Close Menu
tahukediri.idtahukediri.id
    What's Hot

    Dari Jantung Pisang ke Pasar Nasional, Kisah Diah Bangkitkan Lagi UMKM-nya Usai Pandemi

    1 September 2026 - 20:04

    Ratusan Penambang Tradisional Kediri Raya Tuntut Tunggakan Pembayaran Proyek Tol

    1 September 2026 - 19:11

    Rotasi Tiga Kapolsek, Polres Kediri Dorong Energi Baru untuk Tingkatkan Pelayanan Masyarakat

    31 Agustus 2026 - 20:22
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.id
    • Beranda
    • News
    • Travel
      • Wisata
      • Kuliner
      • Seni & Budaya
    • Multimedia
      • Foto
      • Video
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Arsip
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.idtahukediri.id
    Home»News»Banjir di Plosoklaten Kediri, Puluhan Hektare Kebun Nanas Rusak, Petani Rugi Rp 500 Juta

    Banjir di Plosoklaten Kediri, Puluhan Hektare Kebun Nanas Rusak, Petani Rugi Rp 500 Juta

    Mohamad EdyMohamad Edy News 31 Januari 2025 - 12:30
    WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Pinterest Email
    Para petani nanas di Trisulo, Plosoklaten, Kediri mengalami kerugian besar akibat tanaman mereka rusak parah tersapu banjir bandang.
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kediri (tahukediri.id) – Puluhan hektare lahan nanas di Dusun Rejomulyo, Desa Trisulo, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, terdampak banjir bandang yang terjadi pada Rabu malam, 29 Januari 2025. Para petani mengalami kerugian besar akibat tanaman mereka rusak parah.

    Salah satu petani yang terdampak, Sukadi (54), mengungkapkan besarnya kerugian yang dialami para petani.

    “Puluhan hektar, Mas,” ujar Sukadi saat ditanya luas lahan yang terdampak banjir.

    Ia memperkirakan total kerugian akibat bencana ini mencapai ratusan juta rupiah.

    “Kurang lebih Rp 500 juta. Ini tanaman nanas,” jelasnya.

    Namun, hingga kini para petani belum melakukan pertemuan untuk membahas solusi atas kejadian ini.

    “Harapannya begitu, Mas, tetapi belum berembuk,” tambahnya.

    Banjir Ketiga Kalinya, Petani Duga Penyebabnya Perubahan Tata Guna Lahan

    Banjir yang melanda kawasan pertanian di Plosoklaten bukan kali pertama terjadi. Sukadi mengatakan bahwa ini merupakan kejadian ketiga yang mereka alami.

    “Ini sudah tiga kali,” ungkapnya.

    Ia menduga penyebab utama banjir adalah perubahan tata guna lahan di kawasan hulu.

    “Insya Allah di Sepawon. Dulu tanaman keras, sekarang diambil alih tanaman tebu dan nanas,” ujarnya.

    Meskipun banyak petani terdampak, hingga kini mereka belum berkomunikasi dengan pihak perkebunan terkait masalah ini.

    “Belum komunikasi,” katanya.

    Selain itu, hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut juga menjadi faktor pemicu utama banjir bandang yang merusak tanaman petani.

    “Hujan deras kemarin. Banyak petani yang terdampak bencana ini,” tambah Sukadi.

    Eskavator dikerahkan untuk memperbaiki tanggul yang rusak akibat tergerus banjir di Trisulo, Plosoklaten, Kabupaten Kediri.

    Jalan Putus, Eskavator Dikerahkan Perbaiki Tanggul

    Banjir yang terjadi di lereng Gunung Kelud itu juga menyebabkan putusnya akses utama yang menghubungkan Desa Wonorejo, Trisulo, dengan Sepawon, Plosoklaten. Pondasi jalan di kelokan sungai tergerus air hingga ambrol.

    Jalan yang terputus memiliki panjang 15 meter, lebar 4 meter, dan tinggi 3 meter.

    Di lokasi kejadian, dua unit eskavator telah dikerahkan untuk memperbaiki tanggul yang rusak akibat tergerus banjir. Proses perbaikan dilakukan di Dusun Kentung, Desa Trisulo.

    Kepala BPBD Kabupaten Kediri, Stefanus Djoko Sukrisno, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan PTPN XII Ngrangkah Sepawon selaku pemilik wilayah terdampak. Saat ini, petugas tengah melakukan penanganan darurat guna meminimalisir dampak lebih lanjut. ***

    Banjir jatim kediri Petani Nanas
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleAksi Demonstrasi di Kota Kediri: Enam Lembaga Tuntut Transparansi Dana Pendidikan
    Next Article Burung Perkutut: Simbol Satria Jawa yang Sarat Makna Filosofis

    Info Lainnya

    Dari Jantung Pisang ke Pasar Nasional, Kisah Diah Bangkitkan Lagi UMKM-nya Usai Pandemi

    1 September 2026 - 20:04

    Ratusan Penambang Tradisional Kediri Raya Tuntut Tunggakan Pembayaran Proyek Tol

    1 September 2026 - 19:11

    Rotasi Tiga Kapolsek, Polres Kediri Dorong Energi Baru untuk Tingkatkan Pelayanan Masyarakat

    31 Agustus 2026 - 20:22

    Wali Kota Kediri Turun Tangan Dampingi Korban Kekerasan Seksual, Minta Polisi Tegas

    31 Agustus 2026 - 20:18

    Waspada Penipuan Investasi Bodong, BRI Nganjuk Ingatkan Warga Jangan Tergiur Imbal Hasil Tinggi Tak Wajar

    31 Agustus 2026 - 13:45

    Dari Konter Sembako Jadi Agen BRILink, Rere Cell Andalan Transaksi Keuangan Warga Ngronggot Nganjuk

    30 Agustus 2026 - 20:02
    Leave A Reply Cancel Reply

    Info Menarik!

    Dari Jantung Pisang ke Pasar Nasional, Kisah Diah Bangkitkan Lagi UMKM-nya Usai Pandemi

    1 September 2026 - 20:04

    Ratusan Penambang Tradisional Kediri Raya Tuntut Tunggakan Pembayaran Proyek Tol

    1 September 2026 - 19:11

    Rotasi Tiga Kapolsek, Polres Kediri Dorong Energi Baru untuk Tingkatkan Pelayanan Masyarakat

    31 Agustus 2026 - 20:22

    Wali Kota Kediri Turun Tangan Dampingi Korban Kekerasan Seksual, Minta Polisi Tegas

    31 Agustus 2026 - 20:18

    7 Atlet, 10 Medali! Ju-Jitsu Kabupaten Kediri Ukir Prestasi di Piala Gubernur Jatim 2026

    31 Agustus 2026 - 13:56
    © 2026 TahuKediri.ID | serba tahu soal Kediri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.