Kediri (tahukediri.id) – Dinas Perikanan Kabupaten Kediri kembali menggelar Kediri Aquatik 2026, sebuah event tahunan yang memadukan edukasi, promosi perikanan, hingga penguatan ekonomo pembudidaya ikan hias, pada Sabtu (25/4).
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, tahun ini Kediri Aquatik digelar di Sentra Pasar Ikan Simpang Lima Gumul (SLG) Kediri selama dua hari Sabtu-Minggu dengan berbagai kegiatan menarik, mulai dari lomba mewarnai untuk anak TK, menggambar bagi SD-SMP, hingga lomba fotografi untuk umum.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kediri Nur Hafid, mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan mengenalkan dunia perikanan kepada anak-anak sejak dini melalui pendekatan kreatif seperti lomba mewarnai dan menggambar.
“Tujuan utamanya sebetulnya memberikan edukasi kepada anak-anak tentang perikanan, sehingga mewarnai dan menggambarnya pun dari ikan, karena apa? Ikan itu punya kunci pertama adalah untuk pemenuhan gizi, yang kedua untuk perbaikan ekonomi, kemudian yang ketiga untuk kesenangan, untuk hobi dan sebagainya, sehingga anak-anak itu perlu sejak dini didatangkan kesengan terhadap ikan itu,” jelasnya.
Selain itu, menurut Nur Hafid, penempatan di Sentra Pasar Ikan SLG juga sebagai bentuk peran penting dalam memfasilitasi para pembudidaya ikan, sekaligus membangun pola pikir generasi muda agar mengenal potensi sektor perikanan sejak dini.
“Sampingannya itu untuk mengenalkan bahwa disini ada sentra ikan hias. Karena mau tidak mau fungsi dari pemerintah itu untuk memfasilitasi karena saya berada di sektor Perikanan maka saya fasilitasi teman-teman yang berbudi daya ikan,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Usaha Perikanan Dinas Perikanan Kabupaten Kediri, Enisa Novia Amalia, menjelaskan bahwa antusiasme peserta tahun ini cukup tinggi. Peserta tak hanya berasal dari Kediri saja, tetapi juga luar daerah seperti Nganjuk, Surabaya, dan lainnya.
Untuk lomba mewarnai tingkat TK tercatat 100 peserta mendaftar, dengan 85 peserta hadir. Sedangkan lomba menggambar tingkat SD dan SMP diikuti masing-masing 97 dan 98 peserta.
Pesertanya yang masuk sebenarnya ada 100 peserta. Cuma yang datang dengan registrasi ada 85. Nggih. Ini tidak hanya di Kabupaten Kediri, ini ada ikut ada yang dari Nganjuk, terus ada dari Surabaya, kemudian dari Kota Kediri juga dari Kabupaten
Dan untuk pertama kalinya juga, selain kontes ikan cupang, Kediri Aquatik 2026 juga ada kontes ikan Molly, sebuah ikan hias yang sedang tren tahun ini.

“Memang sekarang yang lagi kita giatkan yaitu potensi ikan Molly karena baru terbentuk juga sosial asosiasi dari Molly Club ini. Jadi, kami dari dinas memicu teman-teman peternak Molly ini untuk lebih berkreativitas lagi, untuk meningkatkan potensinya. Jadi salah satunya kami mengadakan kontes Molly ini,” jelasnya.
Pihaknya juga menebar 30 ribu benih ikan tawes di sungai kawasan Simpang Lima Gumul sebagai bentuk pelestari ikan lokal di Kediri.
Koordinator World Wild Indonesia, Bima Nuryawan, mengatakan pihaknya mendukung penuh upaya edukasi konservasi yang dilakukan dalam Kediri Aquatik, khususnya ikan lokal.
“Kenapa kita perlu merawat ikan lokal kita, melestarikan lokal kita, dan kita sebutkan di awal tadi, karena ikan apa ini? itu sekarang ya, posisinya memang lagi ter apa, terinvasi-invasi dari ikan-ikan lokal, ikan-ikan dari asing. Keduanya, kita mengajak masyarakat bahwa kita lebih peduli, ya harusnya tadi, karena hubungannya dengan perairan. Perairan kalau kita kotor, ikan ini enggak bisa berkembang dengan baik,” terangnya.
Gelaran Kediri Aquatik 2026 di Sentra Pasar Ikan SLG juga disambut positif oleh pelaku usaha di dalamnya, khusunya pembudidaya ikan Molly. Salah satunya dari pemilik kios Molly Jaya, M. Azam Bakhor Zaidi.
“Event ini sangat bagus untuk menyemangati para pembudidaya ikan molly di Kediri. Selama ini kalau ingin ikut kontes harus ke luar daerah, sekarang bisa digelar di Kediri sendiri,” ungkapnya.
Menurut Azam, potensi budidaya ikan molly di Kabupaten Kediri sangat besar dan hampir setiap kecamatan memiliki pembudidaya aktif. Bahkan, hasil budidaya ikan molly dari Kediri telah dipasarkan hingga ke luar Pulau Jawa.
“Kediri ini sangat potensial. Pengiriman ikan molly dari sini sudah sampai ke berbagai daerah di Indonesia, dari Sumatera sampai Papua,” jelasnya.
Melalui Kediri Aquatik 2026, Dinas Perikanan Kabupaten Kediri berharap masyarakat semakin mengenal potensi sektor perikanan, khususnya ikan hias, sekaligus memperkuat peran sektor ini sebagai penopang ekonomi masyarakat.
Selain menjadi ajang promosi dan edukasi, kegiatan ini juga menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi Kabupaten Kediri ke-1222, dengan harapan mampu memperkuat identitas Kabupaten Kediri sebagai salah satu sentra ikan hias unggulan di Indonesia
“Kami berharap agar pasar ikan hias gumul ini lebih dikenal lebih luas dan bisa mendatangkan income buat pembudidaya-pembudidaya kami yang ada di pasar ikan hias ini,” tandas Enisa. [nik/ang]

