Close Menu
tahukediri.idtahukediri.id
    What's Hot

    Korsleting Listrik Diduga Picu Kebakaran Pabrik Kayu di Pare, Kerugian Rp400 Juta

    15 Agustus 2026 - 00:08

    Dugaan Perusakan Fasilitas Kafe di Pare Diselesaikan Kekeluargaan, Ini Kesepakatannya

    14 Agustus 2026 - 18:32

    BPK Jatim Ungkap Tantangan Bersihkan Vandalisme Cikar Mbah Gleyor: Satu Roda Bisa 3 Jam

    14 Agustus 2026 - 17:55
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.id
    • Beranda
    • News
    • Travel
      • Wisata
      • Kuliner
      • Seni & Budaya
    • Multimedia
      • Foto
      • Video
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Arsip
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.idtahukediri.id
    Home»News»Belasan Warga Geruduk Rumah Terduga Pelaku Arisan Bodong di Kediri, Nilai Kerugian Diduga Capai Miliaran Rupiah

    Belasan Warga Geruduk Rumah Terduga Pelaku Arisan Bodong di Kediri, Nilai Kerugian Diduga Capai Miliaran Rupiah

    Nanik Dwi JayantiNanik Dwi Jayanti News 25 Juni 2026 - 20:25
    WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Pinterest Email
    Belasan warga yang mengaku menjadi korban dugaan arisan dan investasi bodong mendatangi rumah seorang perempuan berinisial YM di Kandat, Kediri. [nanik/tahukediri.id]
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kediri (tahukediri.id) – Belasan warga yang mengaku menjadi korban dugaan arisan dan investasi bodong mendatangi rumah seorang perempuan berinisial YM di Dusun Kartosari, Desa Kandat, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri, Kamis (25/6/2026). Kedatangan mereka bertujuan meminta kejelasan terkait dana yang telah disetorkan kepada YM yang hingga kini belum dikembalikan.

    Para korban berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Kediri dengan latar belakang beragam, mulai dari ibu rumah tangga hingga pelaku usaha. Mereka berharap dapat memperoleh kepastian mengenai pengembalian dana yang nilainya bervariasi, mulai jutaan hingga ratusan juta rupiah.

    Salah satu korban, Sinta, mengaku mulai mengikuti arisan online yang dikelola YM sejak Januari 2026. Ia mengikuti kelompok arisan dengan nominal Rp35 juta, di mana setiap peserta menyetorkan Rp1 juta setiap bulan.

    “Ya banyak (kerugian). Kan ini 35 itu sudah masuk enam bulan, ya sekitar enam juta itu sudah masuk,” ujarnya.

    Menurut Sinta, pada awalnya arisan berjalan normal menggunakan sistem pengundian dan spin wheel. Namun seiring berjalannya waktu, sejumlah peserta mulai mencurigai adanya kejanggalan dalam proses penentuan pemenang.

    “Jadi setiap kali putaran itu yang dapat mesti yang si owner-nya. Kayak jual nama gitu. Jadi pakai nama-nama palsu. Bilangnya dapat, ternyata setelah diselidiki itu owner sendiri,” ungkapnya.

    Kecurigaan serupa juga disampaikan korban lain berinisial G, warga Kecamatan Ringinrejo. Ia menilai terdapat ketidaksesuaian dalam proses pengundian yang dilakukan pengelola.

    “Awalnya kami masih positif thinking. Tapi setelah ada beberapa kejanggalan dan tidak ada bukti transfer kepada pemenang yang diumumkan, akhirnya banyak yang merasa tertipu,” katanya.

    Selain arisan online, sejumlah warga juga mengaku mengalami kerugian dalam skema investasi yang ditawarkan oleh YM. Salah satunya Putri, warga Kecamatan Kandat, yang mengaku telah menyerahkan emas batangan dan uang tunai dengan total nilai sekitar Rp100 juta.

    “Kalau diuangkan mungkin sekitar Rp100 juta. Harapannya ya pengin kembali,” ujarnya.

    Menurut Putri, kerja sama investasi tersebut telah berlangsung hampir dua tahun. Namun dalam beberapa bulan terakhir komunikasi dengan YM mulai sulit dilakukan.

    “Katanya join kerja, tapi belakangan kalau ditanya selalu bilang nanti dulu. Sampai sekarang tidak ada kejelasan,” tuturnya.

    Kepala Dusun Kartosari, Desa Kandat, mengatakan pemerintah desa bersama kepolisian telah berupaya memfasilitasi mediasi antara para korban dan YM. Namun hingga pertemuan berakhir, belum ditemukan kesepakatan yang dapat diterima semua pihak.

