Close Menu
tahukediri.idtahukediri.id
    What's Hot

    Harga Sayuran Anjlok di Kediri, Petani Mengaku Merugi Akibat Pasokan Melimpah dan Daya Beli Melemah

    25 Juni 2026 - 20:34

    Belasan Warga Geruduk Rumah Terduga Pelaku Arisan Bodong di Kediri, Nilai Kerugian Diduga Capai Miliaran Rupiah

    25 Juni 2026 - 20:25

    Batu Cinta, Hutan Eksotis di Lereng Kelud yang Dijuluki Djawatan Kediri dan Viral di Media Sosial

    24 Juni 2026 - 22:20
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.id
    • Beranda
    • News
    • Travel
      • Wisata
      • Kuliner
      • Seni & Budaya
    • Multimedia
      • Foto
      • Video
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Arsip
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.idtahukediri.id
    Home»News»Harga Sayuran Anjlok di Kediri, Petani Mengaku Merugi Akibat Pasokan Melimpah dan Daya Beli Melemah

    Harga Sayuran Anjlok di Kediri, Petani Mengaku Merugi Akibat Pasokan Melimpah dan Daya Beli Melemah

    Nanik Dwi JayantiNanik Dwi Jayanti News 25 Juni 2026 - 20:34
    WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Pinterest Email
    Petani sayuran di Kabupaten Kediri tengah menghadapi masa sulit. Harga berbagai komoditas hortikultura anjlok. [nanik/tahukediri.id]
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kediri (tahukediri.id) – Petani sayuran di Kabupaten Kediri tengah menghadapi masa sulit. Harga berbagai komoditas hortikultura anjlok dalam beberapa pekan terakhir akibat melimpahnya pasokan di tengah melemahnya daya beli masyarakat. Kondisi ini membuat banyak petani terpaksa menjual hasil panen dengan harga rendah demi menghindari kerugian yang lebih besar akibat sayuran membusuk.

    Keluhan tersebut disampaikan Sintirina Ofi (35), petani sekaligus pemasok hasil pertanian asal Desa Bedug, Kecamatan Ngadiluwih. Saat ditemui dalam kegiatan Operasi Pasar Murah yang digelar Pemerintah Kabupaten Kediri, Rabu (24/6/2026), ia mengaku hampir seluruh komoditas sayuran mengalami penurunan harga yang cukup tajam.

    “Kalau dari petani mungkin hari ini yang sayur-sayur ini merugi semua, hancur semua. Enggak laku, bahkan sawi di rumah enggak laku,” ujarnya.

    Menurut Ofi, kondisi pasar saat ini membuat petani berada dalam posisi sulit. Harga berbagai komoditas seperti buncis, kacang panjang, hingga timun hanya berkisar Rp3.000 per kilogram di tingkat petani. Sementara berbagai jenis sayuran daun dijual dengan harga sekitar Rp2.000 per ikat.

    Penurunan harga paling drastis terjadi pada komoditas selada. Jika sebelumnya sempat dihargai hingga Rp25.000 per ikat, kini nilainya merosot tajam menjadi sekitar Rp5.000 per ikat atau turun hingga 80 persen.

    “Harganya turun semua untuk sayur. Yang naik hanya bawang putih, mungkin karena efek dari impor itu ya. Kan soalnya kalau bawang putih harus impor,” kata Ofi.

    Meski kondisi pasar sedang lesu, Ofi mengaku kegiatan pasar murah yang difasilitasi pemerintah cukup membantu petani dalam memasarkan hasil panen. Ramainya pengunjung membuat produk pertanian lebih cepat terserap dibandingkan hari-hari biasa.

    “Karena memang ada event seperti itu ramai ya. Pengunjungnya banyak disediakan dari dinas. Kalau untuk hari biasa kan kita nunggu pembeli datang, enggak ada undangan seperti itu,” ungkapnya.

    Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kediri, Tutik Purwaningsih, menjelaskan bahwa fluktuasi harga komoditas hortikultura sangat dipengaruhi oleh keseimbangan pasokan dan permintaan di pasar.

    Menurutnya, beberapa komoditas yang didatangkan dari luar daerah seperti Kasembon dan Malang memang mengalami kenaikan harga karena faktor distribusi dan biaya transportasi. Namun untuk sebagian besar sayuran yang diproduksi lokal, harga justru mengalami penurunan akibat stok yang melimpah.

    “Kalau di beberapa tempat yang tidak diproduksi di Kabupaten Kediri, misalkan ngambil dari Kasembon atau Malang, memang ada kenaikan karena mungkin biaya transport juga. Tapi di beberapa tempat justru malah turun. Nah, turunnya mungkin daya belinya masyarakat kurang sehingga produknya melimpah,” jelas Tutik.

