Kediri (tahukediri.id) – Ratusan siswa di Kecamatan Kras diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG), pada Kamis (23/7/2026). Salah satunya di SMPN 1 Kras.
Keluhan yang muncul di antaranya mual, sakit perut, diare hingga pusing. Hingga kini, Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kejadian tersebut.
Kepala SMP Negeri 1 Kras, Soedjito, mengatakan pihak sekolah belum dapat menyimpulkan penyebab pasti keluhan yang dialami para siswa.
“Yang jelas kami masih menunggu pemeriksaan dari Puskesmas nanti hasilnya seperti apa lah itu yang mungkin akan kami tindak lanjuti,” ujarnya, Senin (27/7/2026).
Menurutnya, banyak siswa yang enggan mengambil makanan karena trauma. Namun, masih ada siswa lain yang tetap mengonsumsi menu MBG.
Soedjito menjelaskan, pada Kamis beberapa siswa mulai mengeluhkan mual dan pusing hingga ada yang meminta izin pulang. Kemudian pada Jumat jumlah siswa yang izin tidak masuk sekolah karena sakit bertambah.
“Kami masih menunggu dari pemeriksaan Puskesmas. Apalagi kan ini tadi ada yang bilang baru hari ini, baru kemarin Jumat apa, Minggu kan. Ada kemungkinan kan bukan bisa dari tempat lain,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, Ahmad Khotib, mengatakan laporan mengenai dugaan keracunan baru diterima pada siang hari. Setelah menerima laporan tersebut, tim langsung diterjunkan ke lapangan untuk melakukan investigasi.
“Kami mendapatkan info itu baru siang tadi. Makanya saya memerintahkan tim untuk turun ke lapangan untuk menelusuri kasusnya. Untuk info detail tentu masih di lapangan, belum menyusun laporan. Tapi info sementara itu, habis makan MBG hari Kamis,” ujarnya.
Berdasarkan informasi sementara, gejala mual dan pusing mulai dirasakan sejumlah siswa pada sore hingga malam hari setelah menyantap menu MBG pada Kamis. Laporan siswa yang mengalami keluhan kemudian bertambah pada Jumat.
Data sementara terdapat 201 siswa yang diduga mengalami keracunan. Selain di SMP Negeri 1 Kras, sekolah MI disebut juga mengalami dugaan kasus serupa.
“Karena siang tadi baru kami dapat laporan. Sementara sih ada SMP Negeri 1 Kras sama MI Barokah,” ujarnya.
Dinas Kesehatan saat ini masih melakukan pendataan jumlah siswa yang terdampak, menelusuri kemungkinan adanya siswa yang menjalani perawatan di rumah sakit, serta mengambil langkah pemeriksaan sesuai standar operasional terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menangani.
“Kita akan nanti melakukan sesuai dengan SOP yang ada. Apakah dilakukan sesuai atau lain, nanti kita. SOP-nya begitu, kalau ada kejadian kita minta (SPPG) untuk berhenti sementara,” pungkasnya. [nik/ang]

