Close Menu
tahukediri.idtahukediri.id
    What's Hot

    319 Atlet Ikuti Kejuaraan Pencak Silat Piala Bupati Kediri 2026

    18 Juli 2026 - 18:54

    Universitas Kadiri Lepas 770 Wisudawan, Targetkan Rintisan Program S3 dan Perluas Jaringan Global

    18 Juli 2026 - 18:49

    Apel Akbar Pramuka di Kediri Libatkan 10 Ribu Peserta, Dorong Generasi Muda Cinta Pertanian

    18 Juli 2026 - 08:50
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.id
    • Beranda
    • News
    • Travel
      • Wisata
      • Kuliner
      • Seni & Budaya
    • Multimedia
      • Foto
      • Video
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Arsip
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.idtahukediri.id
    Home»News»Cerita di Balik Antrean Digital: Ketika RS Bhayangkara Kediri Menyatu dengan Inovasi Layanan JKN

    Cerita di Balik Antrean Digital: Ketika RS Bhayangkara Kediri Menyatu dengan Inovasi Layanan JKN

    Mohamad EdyMohamad Edy News 7 Juni 2025 - 08:30
    WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Pinterest Email
    Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan, Edwin Aristiawan menyapa peserta JKN di RS Bhayangkara Kediri.
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kediri (tahukediri.id) – Di sudut ruang tunggu poli gigi RS Bhayangkara Kediri, Endarto Kusuma Wardana duduk tenang menunggu giliran. Tak ada wajah tegang atau resah. Pria 57 tahun itu justru tampak santai, menikmati proses berobat yang kini terasa jauh lebih sederhana. Ia bukan pasien pertama, tapi ceritanya menjadi salah satu potret sukses digitalisasi layanan kesehatan yang kini digaungkan BPJS Kesehatan.

    “Sekarang saya bisa ambil antrean dari rumah dan datang sesuai estimasi waktu. Jadi tidak perlu lagi datang pagi-pagi hanya untuk antre. Fitur ini sangat membantu dan memudahkan,” ungkap Endarto.

    Pengalaman itu diamini langsung oleh Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan, Edwin Aristiawan, yang hari itu turun langsung ke RS Bhayangkara Kediri, Rabu (4/6/2025) lalu. Ia menyapa peserta JKN secara langsung, meninjau area pelayanan, dan memastikan sistem antrean online yang terintegrasi dengan Aplikasi Mobile JKN benar-benar berjalan sebagaimana mestinya.

    “Sistem antrean online yang terhubung dengan Mobile JKN dikembangkan untuk mengurangi waktu tunggu dan mencegah penumpukan antrean di rumah sakit. Ini adalah bagian dari komitmen kami menghadirkan pelayanan yang cepat, efisien, dan berbasis teknologi,” ujar Edwin.

    Namun tidak hanya antrean yang menjadi perhatian. Edwin juga mengecek optimalisasi pemanfaatan aplikasi i-Care JKN oleh tenaga medis. Dengan i-Care, dokter cukup memasukkan nomor identitas peserta untuk melihat riwayat kesehatan pasien selama satu tahun terakhir, sebuah inovasi yang mempercepat diagnosa dan meningkatkan ketepatan pengambilan keputusan medis.

    “Dengan i-Care, pelayanan menjadi lebih cepat dan tepat karena dokter bisa langsung mengetahui riwayat kesehatan pasien. Ini penting untuk mendukung pengambilan keputusan medis yang lebih akurat,” tambahnya.

    Lebih jauh, Edwin menekankan bahwa transformasi digital dalam layanan kesehatan sudah bukan lagi wacana masa depan. Dunia yang serba terkoneksi menuntut adaptasi cepat dari semua pihak.

    “Digitalisasi sudah merambah ke semua aspek kehidupan, termasuk kesehatan. Kita harus membangun budaya yang adaptif terhadap perubahan. Siap atau tidak siap, perubahan pasti datang. Maka, mari kita sambut dengan kesiapan dan semangat inovasi,” tegasnya.

    Sebagai bentuk apresiasi atas keseriusan dalam implementasi digitalisasi layanan, BPJS Kesehatan memberikan penghargaan bintang tiga kepada RS Bhayangkara Kediri. Penghargaan itu diserahkan langsung oleh Edwin kepada Kepala Rumah Sakit Bhayangkara, Kombespol drg. Agung Hadi Wijanarko Sp.BM.

    “Kami merasa terhormat menerima penghargaan ini. Ini menjadi bukti nyata dari kerja keras seluruh tim RS Bhayangkara dalam menghadirkan layanan berbasis digital. Kami akan terus berbenah dan meningkatkan kualitas layanan bagi masyarakat,” ujar Agung.

    Transformasi digital di RS Bhayangkara menjadi bagian penting dari strategi nasional BPJS Kesehatan untuk memastikan pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) semakin mudah diakses, merata, dan cepat, mengubah antrean panjang menjadi kemudahan di ujung jari. ***

    Antrean Digital BPJS Kesehatan kediri RS Bhayangkara
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleDKPP Kabupaten Kediri Periksa Daging Kurban Milik Presiden, Gubernur Jatim dan Bupati, Ini Hasilnya
    Next Article Persik Kediri Resmi Lepas Ramiro Fergonzi Usai Cetak 9 Gol di Liga 1

    Info Lainnya

    Universitas Kadiri Lepas 770 Wisudawan, Targetkan Rintisan Program S3 dan Perluas Jaringan Global

    18 Juli 2026 - 18:49

    Apel Akbar Pramuka di Kediri Libatkan 10 Ribu Peserta, Dorong Generasi Muda Cinta Pertanian

    18 Juli 2026 - 08:50

    Rumah di Purwoasri Kediri Terbakar Saat Pemilik Terlelap, Kerugian Capai Rp250 Juta

    18 Juli 2026 - 08:06

    Tak Sekadar Lulus, Mas Bup Ingatkan Peserta PBK 2026 Harus Mampu Berkarya di Dunia Kerja

    17 Juli 2026 - 22:38

    Labfor Polda Jatim Olah TKP Pembakaran Rumah Janda di Plosoklaten Kediri

    17 Juli 2026 - 22:25

    Kasus Kekerasan Anak Meningkat, Pemkab Kediri Intensifkan Edukasi Anti-Bullying di Sekolah

    16 Juli 2026 - 20:26
    Leave A Reply Cancel Reply

    Info Menarik!

    319 Atlet Ikuti Kejuaraan Pencak Silat Piala Bupati Kediri 2026

    18 Juli 2026 - 18:54

    Universitas Kadiri Lepas 770 Wisudawan, Targetkan Rintisan Program S3 dan Perluas Jaringan Global

    18 Juli 2026 - 18:49

    Apel Akbar Pramuka di Kediri Libatkan 10 Ribu Peserta, Dorong Generasi Muda Cinta Pertanian

    18 Juli 2026 - 08:50

    Rumah di Purwoasri Kediri Terbakar Saat Pemilik Terlelap, Kerugian Capai Rp250 Juta

    18 Juli 2026 - 08:06

    Tak Sekadar Lulus, Mas Bup Ingatkan Peserta PBK 2026 Harus Mampu Berkarya di Dunia Kerja

    17 Juli 2026 - 22:38
    © 2026 TahuKediri.ID | serba tahu soal Kediri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.