Close Menu
tahukediri.idtahukediri.id
    What's Hot

    319 Atlet Ikuti Kejuaraan Pencak Silat Piala Bupati Kediri 2026

    18 Juli 2026 - 18:54

    Universitas Kadiri Lepas 770 Wisudawan, Targetkan Rintisan Program S3 dan Perluas Jaringan Global

    18 Juli 2026 - 18:49

    Apel Akbar Pramuka di Kediri Libatkan 10 Ribu Peserta, Dorong Generasi Muda Cinta Pertanian

    18 Juli 2026 - 08:50
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.id
    • Beranda
    • News
    • Travel
      • Wisata
      • Kuliner
      • Seni & Budaya
    • Multimedia
      • Foto
      • Video
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Arsip
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.idtahukediri.id
    Home»News»Kasus Bocah Tewas Dianiaya, Dinsos Kediri Dampingi Keluarga NIZ untuk Pulihkan Psikologis

    Kasus Bocah Tewas Dianiaya, Dinsos Kediri Dampingi Keluarga NIZ untuk Pulihkan Psikologis

    Nanik Dwi JayantiNanik Dwi Jayanti News 16 April 2026 - 20:04
    WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Pinterest Email
    Jenazah NIZ, bocah 3 tahun asal Kediri yang tewas diduga akibat dianiaya. [nanik/tahukediri.id]
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kediri (tahukediri.id) – Kematian tragis bocah berinisial NIZ (4) di Kelurahan Ngronggo, Kota Kediri, mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Sosial (Dinsos). Penanganan difokuskan pada pemulihan psikologis keluarga serta bantuan bagi pihak terdampak.

    Kepala Dinas Sosial Kota Kediri, Imam Muttaqin, mengatakan pihaknya telah menerjunkan tim pendamping rehabilitasi sosial untuk mendampingi keluarga korban.

    “Tadi mbak wali juga sudah menyampaikan. Intinya kita harus yang pertama terkait penanganan terkait psikologisnya untuk anak-anaknya, keluarganya, kemudian dan juga terkait dengan bantuan pengobatan untuk yang terdampaklah seperti itu. Kita saat ini masih prosesnya,” jelasnya, Kamis (16/4/2026).

    Selain pendampingan, Dinsos juga menyoroti pentingnya penguatan peran lingkungan terdekat, seperti RT dan kelurahan, dalam mendeteksi potensi kasus serupa sejak dini. Hal ini mengingat korban diketahui tidak terdata dalam Kartu Keluarga (KK), sehingga menyulitkan intervensi bantuan.

    “Kalau dari dinsos kan dari hulu sekali ya, terlalu jauh kalau kayak gini ada kecil gini harusnya dari misalnya dari RT lanjut ke kelurahan, kelurahan baru disampaikan kita nanti kita pasti akan turun tapi hal-hal kayak seperti ini kan sayang sekali kita tidak bisa, apa ya baru terendus. Seperti ini gitu ke depannya kita maksimalkan lagi peran kelurahan di juga rt,” lanjutnya.

    Kasus ini juga mengungkap dugaan kekerasan yang tidak hanya dialami NIZ, tetapi juga dua kakaknya, VIT (6) dan FIF (7). Kecurigaan tersebut muncul setelah warga menemukan luka memar di tubuh korban.

    Kerabat korban, Bagas Mohammad Suriyadi (21), mengaku melihat tanda-tanda mencurigakan saat kedua kakak korban berada di rumahnya usai dari pemeriksaan di kepolisian.

    “Ada bekas luka. Cek di pinggang kanan kiri kayak memar. Kalau yang bekas roko itu, sementara itu belum tahu, soalnya enggak ada yang merokok katanya,” ujarnya.

    Bagas menuturkan, selama ini korban dikenal seperti anak-anak pada umumnya dan tidak pernah secara terbuka mengeluhkan adanya kekerasan, meski sesekali menangis ketika dimarahi.

    “Enggak (cerita), cuma kalau, kan nangis ditanyain kenapa? Kadang cerita kadang nggak? Ya jawabnya dimarahin,” katanya.

    Saat ini, kedua kakak korban dalam kondisi aman dan berada bersama keluarga. Namun, menurut Bagas, keduanya terkadang terlihat lebih pendiam.

    “Biasa bermain (kedua kakaknya). Tapi kadang diam, kadang aktif,” ungkapnya.

    Sementara itu, kakak tiri korban, Muhammad Wahyudi atau Edy (26), mengaku tidak mengetahui kejadian tersebut karena tidak tinggal satu rumah dengan korban.

    “Ya, diusut saja,” terangnya singkat.

    Hingga kini, tiga anggota keluarga korban yakni ibu korban Hariyani, ayah tiri Wito, serta neneknya Sumilah masih menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Satreskrim Polres Kediri Kota untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban. [nik/ang]

    Berita Kediri Bocah Tewas Dinsos Kediri
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleKomitmen Transparansi SPMB 2026, Pemkot Kediri Hapus Praktik Titip Siswa
    Next Article Program ATM Beras Kota Kediri Kembali Dilanjutkan, Data Penerima Diperbarui Agar Tepat Sasaran

    Info Lainnya

    319 Atlet Ikuti Kejuaraan Pencak Silat Piala Bupati Kediri 2026

    18 Juli 2026 - 18:54

    Universitas Kadiri Lepas 770 Wisudawan, Targetkan Rintisan Program S3 dan Perluas Jaringan Global

    18 Juli 2026 - 18:49

    Apel Akbar Pramuka di Kediri Libatkan 10 Ribu Peserta, Dorong Generasi Muda Cinta Pertanian

    18 Juli 2026 - 08:50

    Rumah di Purwoasri Kediri Terbakar Saat Pemilik Terlelap, Kerugian Capai Rp250 Juta

    18 Juli 2026 - 08:06

    Tak Sekadar Lulus, Mas Bup Ingatkan Peserta PBK 2026 Harus Mampu Berkarya di Dunia Kerja

    17 Juli 2026 - 22:38

    Labfor Polda Jatim Olah TKP Pembakaran Rumah Janda di Plosoklaten Kediri

    17 Juli 2026 - 22:25
    Leave A Reply Cancel Reply

    Info Menarik!

    319 Atlet Ikuti Kejuaraan Pencak Silat Piala Bupati Kediri 2026

    18 Juli 2026 - 18:54

    Universitas Kadiri Lepas 770 Wisudawan, Targetkan Rintisan Program S3 dan Perluas Jaringan Global

    18 Juli 2026 - 18:49

    Apel Akbar Pramuka di Kediri Libatkan 10 Ribu Peserta, Dorong Generasi Muda Cinta Pertanian

    18 Juli 2026 - 08:50

    Rumah di Purwoasri Kediri Terbakar Saat Pemilik Terlelap, Kerugian Capai Rp250 Juta

    18 Juli 2026 - 08:06

    Tak Sekadar Lulus, Mas Bup Ingatkan Peserta PBK 2026 Harus Mampu Berkarya di Dunia Kerja

    17 Juli 2026 - 22:38
    © 2026 TahuKediri.ID | serba tahu soal Kediri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.