    Ia menambahkan, karakteristik produk hortikultura yang mudah rusak membuat petani sering kali tidak memiliki banyak pilihan ketika harga pasar sedang rendah.

    “Kalau sayur itu kan enggak tahan lama. Makanya begitu ada negosiasi harga enggak deal ya sudah jual murah saja daripada rusak,” tambahnya.

    Berdasarkan hasil pemantauan Disdagperin Kabupaten Kediri, terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga meski tidak signifikan. Namun secara umum, harga sayuran di wilayah Kabupaten Kediri masih cenderung stabil dengan tren penurunan pada sejumlah komoditas tertentu.

    Kondisi tersebut menjadi tantangan serius bagi petani hortikultura yang sangat bergantung pada stabilitas harga pasar untuk menjaga keberlanjutan usaha tani mereka. Ketika harga jual berada di bawah biaya produksi, keuntungan petani otomatis tergerus bahkan berpotensi menimbulkan kerugian.

    Karena itu, Tutik berharap daya beli masyarakat dapat kembali meningkat sehingga penyerapan hasil panen petani menjadi lebih optimal. Dengan meningkatnya permintaan, harga di tingkat petani diharapkan dapat kembali membaik.

    “Mudah-mudahan kondisi pasar segera membaik, daya beli bagus sehingga terserapannya semakin banyak. Dengan serapan banyak, harga biasanya juga terkatrol naik. Meskipun jangan naik sekali, minimal dari BEP sudah terlampaui,” tandasnya.

    Fenomena anjloknya harga hortikultura ini menjadi pengingat bahwa sektor pertanian tidak hanya bergantung pada keberhasilan produksi, tetapi juga pada kekuatan pasar dalam menyerap hasil panen. Di tengah melimpahnya hasil pertanian, tantangan terbesar petani saat ini justru memastikan produk mereka memiliki nilai jual yang mampu menutup biaya produksi dan menjaga keberlanjutan usaha tani. [nik/ang]

    Berita Kediri Harga Sayur Kediri Petani Sayur Kediri
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleBelasan Warga Geruduk Rumah Terduga Pelaku Arisan Bodong di Kediri, Nilai Kerugian Diduga Capai Miliaran Rupiah

    Info Lainnya

    Belasan Warga Geruduk Rumah Terduga Pelaku Arisan Bodong di Kediri, Nilai Kerugian Diduga Capai Miliaran Rupiah

    25 Juni 2026 - 20:25

    Batu Cinta, Hutan Eksotis di Lereng Kelud yang Dijuluki Djawatan Kediri dan Viral di Media Sosial

    24 Juni 2026 - 22:20

    Harga Sayuran Anjlok, Petani Kediri Mengeluh Merugi Akibat Pasokan Melimpah dan Daya Beli Melemah

    24 Juni 2026 - 22:11

    Operasi Pasar Murah di Ngadiluwih Diserbu Warga, Disdagperin Pastikan Harga Pangan Kabupaten Kediri Masih Stabil

    24 Juni 2026 - 22:04

    Kecelakaan Beruntun di Purwoasri Kediri, Sopir Truk Mitsubishi Meninggal di TKP

    24 Juni 2026 - 21:58

    Mas Dhito Ungkap Penyebab SiLPA Rp385,3 Miliar di APBD Kediri 2025

    23 Juni 2026 - 19:21
    Leave A Reply Cancel Reply

    Info Menarik!

    Harga Sayuran Anjlok di Kediri, Petani Mengaku Merugi Akibat Pasokan Melimpah dan Daya Beli Melemah

    25 Juni 2026 - 20:34

    Belasan Warga Geruduk Rumah Terduga Pelaku Arisan Bodong di Kediri, Nilai Kerugian Diduga Capai Miliaran Rupiah

    25 Juni 2026 - 20:25

    Batu Cinta, Hutan Eksotis di Lereng Kelud yang Dijuluki Djawatan Kediri dan Viral di Media Sosial

    24 Juni 2026 - 22:20

    Harga Sayuran Anjlok, Petani Kediri Mengeluh Merugi Akibat Pasokan Melimpah dan Daya Beli Melemah

    24 Juni 2026 - 22:11

    Operasi Pasar Murah di Ngadiluwih Diserbu Warga, Disdagperin Pastikan Harga Pangan Kabupaten Kediri Masih Stabil

    24 Juni 2026 - 22:04
    © 2026 TahuKediri.ID | serba tahu soal Kediri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.