Close Menu
tahukediri.idtahukediri.id
    What's Hot

    319 Atlet Ikuti Kejuaraan Pencak Silat Piala Bupati Kediri 2026

    18 Juli 2026 - 18:54

    Universitas Kadiri Lepas 770 Wisudawan, Targetkan Rintisan Program S3 dan Perluas Jaringan Global

    18 Juli 2026 - 18:49

    Apel Akbar Pramuka di Kediri Libatkan 10 Ribu Peserta, Dorong Generasi Muda Cinta Pertanian

    18 Juli 2026 - 08:50
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.id
    • Beranda
    • News
    • Travel
      • Wisata
      • Kuliner
      • Seni & Budaya
    • Multimedia
      • Foto
      • Video
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Arsip
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.idtahukediri.id
    Home»Seni dan Budaya»Inovasi Batik Ecoprint, Produk Ramah Lingkungan dari Kediri

    Inovasi Batik Ecoprint, Produk Ramah Lingkungan dari Kediri

    Mohamad EdyMohamad Edy Seni dan Budaya 22 Februari 2025 - 16:15
    WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Pinterest Email
    Produk Ecoprint Sri Ayuni, pemilik IKM Top Cemerlang Batik Kediri
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kediri (tahukediri.id) – Industri Kecil Menengah (IKM) Top Cemerlang Batik Kediri yang berlokasi di Kelurahan Bandar Lor, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, semakin dikenal berkat inovasi batik ecoprint. Produk ini dikembangkan oleh Sri Ayuni sejak tahun 2016 dengan tujuan mempertahankan nilai budaya sekaligus membuka peluang usaha baru.

    Sri Ayuni, pemilik IKM Top Cemerlang Batik Kediri, awalnya menekuni batik tulis dan jumput sebagai upaya melestarikan budaya. Namun, ia kemudian memilih fokus pada ecoprint karena masih belum banyak dikenal di Kota Kediri, sehingga memiliki potensi pasar yang lebih besar.

    Keunggulan Batik Ecoprint

    Menurut Ayuni, selain memiliki nilai budaya, proses pembuatan ecoprint lebih mudah dibandingkan batik tulis.

    “Selain agar beda dari yang lain, ecoprint ini pembuatannya lebih cepat dan mudah. Apalagi bahan baku pewarnanya juga ramah lingkungan,” ujarnya.

    Dalam proses pewarnaannya, batik ecoprint menggunakan bahan alami seperti kayu, dedaunan, dan bunga.

    “Tidak seperti batik tulis atau cap yang pewarnaannya menggunakan bahan kimia, ecoprint menggunakan unsur-unsur alami tanpa bahan sintetis atau kimia. Karena itulah batik ini sangat ramah lingkungan dan tidak menimbulkan pencemaran air, tanah, atau udara,” jelas Ayuni.

    Sri Ayuni, pemilik IKM Top Cemerlang Batik Kediri

    Selain pewarna alami, motif batik ecoprint juga berasal dari daun, bunga, dan ranting, yang menjadikan setiap produk unik dan tidak dapat diulang meskipun menggunakan bahan serta proses yang sama.

    “Di sinilah letak seni dan keunikan ecoprint, karena baik warna maupun motif tidak bisa diulang sekalipun bahan dan proses pembuatan sama,” tambahnya.

    Pemasaran dan Dukungan Pemerintah

    Berkat keunikan produknya, Ayuni sering menerima pesanan dari luar kota hingga luar daerah, seperti Surabaya dan Kalimantan.

    “Alhamdulillah karena teman banyak, ada saja yang pesan ecoprint, tapi karena saat ini untuk pengerjaannya masih saya sendiri jadi belum bisa menerima pesanan dalam jumlah besar,” ungkapnya.

    Ayuni juga mengaku mendapatkan banyak dukungan dari pemerintah daerah dalam bentuk pelatihan keterampilan membatik, bantuan pemasaran melalui pameran, pelatihan marketplace, serta pendampingan dalam perizinan usaha dan sertifikasi kompetensi di Semarang dan Surabaya.

    “Kedepan pengennya juga menambah karyawan dan memperbesar tempat produksi. Insyaallah kalau ada rejeki juga kepengen membuat galeri untuk memajang batik ecoprint yang siap jual,” harapnya. ***

    Batik Ecoprint kediri Sri Ayuni
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleKeris Betok Kediri: Pusaka Penuh Filosofi dan Sejarah yang Harus Dilestarikan
    Next Article Peternak Burung Kenari Merlok di Kediri Raup Jutaan Rupiah per Bulan

    Info Lainnya

    Candi Tegowangi Jadi Panggung Sastra Saraswati Sewana Yatra 2026

    16 Juli 2026 - 20:07

    Kirab Agung Budaya Dorok Tutup Rangkaian Bulan Suro, Toleransi Jadi Pesan Utama

    12 Juli 2026 - 17:45

    Ratusan Warga Semarakkan Tradisi Unduh-Unduh GKJW Sidorejo, Lelang Hasil Panen Jadi Daya Tarik

    12 Juli 2026 - 17:30

    Wisatawan Jepang Ikut Jamasan Arca Totok Kerot Kediri, Tertarik Pelestarian Budaya dan Sejarah Lokal

    9 Juli 2026 - 19:41

    Ribuan Warga Meriahkan Larung Sesaji Gunung Kelud 2026, Tradisi Leluhur Kian Diminati Generasi Muda

    28 Juni 2026 - 16:04

    Keliling Desa 3 Kilometer, Warga Kandangan Lestarikan Tradisi Mendhem Golekan Bulan Suro

    19 Juni 2026 - 15:52
    Leave A Reply Cancel Reply

    Info Menarik!

    319 Atlet Ikuti Kejuaraan Pencak Silat Piala Bupati Kediri 2026

    18 Juli 2026 - 18:54

    Universitas Kadiri Lepas 770 Wisudawan, Targetkan Rintisan Program S3 dan Perluas Jaringan Global

    18 Juli 2026 - 18:49

    Apel Akbar Pramuka di Kediri Libatkan 10 Ribu Peserta, Dorong Generasi Muda Cinta Pertanian

    18 Juli 2026 - 08:50

    Rumah di Purwoasri Kediri Terbakar Saat Pemilik Terlelap, Kerugian Capai Rp250 Juta

    18 Juli 2026 - 08:06

    Tak Sekadar Lulus, Mas Bup Ingatkan Peserta PBK 2026 Harus Mampu Berkarya di Dunia Kerja

    17 Juli 2026 - 22:38
    © 2026 TahuKediri.ID | serba tahu soal Kediri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.