Close Menu
tahukediri.idtahukediri.id
    What's Hot

    Bukan Cuma Harga Beras Naik, Kemarau Kini Ancam Produksi Penggilingan di Kediri

    15 September 2026 - 20:18

    Gerebek Judi Sabung Ayam di Kandat Kediri, Polisi Bakar Bekas Perlengkapan

    15 September 2026 - 18:01

    Kasus Pencabulan di Ponpes Mojo Kediri, Santri Dituntut 2 Bulan Pembinaan

    15 September 2026 - 17:50
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.id
    • Beranda
    • News
    • Travel
      • Wisata
      • Kuliner
      • Seni & Budaya
    • Multimedia
      • Foto
      • Video
    • Tahu Hukum
    • Tentang
    • Arsip
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.idtahukediri.id
    Home»News»Puluhan Siswa Kota Kediri Diduga Keracunan MBG, Satgas Tutup Sementara SPPG

    Puluhan Siswa Kota Kediri Diduga Keracunan MBG, Satgas Tutup Sementara SPPG

    Nanik Dwi JayantiNanik Dwi Jayanti News 24 April 2026 - 21:16
    WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Pinterest Email
    Satuan Tugas (Satgas) MBG Kota Kediri langsung bergerak cepat untuk menangani kasus dugaan keracunan MBG. [nanik/tahukediri.id]
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kediri (tahukediri.id) – Puluhan siswa di Kota Kediri diduga mengalami keracunan MBG, pada Rabu (22/4/2026). Terkait itu, Satuan Tugas (Satgas) MBG Kota Kediri langsung bergerak cepat untuk menangani.

    Data Satgas MBG Kota Kediri menyebutkan, ada 69 siswa dari SDN Ketami 1, SDN Ketami 2, dan SDN Tempurejo 1, mengalami dugaan keracunan. Mereka mengeluhkan mual, muntah, pusing, dan demam.

    Penanganan dilakukan Satgas MBG bersama lintas sektor guna memastikan kondisi siswa tetap terpantau dan layanan Program MBG tetap berjalan.

    Banner Promo

    Kepala Bappeda Kota Kediri sekaligus Sekretaris Satgas Percepatan Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Ferry Djatmiko, menyampaikan bahwa laporan dari sekolah langsung direspons oleh Dinas Kesehatan melalui pengambilan sampel makanan.

    “Dari hasil pemeriksaan, ditemukan adanya bakteri Escherichia coli (E. coli) yang mengindikasikan makanan tidak layak konsumsi. Satgas kemudian langsung melakukan observasi ke SPPG Tempurejo,” jelas Ferry, Jumat (24/4/2026).

    Fery menyebut, kondisi siswa saat ini sudah terkendali, tidak ada yang dirawat inap, kondisi anak-anak telah membaik, serta puskesmas turut proaktif melakukan pemeriksaan.

    Fery melanjutkan, Pemerintah Kota Kediri bersama Satgas juga berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) guna melakukan evaluasi menyeluruh.

    “Kami akan memperketat SOP monitoring dan evaluasi karena ditemukan indikasi pelanggaran. Namun program ini tetap baik dan akan terus kami kawal bersama,” tegasnya.

    Sementara itu, Koordinator SPPG Wilayah Kota Kediri, Armeityansyah Wahyudi Putra, menyebut hasil investigasi menemukan adanya ketidaksesuaian prosedur saat memasak.

    “Ditemukan pelanggaran SOP, terutama pada waktu pengolahan makanan yang tidak sesuai ketentuan,” ujarnya.

    Putra menambahkan, bahwa uji organoleptik belum dilakukan secara lengkap di setiap tahapan. Menurutnya, pengujian tersebut seharusnya dilakukan setelah makanan dimasak, sebelum distribusi, dan saat diterima, namun dari hasil investigasi diketahui ada tahapan yang terlewat.

    Menyikapi hal tersebut, sebagai tindak lanjut, operasional SPPG Tempurejo dihentikan sementara guna dilakukan evaluasi lebih lanjut.

    “SPPG Tempurejo ditutup sementara, dan distribusi dialihkan ke SPPG lain agar layanan tetap berjalan,” ungkapnya.

    Sementara itu, Kasatreskrim Polres Kediri Kota, AKP Achmad Elyasarif Martadinata, menyampaikan bahwa pihaknya tengah melakukan penyelidikan.

    “Kami mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak. Saat ini fokus utama adalah memantau kondisi kesehatan para korban,” ujarnya.

    Ia menambahkan bahwa langkah lanjutan akan diambil apabila ditemukan indikasi pelanggaran hukum.

    “Jika ada indikasi pelanggaran, akan kami tindaklanjuti sesuai ketentuan,” tegasnya. [nik/ang]

    Berita Kediri Keracunan Kediri Kota Kediri MBG Kediri
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleWarga Duwet Kediri Kumpulkan 6 Artefak Temuan, LAD Harap Ada Museum Mini di Desa
    Next Article Kediri Aquatik 2026 Ramaikan Sentra Pasar Ikan SLG, Edukasi Anak hingga Dongkrak Ekonomi Ikan Hias

    Info Lainnya

    Bukan Cuma Harga Beras Naik, Kemarau Kini Ancam Produksi Penggilingan di Kediri

    15 September 2026 - 20:18

    Gerebek Judi Sabung Ayam di Kandat Kediri, Polisi Bakar Bekas Perlengkapan

    15 September 2026 - 18:01

    Kasus Pencabulan di Ponpes Mojo Kediri, Santri Dituntut 2 Bulan Pembinaan

    15 September 2026 - 17:50

    Wali Kota Vinanda Serahkan Bantuan Alat Mobilitas untuk Penyandang Disabilitas di Kediri

    15 September 2026 - 17:37

    Angin Kencang Picu Dua Kebakaran di Kediri, Lahan Tebu hingga Area RWS Terbakar

    14 September 2026 - 18:20

    Jaga Ketahanan Pangan, Polsek Kandat Dampingi Peternak Ayam di Desa Karangrejo

    14 September 2026 - 18:14
    Leave A Reply Cancel Reply

    Info Menarik!

    Bukan Cuma Harga Beras Naik, Kemarau Kini Ancam Produksi Penggilingan di Kediri

    15 September 2026 - 20:18

    Gerebek Judi Sabung Ayam di Kandat Kediri, Polisi Bakar Bekas Perlengkapan

    15 September 2026 - 18:01

    Kasus Pencabulan di Ponpes Mojo Kediri, Santri Dituntut 2 Bulan Pembinaan

    15 September 2026 - 17:50

    Wali Kota Vinanda Serahkan Bantuan Alat Mobilitas untuk Penyandang Disabilitas di Kediri

    15 September 2026 - 17:37

    Angin Kencang Picu Dua Kebakaran di Kediri, Lahan Tebu hingga Area RWS Terbakar

    14 September 2026 - 18:20
    © 2026 TahuKediri.ID | serba tahu soal Kediri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.