakukan di Dusun Kentung, Desa Trisulo.

    Kepala BPBD Kabupaten Kediri, Stefanus Djoko Sukrisno, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan PTPN XII Ngrangkah Sepawon selaku pemilik wilayah terdampak. Saat ini, petugas tengah melakukan penanganan darurat guna meminimalisir dampak lebih lanjut. ***

    Banjir jatim kediri Petani Nanas
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleAksi Demonstrasi di Kota Kediri: Enam Lembaga Tuntut Transparansi Dana Pendidikan
    Next Article Burung Perkutut: Simbol Satria Jawa yang Sarat Makna Filosofis

    Info Lainnya

    Universitas Kadiri Lepas 770 Wisudawan, Targetkan Rintisan Program S3 dan Perluas Jaringan Global

    18 Juli 2026 - 18:49

    Apel Akbar Pramuka di Kediri Libatkan 10 Ribu Peserta, Dorong Generasi Muda Cinta Pertanian

    18 Juli 2026 - 08:50

    Rumah di Purwoasri Kediri Terbakar Saat Pemilik Terlelap, Kerugian Capai Rp250 Juta

    18 Juli 2026 - 08:06

    Tak Sekadar Lulus, Mas Bup Ingatkan Peserta PBK 2026 Harus Mampu Berkarya di Dunia Kerja

    17 Juli 2026 - 22:38

    Labfor Polda Jatim Olah TKP Pembakaran Rumah Janda di Plosoklaten Kediri

    17 Juli 2026 - 22:25

    Kasus Kekerasan Anak Meningkat, Pemkab Kediri Intensifkan Edukasi Anti-Bullying di Sekolah

    16 Juli 2026 - 20:26
    Leave A Reply Cancel Reply

    Info Menarik!

    319 Atlet Ikuti Kejuaraan Pencak Silat Piala Bupati Kediri 2026

    18 Juli 2026 - 18:54

    Universitas Kadiri Lepas 770 Wisudawan, Targetkan Rintisan Program S3 dan Perluas Jaringan Global

    18 Juli 2026 - 18:49

    Apel Akbar Pramuka di Kediri Libatkan 10 Ribu Peserta, Dorong Generasi Muda Cinta Pertanian

    18 Juli 2026 - 08:50

    Rumah di Purwoasri Kediri Terbakar Saat Pemilik Terlelap, Kerugian Capai Rp250 Juta

    18 Juli 2026 - 08:06

    Tak Sekadar Lulus, Mas Bup Ingatkan Peserta PBK 2026 Harus Mampu Berkarya di Dunia Kerja

    17 Juli 2026 - 22:38
    © 2026 TahuKediri.ID | serba tahu soal Kediri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.