Kediri (tahukediri.id) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri bersama unsur Forkopimda menggelar rapat koordinasi Forkopimda guna menjaga keamanan serta kenyamanan masyarakat selama masa mudik dan perayaan hari besar keagamaan baik itu Idul Fitri 1447 H maupun Nyepi, pada Senin (9/3/2026).
Rapat yang diselenggarakan di Convention Hall Simpang Lima Gumul tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Kediri, Dewi Mariya Ulfa. Dalam sambutannya, pihaknya meminta sejumlah masukan dari dinas terkait mengenai antisipasi menjelang libur Lebaran.
“Monggo, nanti para perwakilan Forkopimda juga Kemenag bisa menyampaikan mungkin antisipasi menjelang Persiapan kita libur panjang juga dari dinas terkait biasanya kalau lebaran,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri, Mohamad Solikin, menjelaskan bahwa berbagai persiapan juga telah dilakukan untuk menghadapi arus mudik dan libur panjang.
Ia menyebutkan, pihak kepolisian bersama instansi terkait telah melakukan evaluasi dan aktivasi sejumlah titik pengaturan lalu lintas, termasuk Traffic Control System (TCS) dan Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APIL).
Selain itu, pemerintah daerah juga telah mengidentifikasi 51 titik perlintasan sebidang kereta api, dengan 44 di antaranya telah terdaftar secara resmi.
“Dukungan dari posko pengamanan yang Pospam-pospam sudah, akan terpasang nanti, sudah siap pada titik-titik tertentu, mulai dari SLG, Plemahan, Pare, Kandangan, Papar dan Mengkreng termasuk di wilayah kota di Pospam Grogol,” jelasnya.
Dari sisi infrastruktur, Dinas PUPR Kabupaten Kediri juga memprioritaskan perbaikan dan pemeliharaan jalan di jalur-jalur yang berpotensi menjadi jalur mudik, seperti Gurah, Pagu, Bogo Kidul, Badas, Kunjang, dan Papar.
Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan pengguna jalan, terutama di tengah musim hujan yang menyebabkan sejumlah ruas jalan mengalami kerusakan.
Pemerintah Kabupaten Kediri juga memastikan stok bahan pokok pangan dalam kondisi aman bahkan sampai setelah Lebaran.
“Laporan stok selama ini, Insyaallah sampai akhir Maret aman, nggih? Aman Kediri,” terang Dewi.
Di sisi keamanan, Wakapolres Kediri, Kompol Hari Kurniawan, menegaskan bahwa pihaknya bersama TNI dan pemerintah daerah terus berkolaborasi untuk menjaga stabilitas harga serta keamanan wilayah menjelang Idul Fitri.
“Kegiatan hari ini merupakan rapat koordinasi pimpinan yang dilanjutkan patroli gabungan dalam rangka menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok masyarakat menjelang Idul Fitri 2026,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi pasar hingga saat ini masih stabil berkat kerja sama Satgas Pangan bersama Dinas Perdagangan dalam memantau harga dan distribusi bahan pokok.
Ia juga memastikan situasi keamanan di wilayah hukum Kabupaten Kediri dalam keadaan aman dan kondusif.
Meski demikian, pihak kepolisian tetap mewaspadai sejumlah potensi gangguan ketertiban, seperti balap liar dan penggunaan petasan yang sempat ditemukan dalam beberapa hari terakhir.
“Kami akan terus berkoordinasi dan berkolaborasi dengan TNI dan Pemda untuk memastikan wilayah Kabupaten Kediri tetap aman dan kondusif,” tegasnya.
Dengan berbagai langkah antisipasi yang telah disiapkan, Pemerintah Kabupaten Kediri berharap masyarakat dapat menjalankan ibadah dan merayakan hari raya dengan aman, nyaman, serta penuh kebersamaan. Kondisi kondusif diharapkan tetap terjaga, baik menjelang maupun setelah perayaan Idul Fitri.
“Semoga Kabupaten Kediri tetap kondusif. Semuanya dan tetap aman, damai, baik menjelang lebaran maupun setelah lebaran nanti,” tandas Dewi.
Rapat koordinasi Forkopimda tersebut dilanjutkan dengan patroli gabungan ke Pasar Induk Pare guna memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H dan libur panjang sesuai arahan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana. [nik/ang]

