Kediri (tahukediri.id) – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kediri mulai mempersiapkan berbagai langkah strategis untuk menghadapi arus mudik dan balik menjelang Hari Raya Idulfitri 2026. Persiapan ini dilakukan guna memastikan kelancaran, ketertiban, dan keselamatan lalu lintas bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kediri, Nizam Subekhi melalui Kepala Bidang Pengendalian dan Operasional Dinas Perhubungan Kabupaten Kediri, Surani, mengatakan pihaknya telah melakukan rapat koordinasi internal serta forum FLLAJ kesiapan menghadapi arus mudik Lebaran beberapa waktu lalu.
“Untuk kesiapan di Dishub, ini kita sudah merencanakan kegiatan-kegiatan terkait dengan apa yang akan dilaksanakan oleh Dinas Perhubungan untuk menjelang Hari Raya Idul Fitri ini. Nanti kita tetap mengikuti dari Polres,” uajrnya.
Salah satu kebijakan yang telah dipersiapkan adalah Dishub Kabupaten Kediri telah memetakan sejumlah titik rawan kemacetan yang berpotensi mengalami kepadatan saat arus mudik. Beberapa di antaranya berada di Kandangan, yang merupakan jalur penghubung Kediri–Malang, serta kawasan Mengkreng yang menjadi pertemuan arus kendaraan dari Kabupaten Kediri, Jombang, dan Nganjuk.
Selain itu, titik lain yang menjadi perhatian adalah Papar, Bogo–Plemahan, serta Simpang Branggahan yang kini semakin ramai sejak beroperasinya jalur menuju kawasan selatan.
Untuk mengantisipasi kemacetan, Dishub Kabupaten Kediri telah menyiapkan berbagai sarana pendukung seperti rambu lalu lintas, barikade pengalihan arus, serta perlengkapan pengaturan lalu lintas yang ditempatkan di sejumlah titik strategis.
“Apabila terjadi kepadatan lalu lintas, kami akan melakukan pengalihan arus secara situasional. Sistem buka tutup jalur juga bisa diterapkan jika diperlukan,” jelas Surani.
Pihaknya juga akan menempatkan tiga personel dengan sistem tiga shift di 12 Jalur Perlintasan Langsung (JPL) kereta api guna menjaga keselamatan terjadinya laka kereta api. Hal ini berdasar pada Surat Keputusan Tiga Menteri yang mengatur operasional angkutan barang dan angkutan penumpang selama periode 13 hingga 30 Maret 2026.
“Di angkutan kereta api ini untuk juga
menjaga keselamatan terjadinya laka di kereta api, kita juga menempatkan JPL-JPL yang sudah ada di perlintasan kereta api. Yang kita sekarang sudah kita jaga itu ada 12 JPL yang dijaga oleh Disub,” terangya.
Pihaknya berharap seluruh masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik dapat mempersiapkan diri dengan baik serta mengutamakan keselamatan selama perjalanan, khususnya bagi pengguna sepeda motor.
“Kami mengimbau para pemudik, terutama pengendara roda dua, untuk memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik dan tidak membawa penumpang melebihi kapasitas. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” pungkasnya. [nik/ang]

