Kediri (tahukediri.id) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri bersama unsur Forkopimda melakukan patroli gabungan di Pasar Induk Pare guna memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H dan libur panjang. Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi di Convention Hall Simpang Lima Gumul (SLG), pada Senin (9/3/2026).
Dalam rapat koordinasi yang dihadiri oleh Wakil Bupati Kediri, Dewi Mariya Ulfa, menyampaikan pesan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana agar seluruh tim benar-benar memanfaatkan momentum patroli untuk memantau kondisi riil di lapangan, terutama terkait perkembangan harga dan distribusi bahan pokok di pasar.
“Melalui patroli gabungan ini, Mas Bupati berpesan yang pertama meminta agar seluruh tim benar-benar memanfaatkan kesempatan ini untuk melakukan pemantauan secara langsung di lapangan,” katanya.
Selain memantau harga, tim juga diminta aktif berdialog dengan para pedagang untuk mengetahui kondisi yang mereka hadapi. Menurutnya, masukan dari para pedagang sangat penting karena mereka merupakan pihak yang merasakan langsung dinamika pasar setiap hari.
“Alhamdulillah, tadi kita keliling, ngobrol dengan penjual, harga sangat stabil kecuali cabe yang fluktuatif di sini. Kalau yang lain-lain aman stabil,” terang Dewi usai melakukan patroli gabungan bersama Forkopimda di Pasar Induk Pare.
Mbak Wabup, menambahkan, berdasarkan keterangan para pedahang bahwa aktivitas pasar sejauh ini juga terbilang normal tanpa ada kendala berarti.
“Infonya penjual, pembeli juga normal, enggak ada kendala. Jadi, enggak sepi lah intinya seperti itu,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Kediri, Tutik Purwaningsih, menjelaskan bahwa operasi gabungan yang dilakukan pemerintah daerah bertujuan memastikan ketersediaan stok serta kestabilan harga bahan pokok di wilayah Kabupaten Kediri.
“Bisa dipantau di lapangan, khususnya di pasar induk sebagai apa, pusat dari teman-teman pasar tradisional belanja. Kalau dari segi harga dari bapok, rata-rata masih stabil, ya. Yang agak fluktuatif sampai dengan minggu ini masih cabai,” ujarnya.
Menurut Tutik, harga komoditas lain seperti bawang merah, bawang putih, sayur-mayur, hingga telur masih dalam kondisi stabil dan bahkan telur masih berada di bawah harga eceran tertinggi (HET).
Untuk komoditas cabai, ia menyebutkan bahwa harga mulai mengalami penurunan. Jika sebelumnya mencapai sekitar Rp82 ribu per kilogram, kini turun menjadi sekitar Rp77 ribu per kilogram, sementara beberapa jenis cabai lainnya berada di kisaran Rp60 ribu per kilogram.
Pihaknya juga akan terus melakukan pemantauan untuk memastikan tidak ada kenaikan harga yang signifikan, sehingga tidak terjadi gejolak di masyarakat.
Selain bahan pokok, pemerintah daerah juga melakukan pemantauan terhadap distribusi LPG. Berdasarkan pengecekan di tingkat agen, pangkalan hingga toko, tidak ditemukan kendala signifikan.
“Dari pemantauan kami mulai dari agen, kemudian ke pangkalan, sampai ke beberapa toko, dalam tanda kutip, tidak ada masalah. Meskipun kami mendapatkan laporan di beberapa titik, tadi pantas katanya kosong. Tapi kami cek hari ini, kami bagi tim, insyaallah aman” jelasnya.
Pemerintah Kabupaten Kediri juga memastikan stok bahan pokok termasuk LPG masih aman hingga setelah Lebaran.
“Sejauh ini sampai dengan menjelang kurang beberapa hari Idul Fitri, insyaallah mudah-mudahan masih aman. Jadi, antara pedagang dan pembeli, mudah-mudahan bisa belanja dengan bijak,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Kediri juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying atau penimbunan barang.
“Kami berharap masyarakat berbelanja sesuai kebutuhan. Jangan sampai menimbun karena panik, karena justru itu yang bisa memicu kesan kelangkaan. Insyaallah stok di Kabupaten Kediri mencukupi,” pungkas Tutik. [nik/ang]

