Close Menu
tahukediri.idtahukediri.id
    What's Hot

    319 Atlet Ikuti Kejuaraan Pencak Silat Piala Bupati Kediri 2026

    18 Juli 2026 - 18:54

    Universitas Kadiri Lepas 770 Wisudawan, Targetkan Rintisan Program S3 dan Perluas Jaringan Global

    18 Juli 2026 - 18:49

    Apel Akbar Pramuka di Kediri Libatkan 10 Ribu Peserta, Dorong Generasi Muda Cinta Pertanian

    18 Juli 2026 - 08:50
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.id
    • Beranda
    • News
    • Travel
      • Wisata
      • Kuliner
      • Seni & Budaya
    • Multimedia
      • Foto
      • Video
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Arsip
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.idtahukediri.id
    Home»Seni dan Budaya»Film Dokumenter Jalan Stasiun Kediri Ungkap Jejak Awal Kota Modern

    Film Dokumenter Jalan Stasiun Kediri Ungkap Jejak Awal Kota Modern

    Inggar Tania LaurinaInggar Tania Laurina Seni dan Budaya 7 Februari 2026 - 20:04
    WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Pinterest Email
    Film dokumenter karya Imam Mubarok, Ketua Dewan Kebudayaan Kabupaten Kediri sekaligus Presidium Dewan Kesenian Jawa Timur.
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kediri (tahukediri.id) – Jalan Stasiun di Kota Kediri bukan sekadar koridor lama yang kini ramai dikunjungi wisatawan. Di balik bangunan dan jalur tua itu, tersimpan ingatan panjang tentang lahirnya kota modern Kediri. Ingatan itulah yang coba dihidupkan kembali melalui film dokumenter karya Imam Mubarok, Ketua Dewan Kebudayaan Kabupaten Kediri sekaligus Presidium Dewan Kesenian Jawa Timur.

    Film dokumenter berdurasi singkat itu merekam Jalan Stasiun sekitar satu abad lalu saat kawasan tersebut masih dipenuhi pepohonan rindang dan menjadi bagian penting dari tata kota kolonial. Jalan ini terhubung langsung dengan Stasiun Kediri yang diresmikan pada 1882, sekaligus menjadi pintu masuk kolonial ke wilayah Kediri.

    “Ini bukan sekadar nostalgia. Jalan Stasiun adalah jalan lama, bangunan lama, dan bagian penting dari sejarah masuknya kolonial ke Kediri,” ujar Gus Barok.

    Ia menelusuri bahwa sejak abad ke-17, kawasan Jalan Stasiun hingga wilayah Grand Surya merupakan bagian dari alun-alun Kediri. Pada masa itu, wilayah ini menjadi pusat aktivitas penting, termasuk saat peristiwa penyerangan terhadap Trunojoyo pada 1678 di kawasan Setono Gedong. Baru pada abad ke-18, pemerintahan kolonial mulai membentuk struktur administratif kabupaten.

    Pendopo Kabupaten Kediri dibangun pada masa Slamet Purbonegoro, yang dikenal sebagai bupati pertama Kediri dalam sistem pemerintahan kolonial, sekaligus menandai awal pembentukan Kabupaten Kediri secara administratif modern.

    Menurut Gus Barok, Kota Kediri secara administratif diakui sebagai Kota Praja pada 1 April 1906 pada era Gementee, bukan berdasarkan prasasti kuno. Pengakuan itulah yang menandai awal pembentukan kota modern dengan pusat wilayah di barat dan timur Sungai Brantas.

    “Kalau bicara Kota Kediri sebagai kota, ya mulainya 1 April 1906. Itu yang sering keliru dipahami,” kata Gus Barok.

    Ia menilai, geliat pembangunan dan kepadatan Kota Kediri saat ini membuat ruang-ruang sejarah semakin terdesak. Padahal, peta Kediri tahun 1913 menunjukkan masih banyak ruang kosong yang kini telah berubah menjadi kawasan padat.

    “Kalau semua bangunan lama dirubah, kota ini akan kehilangan daya tariknya. Padahal kita sudah punya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya,” ujarnya.

