Kediri (tahukediri.id) – Sebanyak sekitar 2.000 peserta Palang Merah Remaja (PMR) tingkat Madya dan Wira dari berbagai sekolah di Kabupaten Kediri mengikuti Jumpa Bakti Gembira (Jumbara) PMR Tingkat Madya dan Wira Kabupaten Kediri 2026 yang resmi dibuka pada Selasa (28/7/2026).
Kegiatan yang digelar setiap dua tahun sekali ini menjadi wadah pembinaan generasi muda agar memiliki jiwa kemanusiaan, kepedulian sosial, disiplin, serta semangat kerelawanan sejak dini.
Mewakili Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri Mohamad Solikin menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah terpilih mewakili sekolah masing-masing. Menurutnya, para anggota PMR merupakan generasi muda yang dipersiapkan menjadi pemimpin masa depan sekaligus relawan kemanusiaan.
“Kalianlah nantinya akan menjadi penerus kita semuanya para bapak ibu yang duduk di depan ini saya yakin kalian mempunyai kemampuan kedisiplinan, kemandirian, dan keberanian serta etika moral yang jauh lebih baik serta talenta yang lebih banyak yang bisa menunjukkan cita-cita bangsa kita dan masyarakat kita untuk menuju Indonesia maju,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Solikin juga menyampaikan pesan Bupati Kediri agar seluruh peserta terus menanamkan semangat meraih cita-cita, menjaga kesehatan, serta menjunjung tinggi kekompakan dan sportivitas selama mengikuti Jumbara.
“Ke depan kalian akan menjadi pemimpin masa depan. Mulai dari sekarang tanamkan semangat cita-cita yang kuat untuk masa depan anak-anakku sekalian. Yang kedua jaga kesehatan, jaga kekompakan dan sportivitas untuk mengikuti kegiatan Jumbara kali ini,” ujarnya.

Jumbara PMR Kabupaten Kediri 2026 diikuti oleh 57 kontingen PMR Madya dan 32 kontingen PMR Wira. Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti 12 cabang perlombaan dan edukasi, meliputi pertolongan pertama, dapur umum, kepemimpinan, kesehatan remaja, donor darah sukarela, traveling kepalangmerahan, bakti sosial, hingga permainan persahabatan.
Seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk meningkatkan keterampilan peserta sekaligus membentuk karakter relawan muda yang siap mengabdi kepada masyarakat.
Kepala Markas PMI Kabupaten Kediri, Triatmono Wahyoe Supriadi, menegaskan bahwa tujuan utama Jumbara bukan sekadar mencari pemenang, melainkan menanamkan nilai-nilai kemanusiaan kepada para anggota PMR.
Menurutnya, setelah lulus sekolah, para peserta diharapkan menjadi pendonor darah sukarela maupun relawan kebencanaan yang siap membantu masyarakat ketika dibutuhkan.
“Nanti outputnya endingnya setelah lulus SMA kan donor darah kan minimal 17 tahun. Nah, setelah lulus itu kita harapkan beberapa setidaknya menjadi anggota donor darah sukarela dari adik-adik itu nanti setelah itu juga ada yang bisa menjadi relawan bencana,” jelasnya.
Antusiasme peserta terlihat dari berbagai persiapan yang dilakukan masing-masing sekolah. Salah satunya SMA Negeri 1 Wates yang telah mempersiapkan diri selama kurang lebih tiga bulan untuk mengikuti seluruh cabang perlombaan.
Pendamping PMR SMA Negeri 1 Wates, Rahmawati Maharani, mengatakan Jumbara menjadi kesempatan bagi siswa untuk mengasah kemampuan, memperluas relasi, serta memperoleh pengalaman yang dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Harapannya jadi nanti teman-teman bisa bermanfaat lagi untuk masyarakat di sekitarnya, bisa mengimplementasikan ilmu-ilmunya dengan baik dan berbagi ilmunya kepada adik-adiknya nanti,” ujarnya.
Melalui Jumbara PMR 2026, Pemerintah Kabupaten Kediri bersama PMI berharap semakin banyak generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap sesama, semangat gotong royong, serta kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai tantangan kemanusiaan.
Jumbara PMR Tingkat Madya dan Wira Kabupaten Kediri 2026 dijadwalkan berlangsung hingga 30 Juli 2026 dan diharapkan menjadi fondasi lahirnya relawan-relawan muda yang tangguh, profesional, serta berkarakter untuk mendukung pembangunan masyarakat di masa depan. [nik/ang]

