Kediri (tahukediri.id) – Tim Damkar Kabupaten Kediri kembali berhasil mengevakuasi ular yang masuk ke dalam pemukiman warga. Kali ini seekor ular python berukuran besar yang ditemukan di halaman belakang rumah warga di Dusun Santren Kidul, Desa Cerme, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri, Rabu (21/1/2026) pagi.
Sebelumnya Damkar Kabupaten Kediri mengevakuasi seekor ular kayu sepanjang dua meter yang masuk kerumah warga Dusun Plosorejo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare pada Selasa, (20/1/2026) malam.
Diketahui, ular phython sepanjang kurang lebih tiga meter dengan berat sekitar tujuh kilogram tersebut ditemukan di rumah milik Ibu Masmuah.
Plt Kaleb Untung Satrio Wicaksono menyampaikan, kejadian bermula saat pemilik rumah hendak membenahi pompa air dan mendapati ular berada di sekitar area tersebut.
“Pemilik rumah melihat ular waktu akan membenahi pompa air dan langsung melapor ke petugas damkar,” katanya.
Lebih lanjut Kaleb menjelaskan, menindaklanjuti laporan dari warga bernama Soni, Tim Damkar Pos Grogol langsung bergerak menuju lokasi pada pukul 07.17 WIB dan tiba empat menit kemudian.
“Proses evakuasi dilakukan oleh petugas dengan peralatan standar, berupa sarung tangan pelindung dan tongkat khusus penangkap ular,” jelasnya.
Selama kurang lebih 20 menit, mulai pukul 07.23 hingga 07.45 WIB. Ular python tersebut berhasil diamankan tanpa perlawanan berarti dan dievakuasi sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.
Kaleb menambahkan, bahwa dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun luka, baik ringan maupun berat. Situasi di lokasi pun dapat dikendalikan dengan aman dan kondusif.
“Evakuasi berjalan lancar dan aman. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada serta segera melapor apabila menemukan hewan liar atau berbahaya di lingkungan sekitar,” ujarnya.
Pihaknya mengimbau agar masyarakat tetap waspada, terutama saat musim hujan yang berpotensi membuat hewan liar masuk ke permukiman warga.
“Apabila menemukan hewan berbahaya, diharap tidak bertindak sendiri dan segera hubungi petugas agar penanganan bisa dilakukan secara aman,” pungkasnya. [nik/ang]