    Imam mencontohkan hilangnya sejumlah bangunan bersejarah, seperti Kantor Society Brantas yang dulu berdiri megah menyerupai istana dan kemudian dirobohkan sebelum akhirnya dibangun Gedung Nasional Indonesia (GNI) pada 1972.

    Bagi Gus Barok, pengembangan Jalan Stasiun sebagai destinasi wisata seharusnya dimulai dari warga sekitar. Ia menekankan pentingnya masyarakat lokal, atau akamsi, menikmati dan merasa memiliki ruang sejarah tersebut terlebih dahulu.

    “Kalau warga sudah menikmati dan mencintai, daya tarik wisata akan datang dengan sendirinya,” ujarnya.

    Film dokumenter ini menjadi bagian dari upaya konservasi yang telah ia geluti selama lebih dari dua dekade. Sejak tahun 2000, Imam mengoleksi arsip foto Kediri dari abad ke-18 hingga membentuk Kediri Fotografi Museum sebagai ruang belajar sejarah visual.

    “Tujuannya sederhana. Supaya generasi berikutnya tahu, ini loh Kediri yang kita miliki. Membangun itu harus belajar dari masa lalu, bukan asal membangun,” kata dia.

    Film Jalan Stasiun ini merupakan film dokumenter kedua yang ia buat dan dirilis melalui media sosial. Respons publik cukup tinggi, dengan ribuan penonton dan capaian FYP di Instagram. Ke depan, Imam berencana memproduksi lebih banyak film dokumenter, tidak hanya tentang Kota Kediri, tetapi juga wilayah kabupatennya.

    “Kediri itu napas kita. Bagian dari hidup kita. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menjaga sejarahnya,” ucap Gus Barok.

    Film dokumenter tersebut dapat disaksikan melalui akun Instagram @ngabehi_kidulpasar. [tan/ang]

    Berita Kediri Film Kediri Stasiun Kediri
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleKota Kediri Tuan Rumah Final Round Matapanah Cup Race (MCR)
    Next Article Kopi Teman Tuli Hadir di CFD Jalan Dhoho Kediri, Usaha Sampingan Penyandang Tuna Rungu

    Info Lainnya

    319 Atlet Ikuti Kejuaraan Pencak Silat Piala Bupati Kediri 2026

    18 Juli 2026 - 18:54

    Universitas Kadiri Lepas 770 Wisudawan, Targetkan Rintisan Program S3 dan Perluas Jaringan Global

    18 Juli 2026 - 18:49

    Apel Akbar Pramuka di Kediri Libatkan 10 Ribu Peserta, Dorong Generasi Muda Cinta Pertanian

    18 Juli 2026 - 08:50

    Rumah di Purwoasri Kediri Terbakar Saat Pemilik Terlelap, Kerugian Capai Rp250 Juta

    18 Juli 2026 - 08:06

    Tak Sekadar Lulus, Mas Bup Ingatkan Peserta PBK 2026 Harus Mampu Berkarya di Dunia Kerja

    17 Juli 2026 - 22:38

    Rumah Janda di Kediri Ludes Dibakar Mantan Suami, Kerugian Capai Rp1 Miliar

    16 Juli 2026 - 20:16
    Leave A Reply Cancel Reply

    Info Menarik!

    319 Atlet Ikuti Kejuaraan Pencak Silat Piala Bupati Kediri 2026

    18 Juli 2026 - 18:54

    Universitas Kadiri Lepas 770 Wisudawan, Targetkan Rintisan Program S3 dan Perluas Jaringan Global

    18 Juli 2026 - 18:49

    Apel Akbar Pramuka di Kediri Libatkan 10 Ribu Peserta, Dorong Generasi Muda Cinta Pertanian

    18 Juli 2026 - 08:50

    Rumah di Purwoasri Kediri Terbakar Saat Pemilik Terlelap, Kerugian Capai Rp250 Juta

    18 Juli 2026 - 08:06

    Tak Sekadar Lulus, Mas Bup Ingatkan Peserta PBK 2026 Harus Mampu Berkarya di Dunia Kerja

    17 Juli 2026 - 22:38
    © 2026 TahuKediri.ID | serba tahu soal Kediri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.