Close Menu
tahukediri.idtahukediri.id
    What's Hot

    319 Atlet Ikuti Kejuaraan Pencak Silat Piala Bupati Kediri 2026

    18 Juli 2026 - 18:54

    Universitas Kadiri Lepas 770 Wisudawan, Targetkan Rintisan Program S3 dan Perluas Jaringan Global

    18 Juli 2026 - 18:49

    Apel Akbar Pramuka di Kediri Libatkan 10 Ribu Peserta, Dorong Generasi Muda Cinta Pertanian

    18 Juli 2026 - 08:50
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.id
    • Beranda
    • News
    • Travel
      • Wisata
      • Kuliner
      • Seni & Budaya
    • Multimedia
      • Foto
      • Video
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Arsip
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.idtahukediri.id
    Home»News»Komitmen Transparansi SPMB 2026, Pemkot Kediri Hapus Praktik Titip Siswa

    Komitmen Transparansi SPMB 2026, Pemkot Kediri Hapus Praktik Titip Siswa

    Nanik Dwi JayantiNanik Dwi Jayanti News 16 April 2026 - 15:22
    WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Pinterest Email
    Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati tanda tangani komitmen SPMB 2026 bersih, transparan, dan berkeadilan. [nanik/tahukediri.id]
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kediri (tahukediri.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri menegaskan komitmennya dalam mewujudkan proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 yang bersih, transparan, dan berkeadilan melalui Sosialisasi dan Deklarasi SPMB yang diselenggarakan di Kantor Dinas Pendidikan Kota Kediri, Kamis (16/4/2026).

    Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menekankan bahwa pelaksanaan SPMB 2026 harus mengedepankan prinsip akuntabilitas, objektivitas, transparansi, serta keadilan bagi seluruh calon peserta didik. Ia juga mengingatkan pentingnya peran kepala sekolah dan guru dalam memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat.

    “Pada hari ini pemerintah kota, Dinas Pendidikan mengadakan sosialisasi berkaitan dengan SPMB. Harapannya, Bapak Ibu guru nantinya, Bapak Kepala Sekolah nantinya paham, bagaimana mekanismenya, bagaimana jalurnya dan nanti diharapkan bisa disosialisasikan kepada orang tua,” katanya.

    Mbak Wali, sapan akrabnya secara tegas melarang segala bentuk praktik kecurangan dalam proses penerimaan siswa baru, termasuk pungutan liar (pungli), intervensi pihak tertentu, hingga praktik “titip-menitip”.

    “Saya titip pesan kepada Bapak Ibu sekalian untuk nantinya bisa melaksanakan SPMB ini dengan cara yang baik, tidak melakukan praktik-praktik yang menyimpang. Baik itu adanya pungutan liar harus dihapuskan, tidak ada. Kemudian tidak ada lagi intervensi dari pihak lain ataupun nantinya tidak ada titip-titipan,” tegasnya.

    Mbak Wali menambahkan, bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas, tanpa diskriminasi.

    “Semuanya punya hak yang sama untuk mendapatkan akses pendidikan yang layak. Semua anak-anak kita punya hak untuk mendapatkan fasilitas aman, tidak ada bullying. Kemudian tidak ada tadinya murid idola, tapi semuanya punya hak yang sama untuk bisa mendapatkan ilmu,” terangnya.

    Sosialisasi dan Deklarasi SPMB 2026 di Kantor Dinas Pendidikan Kota Kediri. [nanik/tahukediri.id]

    Dalam pelaksanaan SPMB 2026, terdapat empat jalur utama yang akan digunakan, yakni jalur afirmasi, prestasi, domisili, dan mutasi. Keempat jalur ini dirancang untuk memastikan pemerataan akses pendidikan bagi seluruh anak di Kota Kediri.

    Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri Mandung Sulaksono menyampaikan bahwa daya tampung sekolah di Kota Kediri mencukupi untuk menampung seluruh lulusan SD.

    Untuk SMP negeri di Kota Kediri mampu menampung sekitar 3.168 siswa, sementara SMP swasta 2.080 siswa. Selain itu, Madrasah Tsanawiyah (MTs) negeri dan swasta juga memiliki kapasitas total lebih dari 1.900 siswa.

    “Dari tingkat kelulusan SD ke SMP nantinya ada sekitar 5.000 sekian. Akan tetapi daya tampung mulai MTS negeri swasta, SMP negeri swasta terakumulasi ada 7.000 bisa kita tampung,” jelasnya.

