Close Menu
tahukediri.idtahukediri.id
    What's Hot

    319 Atlet Ikuti Kejuaraan Pencak Silat Piala Bupati Kediri 2026

    18 Juli 2026 - 18:54

    Universitas Kadiri Lepas 770 Wisudawan, Targetkan Rintisan Program S3 dan Perluas Jaringan Global

    18 Juli 2026 - 18:49

    Apel Akbar Pramuka di Kediri Libatkan 10 Ribu Peserta, Dorong Generasi Muda Cinta Pertanian

    18 Juli 2026 - 08:50
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.id
    • Beranda
    • News
    • Travel
      • Wisata
      • Kuliner
      • Seni & Budaya
    • Multimedia
      • Foto
      • Video
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Arsip
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.idtahukediri.id
    Home»News»Belajar dari Riwayat Banjir Sungai Kedak, BPBD Kota Kediri Pasang EWS di Bujel

    Belajar dari Riwayat Banjir Sungai Kedak, BPBD Kota Kediri Pasang EWS di Bujel

    Inggar Tania LaurinaInggar Tania Laurina News 31 Januari 2026 - 18:13
    WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Pinterest Email
    Pemerintah Kota Kediri memasang Early Warning System (EWS) banjir di Kelurahan Bujel. [Tania/tahukediri.id]
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kediri (tahukediri.id) – Pemerintah Kota Kediri memasang Early Warning System (EWS) banjir di Kelurahan Bujel sebagai langkah mitigasi berbasis pengalaman dan catatan banjir masa lalu. Alat peringatan dini ini dipasang di kawasan Sungai Kedak, yang selama bertahun-tahun kerap menjadi pemicu genangan hingga banjir di wilayah Ngampel dan Gayam (31/01).

    Kepala Pelaksana BPBD Kota Kediri, Joko Arianto, menjelaskan bahwa EWS berfungsi sebagai sistem pendeteksi dini untuk memberikan informasi cepat kepada masyarakat sebelum banjir terjadi. Alat tersebut dilengkapi pengukur ketinggian air yang akan memberikan peringatan ketika debit sungai melewati batas aman.

    “EWS itu alat pendeteksi dini banjir. Misalnya ketika Sungai Kedak mencapai ketinggian tiga meter ke atas, sistem akan berbunyi dan kami bisa langsung menginformasikan kepada warga melalui speaker bahwa kondisinya sudah masuk status awas,” kata Joko.

    Pemilihan lokasi EWS di Kelurahan Bujel, tepatnya di sisi barat Sungai Kedak, disebut sebagai titik paling strategis. Selain memiliki catatan kejadian banjir berulang, lokasi tersebut juga memungkinkan penyampaian informasi lebih cepat kepada warga yang tinggal di wilayah utara aliran sungai.

    “Kalau di Bujel sudah tinggi, masyarakat di bagian utara sungai bisa lebih dulu bersiap. Jadi tidak menunggu air datang,” ujarnya.

    Tak hanya mengandalkan alarm, EWS Sungai Kedak juga terintegrasi dengan call center BPBD Kota Kediri. Petugas dapat memantau ketinggian air secara real time dari kantor BPBD, lengkap dengan visualisasi melalui kamera CCTV yang terpasang di lokasi.

    “Dari kantor BPBD, kami bisa melihat kondisi sungai, mengetahui ketinggian airnya, bahkan berkomunikasi langsung lewat speaker. Jadi peringatan bisa disampaikan secara cepat dan jelas,” kata Joko.

    Menurutnya, keberadaan EWS menjadi bagian dari upaya menggeser penanganan banjir dari pendekatan reaktif ke preventif. Dengan informasi yang datang lebih awal, masyarakat diharapkan memiliki waktu untuk melakukan antisipasi, mulai dari mengamankan barang hingga bersiap jika diperlukan evakuasi.

    BPBD Kota Kediri menilai pemasangan EWS ini sebagai langkah awal penguatan sistem mitigasi banjir, khususnya di kawasan rawan luapan sungai. Ke depan, evaluasi akan terus dilakukan untuk memastikan alat berfungsi optimal dan benar-benar memberikan manfaat bagi keselamatan warga. [tan/ang]

    Banjir Kediri Berita Kediri jatim Pemkot Kediri
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleDana Desa Kabupaten Kediri Cair Pertengahan Juni, Ini Syarat Penyalurannya
    Next Article Hadiri Tahlil di Ponpes Salafiyyah, Mbak Wali Tegaskan Peran Pesantren dalam Pembangunan Karakter

    Info Lainnya

    319 Atlet Ikuti Kejuaraan Pencak Silat Piala Bupati Kediri 2026

    18 Juli 2026 - 18:54

    Universitas Kadiri Lepas 770 Wisudawan, Targetkan Rintisan Program S3 dan Perluas Jaringan Global

    18 Juli 2026 - 18:49

    Apel Akbar Pramuka di Kediri Libatkan 10 Ribu Peserta, Dorong Generasi Muda Cinta Pertanian

    18 Juli 2026 - 08:50

    Rumah di Purwoasri Kediri Terbakar Saat Pemilik Terlelap, Kerugian Capai Rp250 Juta

    18 Juli 2026 - 08:06

    Tak Sekadar Lulus, Mas Bup Ingatkan Peserta PBK 2026 Harus Mampu Berkarya di Dunia Kerja

    17 Juli 2026 - 22:38

    Labfor Polda Jatim Olah TKP Pembakaran Rumah Janda di Plosoklaten Kediri

    17 Juli 2026 - 22:25
    Leave A Reply Cancel Reply

    Info Menarik!

    319 Atlet Ikuti Kejuaraan Pencak Silat Piala Bupati Kediri 2026

    18 Juli 2026 - 18:54

    Universitas Kadiri Lepas 770 Wisudawan, Targetkan Rintisan Program S3 dan Perluas Jaringan Global

    18 Juli 2026 - 18:49

    Apel Akbar Pramuka di Kediri Libatkan 10 Ribu Peserta, Dorong Generasi Muda Cinta Pertanian

    18 Juli 2026 - 08:50

    Rumah di Purwoasri Kediri Terbakar Saat Pemilik Terlelap, Kerugian Capai Rp250 Juta

    18 Juli 2026 - 08:06

    Tak Sekadar Lulus, Mas Bup Ingatkan Peserta PBK 2026 Harus Mampu Berkarya di Dunia Kerja

    17 Juli 2026 - 22:38
    © 2026 TahuKediri.ID | serba tahu soal Kediri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.