Kediri (tahukediri.id) – Kementerian Agama Kabupaten Kediri turut menyiapkan layanan bagi masyarakat menjelang arus mudik Lebaran tahun ini. Hal ini disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri Achmad Fa’iz pada kesempatan rapat koordinasi bersama Forkopimda di Conventions Hall Simpang Lima Gumul (SLG), pada Senin (9/3/2026).
Fa’iz menyampaikan bahwa Kemenag Kabupaten Kediri tengah menyiapkan program Masjid Ramah Pemudik untuk menyambut arus mudik Lebaran. Program ini dikoordinasikan melalui Kantor Urusan Agama (KUA) dan para penyuluh agama di seluruh kecamatan.
“Kementerian Agama juga melalui KUA dan para penyuluh yang ada di kecamatan se-Kabupaten Kediri mengadakan dan mengkoordinasikan untuk pelaksanaan kegiatan Masjid Ramah Pemudik,” katanya.
Lebih lanjut Fa’iz menjelaskan, tahun ini jumlah masjid yang disiapkan sebagai tempat istirahat bagi pemudik meningkat dibanding tahun sebelumnya. Jika tahun lalu hanya sekitar 6–7 titik, maka pada tahun ini disiapkan 11 titik masjid yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Mengingat Hari Raya Idul Fitri juga berdekatan dengan Hari Raya Nyepi, maka diprediksi hari libur akan lebih panjang dari tahun sebelumnya.
Masjid-masjid tersebut akan difungsikan sebagai tempat singgah sementara bagi para pemudik untuk beristirahat, beribadah, maupun melepas lelah selama perjalanan.
“Karena InsyaAllah untuk tahun ini mungkin bisa jadi liburnya agak panjang, gitu nggih. Termasuk yang disampaikan Pak Sekda tadi, ada WFA yang ini mungkin bisa jadi dimanfaatkan betul-betul oleh para pemudik,” jelasnya.
Pada rapat tang dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Kabupaten Kediri, Dewi Mariya Ulfa, Fa’iz juga memaparkan informasi penting terkait penentuan Hari Raya Idul Fitri. Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan rukyatul hilal untuk menentukan awal bulan Syawal dijadwalkan pada 19 Maret.
Namun demikian, terdapat kemungkinan perbedaan penetapan hari raya di masyarakat. Menurutnya, salah satu organisasi kemasyarakatan telah menetapkan Hari Raya Idulfitri pada 20 Maret.
“Sementara nanti tanggal 19 baru akan kita laksanakan rukyatul hilal dan hitungan InsyaAllah masih belum imkanur rukyat, bahasa begitu. Jadi belum mungkin untuk dirukyat. Maka kita nanti masih menunggu ketentuan pemerintah pusat terkait dengan sidang isbat untuk ketentuan hari raya,” terangnya.
Selain itu, lanjut Fa’iz, tahun ini penentuan Hari Raya Idul Fitri berpotensi bertepatan dengan perayaan Nyepi. Kondisi ini memunculkan beberapa kebijakan khusus, terutama di wilayah Bali.
“Kalau memang hari rayanya Jumat Itu ada kebijakan untuk pelaksanaan takbiran itu tanpa memanfaatkan pengeras suara. Itu untuk wilayah Bali. Tapi kalau untuk wilayah yang lainnya termasuk Kediri barangkali bisa menyesuaikan nanti seperti itu kira-kira. Itu untuk informasi awal terkait hari raya,” tandasnya. [nik/ang]

