Kediri (tahukediri.id) – Kota Kediri menjadi pusat perhatian pegiat otomotif nasional setelah ditunjuk sebagai tuan rumah Final Round Matapanah Cup Race (MCR) 2025: Walikota Cup Kota Kediri. Ajang balap motor ini digelar pada 7-8 Februari 2026 di Sirkuit non permanen GOR Joyoboyo, dan diikuti ratusan pembalap dari berbagai daerah di Indonesia.
Sedikitnya 264 pembalap dari tujuh provinsi ambil bagian dalam ajang tersebut, mulai dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Bali, DIY, Lombok hingga Aceh. Final di Kediri menjadi penentuan juara umum setelah sebelumnya MCR menggelar roadshow di sejumlah kota seperti Malang, Surabaya, dan Bojonegoro.
Wakil Wali Kota Kediri, Qowimuddin Thoha, menjelaskan pelaksanaan final MCR di Kediri menjadi kebanggaan sekaligus momentum penting dalam pembinaan olahraga balap motor. Ia menilai sesi latihan bebas dan kualifikasi yang digelar pada Sabtu (7/2) menunjukkan semangat kompetisi dan sportivitas tinggi para pembalap.
“Suasananya luar biasa, penuh adrenalin dan sportivitas. Meski hari ini belum final race, justru di sinilah terlihat bagaimana pembalap membaca lintasan, menyusun strategi, dan membangun kerja tim,” ujar Gus Qowim di sela-sela sesi latihan dan Qualifying Time Trial (QTT).
Ia menekankan pentingnya keselamatan selama pertandingan berlangsung. Pemerintah Kota Kediri, kata dia, berharap ajang ini menjadi ruang prestasi bagi anak muda sekaligus inspirasi positif bagi masyarakat. “Gaspol boleh, tapi tetap safety. Final masih besok, jadi manfaatkan sesi ini sebaik mungkin,” ujarnya.
Sementara itu, Pengurus IMI Kediri Ronggo Nagoro menjelaskan bahwa final MCR di Kota Kediri sudah masuk skala nasional, ditinjau dari sebaran peserta lintas provinsi. Menurutnya, dipilihnya Kediri sebagai tuan rumah final sekaligus menandai posisi strategis kota ini dalam peta event otomotif nasional.
“Final Roadshow MCR tahun ini menggunakan titel Walikota Cup Kota Kediri. Juara umum akan ditentukan di sini. Ini event perdana di Kediri dan animo pesertanya sangat tinggi,” kata Ronggo.
Ia memperkirakan kehadiran ribuan orang selama gelaran final, mengingat setiap pembalap datang bersama tim dan ofisial. Kondisi tersebut dinilai berdampak langsung pada pergerakan ekonomi lokal, terutama sektor UMKM dan ekonomi kreatif.
“Event ini sangat produktif. Selain menjadi wadah prestasi otomotif, juga menggerakkan UMKM dan sektor pendukung lainnya. Selaras dengan program City Tourism Kota Kediri,” ujarnya.
Dari sisi pembinaan atlet, MCR Final juga menjadi ajang pemetaan bibit unggul road race. Peserta termuda tercatat berusia 7 tahun, termasuk pembalap asal Kota Kediri yang telah menorehkan prestasi di tingkat regional dan nasional. Road race sendiri merupakan cabang olahraga resmi yang dipertandingkan dalam Porprov dan PON di bawah naungan IMI.
Salah satu peserta, Arilnino, pembalap kategori Beginner 150 cc asal Kelurahan Dermo, Kota Kediri, mengaku telah mempersiapkan diri selama dua pekan terakhir. Siswa kelas 5 SD itu mengikuti jejak ayahnya yang juga aktif di dunia balap motor, dengan dukungan kakeknya yang memiliki bengkel.
“Lintasannya cukup menantang karena licin dan bukan sirkuit permanen. Tapi saya tetap optimistis,” ujar Arilnino, yang sebelumnya meraih podium di ajang Boyolali Mini GP.
Final race MCR Walikota Cup Kota Kediri dijadwalkan berlangsung pada Minggu (8/2) dan diprediksi menjadi puncak kemeriahan, sekaligus menegaskan peran Kediri sebagai tuan rumah event olahraga berskala nasional. [Tan/ang]