    “Untuk mengantisipasi keamanan dan ketertiban lingkungan, Polsek Kandat berkoordinasi dengan Polres Kediri. Yang bersangkutan kemudian dibawa ke Polres untuk pengamanan,” ujarnya.

    Pemerintah desa juga membuka ruang bagi warga lain yang merasa menjadi korban untuk melapor melalui pemerintah desa maupun langsung ke pihak kepolisian.

    Sementara itu, Kapolsek Kandat IPTU Abdul Aziz membenarkan adanya sejumlah warga yang mendatangi rumah YM untuk meminta kejelasan terkait dana yang telah disetorkan.

    Menurutnya, hingga saat ini belum ada laporan resmi yang masuk ke Polsek Kandat. Namun karena para pihak berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Kediri, penanganan lebih lanjut diarahkan ke Polres Kediri.

    “Untuk sementara di Polsek belum ada laporan resmi. Karena para peserta berasal dari beberapa wilayah di Kabupaten Kediri, maka penanganan dikoordinasikan dengan Polres Kediri,” jelasnya.

    Ia menambahkan, YM saat ini telah dibawa ke Polres Kediri untuk pengamanan dan pendalaman informasi.

    “Yang pertama tetap diutamakan penyelesaian secara kekeluargaan. Namun apabila tidak ditemukan titik temu dan ada laporan resmi dari korban disertai bukti-bukti yang cukup, tentu akan ada langkah hukum sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas Abdul Aziz.

    Hingga berita ini ditulis, jumlah pasti korban maupun total kerugian masih dalam proses pendataan. Sejumlah korban memperkirakan nilai kerugian keseluruhan dapat mencapai miliaran rupiah karena melibatkan peserta arisan, investor, hingga pemberi pinjaman pribadi dari berbagai wilayah di Kabupaten Kediri.

    Pihak kepolisian mengimbau masyarakat yang merasa dirugikan untuk segera melapor dengan membawa bukti pendukung agar proses pendataan dan penanganan dapat dilakukan secara maksimal.

    Artikel ini telah disusun dengan memperhatikan prinsip cover both sides, asas praduga tak bersalah, serta menghindari penyebutan identitas lengkap terduga karena proses hukum masih berlangsung. [nik/ang]

    Arisan Bodong Kediri Berita Kediri Polres Kediri
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleBatu Cinta, Hutan Eksotis di Lereng Kelud yang Dijuluki Djawatan Kediri dan Viral di Media Sosial
    Next Article Harga Sayuran Anjlok di Kediri, Petani Mengaku Merugi Akibat Pasokan Melimpah dan Daya Beli Melemah

    Info Lainnya

    Korsleting Listrik Diduga Picu Kebakaran Pabrik Kayu di Pare, Kerugian Rp400 Juta

    15 Agustus 2026 - 00:08

    Dugaan Perusakan Fasilitas Kafe di Pare Diselesaikan Kekeluargaan, Ini Kesepakatannya

    14 Agustus 2026 - 18:32

    BPK Jatim Ungkap Tantangan Bersihkan Vandalisme Cikar Mbah Gleyor: Satu Roda Bisa 3 Jam

    14 Agustus 2026 - 17:55

    Dengarkan Pidato Kenegaraan, Wali Kota Kediri Serukan Persatuan dan Gotong Royong

    14 Agustus 2026 - 17:49

    Kukuhkan Paskibraka 2026, Mas Dhito Soroti Bullying hingga Pernikahan Dini di Kalangan Pelajar

    14 Agustus 2026 - 07:28

    Kukuhkan Paskibraka, Mas Dhito : Jadilah Contoh dan Jaga Ideologi Pancasila

    14 Agustus 2026 - 07:21
    Leave A Reply Cancel Reply

    Info Menarik!

    Korsleting Listrik Diduga Picu Kebakaran Pabrik Kayu di Pare, Kerugian Rp400 Juta

    15 Agustus 2026 - 00:08

    Dugaan Perusakan Fasilitas Kafe di Pare Diselesaikan Kekeluargaan, Ini Kesepakatannya

    14 Agustus 2026 - 18:32

    BPK Jatim Ungkap Tantangan Bersihkan Vandalisme Cikar Mbah Gleyor: Satu Roda Bisa 3 Jam

    14 Agustus 2026 - 17:55

    Dengarkan Pidato Kenegaraan, Wali Kota Kediri Serukan Persatuan dan Gotong Royong

    14 Agustus 2026 - 17:49

    Kukuhkan Paskibraka 2026, Mas Dhito Soroti Bullying hingga Pernikahan Dini di Kalangan Pelajar

    14 Agustus 2026 - 07:28
    © 2026 TahuKediri.ID | serba tahu soal Kediri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.