Close Menu
tahukediri.idtahukediri.id
    What's Hot

    319 Atlet Ikuti Kejuaraan Pencak Silat Piala Bupati Kediri 2026

    18 Juli 2026 - 18:54

    Universitas Kadiri Lepas 770 Wisudawan, Targetkan Rintisan Program S3 dan Perluas Jaringan Global

    18 Juli 2026 - 18:49

    Apel Akbar Pramuka di Kediri Libatkan 10 Ribu Peserta, Dorong Generasi Muda Cinta Pertanian

    18 Juli 2026 - 08:50
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.id
    • Beranda
    • News
    • Travel
      • Wisata
      • Kuliner
      • Seni & Budaya
    • Multimedia
      • Foto
      • Video
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Arsip
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.idtahukediri.id
    Home»News»Hadapi Cuaca Ekstrem, DLHKP Kediri Intensif Pangkas Pohon Rawan Tumbang

    Hadapi Cuaca Ekstrem, DLHKP Kediri Intensif Pangkas Pohon Rawan Tumbang

    Nanik Dwi JayantiNanik Dwi Jayanti News 30 Maret 2026 - 19:17
    WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Pinterest Email
    DLHKP Kediri melakukan pemotongan dan penanganan pohon di titik-titik rawan. [nanik/tahukediri.id]
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kediri (tahukediri.id) – Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi musim pancaroba yang diprediksi tengah berlangsung hingga April. Salah satunya dengan melakukan pemangkasan ranting pohon.

    Kepala DLHKP Kota Kediri, Indun Munawaroh, yang menegaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi intensif dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk penanganan darurat cuaca ekstrem.

    “Kita kemarin berkoordinasi dengan teman-teman BPBD untuk penanganan darurat cuaca ekstrem. Dalam hal ini, DLHKP bertugas di lapangan untuk melaksanakan penanganan darurat,” katanya saat ditemui di lokasi pemotongan pohon tumbang di Kelurahan Tosaren, Kecamatan Pesantren, Senin (30/3/2026).

    Lebih lanjut Indun menjelaskan, salah satu peran aktif DLHKP di lapangan yakni dengan melakukan pemotongan dan penanganan pohon di titik-titik rawan.

    “Penanganan darurat apa yang dilakukan oleh teman-teman DLHKP? yaitu dengan melakukan pemotongan pohon yang di lokasi-lokasi terjadinya pohon tumbang,” imbuhnya.

    Dalam beberapa hari terakhir, DLHKP bahkan menangani hingga 17 titik pohon tumbang, terlebih pasca kejadian hujan disertai angin kencan pada Sabtu (28/3). Dan hingga saat ini, pihakanya tengah melakukan penyisiran lanjutan untuk membersihkan sisa-sisa pohon yang sebelumnya hanya dipinggirkan karena keterbatasan waktu.

    DLHKP Kediri melakukan pemotongan dan penanganan pohon di titik-titik rawan. [nanik/tahukediri.id]

    Namun, lanjutnya, upaya DLHKP tidak hanya bersifat reaktif. Secara rutin, petugas juga melakukan pemangkasan pohon berdasarkan hasil pemetaan wilayah yang dinilai berisiko.

    Selain itu, DLHKP juga menindaklanjuti laporan masyarakat melalui layanan 112, serta permohonan langsung dari warga maupun pelaku usaha.

    “Jadi, kita itu tidak hanya pada kondisi darurat. Setiap hari teman-teman sudah melakukan pemotongan secara rutin dari Senin sampai dengan Sabtu, pukul 08.00 pagi sampai pukul 01.00 siang untuk operasionalnya,” tegasnya.

    Menurut Indun, tingginya intensitas laporan masyarakat dalam satu bulan terakhir ini menjadi tantangan tersendiri. DLHKP mencatat permintaan pemotongan pohon meningkat signifikan, baik melalui layanan darurat maupun pengajuan langsung. Meski demikian, pihaknya tetap melakukan prioritas penanganan.

    “Kita akan melihat skala prioritas dalam penanganan. Bila keberadaan pohon tersebut dalam kondisi rawan, maka aduan tersebut akan menjadi prioritas,” terangnya.

    Diketahui, berdasarkan data historis, wilayah Kota Kediri yang paling rawan terdampak angin kencang dan potensi puting beliung berada di barat sungai, dan tengah kota. Kondisi ini dipengaruhi oleh jenis akar pohon yang dominan berupa akar serabut, sehingga lebih rentan tumbang saat diterpa angin kuat.

    “Kalau histori itu kebanyakan memang di barat sungai, ya, Kota Tengah. Jadi, Kecamatan Kota sama barat sungai. Karena apa? Pohon kita itu akarnya bukan akar tunggal, akar serabut,” ujarnya.

    DLHKP Kota Kediri mengimbau masyarakat untuk tetap waspada selama musim pancaroba dan segera melaporkan jika menemukan potensi bahaya di lingkungan sekitar. [nik/ang]

    Berita Kediri Cuaca Ekstrem DLHKP Kediri
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticlePemkab Kediri Perkuat Ekonomi dan Pertanian Lewat Raperda Strategis
    Next Article Mas Dhito Bersama Elite PDIP Dampingi Megawati Ziarah ke Makam Proklamator di Blitar

    Info Lainnya

    319 Atlet Ikuti Kejuaraan Pencak Silat Piala Bupati Kediri 2026

    18 Juli 2026 - 18:54

    Universitas Kadiri Lepas 770 Wisudawan, Targetkan Rintisan Program S3 dan Perluas Jaringan Global

    18 Juli 2026 - 18:49

    Apel Akbar Pramuka di Kediri Libatkan 10 Ribu Peserta, Dorong Generasi Muda Cinta Pertanian

    18 Juli 2026 - 08:50

    Rumah di Purwoasri Kediri Terbakar Saat Pemilik Terlelap, Kerugian Capai Rp250 Juta

    18 Juli 2026 - 08:06

    Tak Sekadar Lulus, Mas Bup Ingatkan Peserta PBK 2026 Harus Mampu Berkarya di Dunia Kerja

    17 Juli 2026 - 22:38

    Labfor Polda Jatim Olah TKP Pembakaran Rumah Janda di Plosoklaten Kediri

    17 Juli 2026 - 22:25
    Leave A Reply Cancel Reply

    Info Menarik!

    319 Atlet Ikuti Kejuaraan Pencak Silat Piala Bupati Kediri 2026

    18 Juli 2026 - 18:54

    Universitas Kadiri Lepas 770 Wisudawan, Targetkan Rintisan Program S3 dan Perluas Jaringan Global

    18 Juli 2026 - 18:49

    Apel Akbar Pramuka di Kediri Libatkan 10 Ribu Peserta, Dorong Generasi Muda Cinta Pertanian

    18 Juli 2026 - 08:50

    Rumah di Purwoasri Kediri Terbakar Saat Pemilik Terlelap, Kerugian Capai Rp250 Juta

    18 Juli 2026 - 08:06

    Tak Sekadar Lulus, Mas Bup Ingatkan Peserta PBK 2026 Harus Mampu Berkarya di Dunia Kerja

    17 Juli 2026 - 22:38
    © 2026 TahuKediri.ID | serba tahu soal Kediri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.