Kediri (tahukediri.id) – Situs Titian Bupati Kediri Pertama yang berlokasi di Jl. Glinding, Dusun Kandat, Desa Kandat diduga menjadi korban aksi vandalisme pada hari Jumat (31/7/2026). Kereta peninggalan bersejarah tersebut ditemukan digambar menggunakan cat berwarna coklat, hijau, dan putih oleh orang tak dikenal.
Kepala Dusun Kartosari, Desa Kandat Darmawan, mengatakan, peristiwa itu pertama kali diketahui warga pada Jumat pagi. Setelah menerima laporan, perangkat desa bersama warga langsung mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi situs budaya tersebut.
“Tadi kita mendapat laporan dari warga bahwa terjadi aksi vandalisme di salah satu situs peninggalan Desa Kandat yaitu Kereta Mbah Gleor ini, Mas. Terus kita inisiatif untuk ke lokasi dan mengecek kondisinya,” katanya.
Saat dicek, lanjutnya kondisi kereta sudah berubah. Warna kayu asli yang selama ini dipertahankan tertutup cat putih, dipadukan warna cokelat dan coretan gambar bewarna hijau.
Kepala Dusun Kandat Samuji, menambahkan, pelaku aksi vandalisme tersebut diduga merupakan orang dalam gangguan jiwa (ODGJ) alias orang gila (orgil) dan bukan warga setempat. Menurutnya, masyarakat Desa Kandat selama ini selalu menjaga dan merawat peninggalan sejarah tersebut.
“Kemungkinan yang melakukan ODGJ, karena kalau warga sekitar gak mungking melakukannya. Gak ada yang berani, karena tahu sejarahnya,” ujarnya.
Kereta Mbah Gleyor merupakan salah satu peninggalan yang dipercaya berkaitan dengan tokoh pembabat alas Desa Kandat. Kereta tersebut diketahui sudah ada sejak abad ke-18.

Selain itu, kereta yang kini bersebelahan dengan Musala Wakaf Nurul Huda tersebut juga pernah digunakan sebagai alat transportasi Bupati Kediri Pertama pada masa itu.
“Kemungkinan ODGJ. Enggak mungkin, kalau dari warga sekitar, jelas enggak mungkin. Enggak ada yang berani. Soalnya dia apa ya istilahnya kereta ini kan diuri-uri, istilahnya dibener-bener dijaga gitu. Enggak mungkin kalau warga sini. Yang tahu sejarahnya kan warga sini. Enggak mungkin kalau dari warga,” jelasnya.
Selain situs, makam keluarga keturunan Belanda Goerge Soebandi Badal yang tak jauh dari lokasi juga menjadi korban vandalisme.
Atas kejadian tersebut, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri langsung melakukan pendataan kerusakan di lapangan sekaligus berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk proses penyelidikan. Langkah penanganan juga akan dibahas agar kondisi situs dan makam dapat dipulihkan tanpa mengurangi nilai sejarah yang dimiliki.
“Kami laporkan ke pimpinan. Selain itu kami juga koordinasi dengan pihak kepolisian,” kata Staf Bidang Sejarah dan Purbakala, Achmad Khudori.
Sementara itu, Kapolsek Kandat Iptu Abdul Azis mengatakan kasus tersebut telah ditangani pihak kepolisian.
“Kanitreskrim saat ini masih proses penyelidikan, pengecekan cctv, pemeriksaan saksi-saksi dan koordinasi dengan Disparbud,” ujarnya. [nik/ang]