    Dalam pelaksanaan SPMB 2026, terdapat empat jalur utama yang akan digunakan, yakni jalur afirmasi, prestasi, domisili, dan mutasi. Keempat jalur ini dirancang untuk memastikan pemerataan akses pendidikan bagi seluruh anak di Kota Kediri.

    Lebih lanjut Mandung menjelaskan, tahun ini di antara empat jalur yang paling banyak memiliki kuota adalah jalur domisili. Hal ini berdasarkan evaluasi SPMB tahun kemarin.

    “Dulu untuk domisili itu berapa, terus sekarang ada usulan untuk kita tingkatkan karena pengalaman tahun kemarin jadi evaluasi sekarang,” jelasnya.

    Sementara di jalur prestasi, terdapat pembaruan berupa penggunaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai salah satu indikatornya. Penilaian akan mengkombinasikan nilai rapor sebesar 40 persen dan TKA sebesar 60 persen.

    Mandung juga menegaskan bahwa ke depan tidak ada lagi label sekolah favorit. “Kemarin kita sudah komunikasi dengan khususnya kepada SMP 1-9 bahwa mau tidak mau dari tahun ke tahun kita harus bisa memberikan pemahaman kepada warga-warga kecil bahwa untuk SMP atau SD tidak ada lagi SD yang favorit, SMP favorit,” imbuhnya.

    Komitmen Bersama dan Sosialisasi
    Kegiatan sosialisasi ini juga diikuti dengan penandatanganan deklarasi komitmen bersama untuk mengawal pelaksanaan SPMB agar berjalan sesuai ketentuan perundang-undangan.

    Mbak Wali berharap forum ini tidak hanya menjadi ajang penyampaian informasi, tetapi juga ruang diskusi dan evaluasi bagi para pendidik.

    “Tujuannya kita sama-sama komitmen untuk mengawal, mengawal pelaksanaan teknis agar nantinya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Tidak ada perilaku-perilaku yang menyimpang dari penyelenggara SPMB, baik itu berkaitan dengan, Iuran dan lain sebagainya atau berkaitan dengan ada orang-orang yang memberikan informasi tidak bertanggung jawab sehingga merugikan kepada wali murid,” pungkasnya. [nik/ang]

    Berita Kediri Kota Kediri SPMB Kediri
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleKota Kediri Tuan Rumah Raker PTN se-Jatim, Bertempat di UIN Syekh Wasil
    Next Article Kasus Bocah Tewas Dianiaya, Dinsos Kediri Dampingi Keluarga NIZ untuk Pulihkan Psikologis

    Info Lainnya

    319 Atlet Ikuti Kejuaraan Pencak Silat Piala Bupati Kediri 2026

    18 Juli 2026 - 18:54

    Universitas Kadiri Lepas 770 Wisudawan, Targetkan Rintisan Program S3 dan Perluas Jaringan Global

    18 Juli 2026 - 18:49

    Apel Akbar Pramuka di Kediri Libatkan 10 Ribu Peserta, Dorong Generasi Muda Cinta Pertanian

    18 Juli 2026 - 08:50

    Rumah di Purwoasri Kediri Terbakar Saat Pemilik Terlelap, Kerugian Capai Rp250 Juta

    18 Juli 2026 - 08:06

    Tak Sekadar Lulus, Mas Bup Ingatkan Peserta PBK 2026 Harus Mampu Berkarya di Dunia Kerja

    17 Juli 2026 - 22:38

    Labfor Polda Jatim Olah TKP Pembakaran Rumah Janda di Plosoklaten Kediri

    17 Juli 2026 - 22:25
    Leave A Reply Cancel Reply

    Info Menarik!

    319 Atlet Ikuti Kejuaraan Pencak Silat Piala Bupati Kediri 2026

    18 Juli 2026 - 18:54

    Universitas Kadiri Lepas 770 Wisudawan, Targetkan Rintisan Program S3 dan Perluas Jaringan Global

    18 Juli 2026 - 18:49

    Apel Akbar Pramuka di Kediri Libatkan 10 Ribu Peserta, Dorong Generasi Muda Cinta Pertanian

    18 Juli 2026 - 08:50

    Rumah di Purwoasri Kediri Terbakar Saat Pemilik Terlelap, Kerugian Capai Rp250 Juta

    18 Juli 2026 - 08:06

    Tak Sekadar Lulus, Mas Bup Ingatkan Peserta PBK 2026 Harus Mampu Berkarya di Dunia Kerja

    17 Juli 2026 - 22:38
    © 2026 TahuKediri.ID | serba tahu soal Kediri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.