Kediri (tahukediri.id) – Harga bahan pokok di Kota Kediri mulai merangkak naik. Tim Satgas Pangan Satreskrim Polres Kediri Kota menemukan sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan harga signifikan saat melakukan inspeksi mendadak di Pasar Setono Betek, Kamis (11/6/2026)
Sidak yang melibatkan Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Tingkat III Batalyon Ksatriya Hawin Sarwahita itu juga mengungkap berkurangnya stok Minyakita di beberapa kios.
Kasat Reskrim Polres Kediri Kota, AKP Achmad Elyasarif Martadinata mengatakan, kegiatan pemantauan sekaligus menjadi sarana pembelajaran bagi para taruna yang akan segera lulus dan bertugas di tengah masyarakat.
“Kita bawa adik-adik biar apa? Biar mereka mengetahui bahwasanya tugas kepolisian khususnya di fungsi reserse ini, di Satgas Pangan ini adalah mengecek bahan-bahan pokok khususnya. Ada ada beras, minyak, telur, daging yang intinya ada harga-harganya yang ditetapkan oleh pemerintah,” jelasnya.
Dari hasil pantauan petugas juga menemukan beberapa komoditas yang dijual melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET). Seperti bawang merah yang semula Rp41.500 menjadi Rp50.000 per kilogram. Sementara cabai rawit merah mengalami kenaikan dari Rp57.000 menjadi Rp68.000 per kilogram.
Meski demikian, tidak semua bahan pokok mengalami kenaikan. Harga telur ayam justru turun dari Rp30.000 menjadi Rp25.000 per kilogram. Cabai merah keriting juga turun dari Rp55.000 menjadi Rp48.000 per kilogram.
AKP Achmad mengatakan pihaknya akan melakukan penelusuran lebih lanjut terkait penyebab kenaikan harga maupun berkurangnya stok beberapa komoditas di pasaran.
“Nanti kita akan koordinasikan ke pusat. Karena apa? Bukan di Kediri saja yang mengalami kenaikan. Ada beberapa tempat khususnya di wilayah Jawa Timur yang mengalami kenaikan. Nanti kita akan menelusuri penyebabnya apa, apakah karena stoknya kurang atau seperti apa, kita akan telusuri atau memang ada kendala lain,” terangnya.
Selain harga, Satgas Pangan juga memantau ketersediaan stok bahan pokok, termasuk Minyakita yang sempat dikeluhkan pedagang karena pasokannya berkurang.
Salah satu pedagang sembako Pasar Setono Betek, Ummah (47), mengaku pasokan Minyakita kemasan satu liter sempat kosong hampir dua bulan. Saat ini dirinya hanya menerima sekitar 13 karton dalam sekali pengiriman.
“Hampir dua bulan tidak ada Minyak Kita yang 1 liter. Sekarang dapatnya 13 karton, 2 liter. Harganya tetep,” ungkapnya.
Menurut Ummah, keterbatasan stok membuat dirinya lebih memprioritaskan penjualan kepada pelanggan tetap agar distribusi minyak goreng subsidi tersebut lebih merata dan tidak diborong oleh pihak yang diduga akan menjual kembali dengan harga lebih tinggi.
“Ya kita mainnya pelanggan gitu. Pelanggan yang penting, pelanggan kita setiap hari yang datang setiap hari itu loh, Mbak. Itu yang penting dapat. Cuma kalau orang-orang luar itu kalau beli itu ya tetap tak kasih,” jelasnya.
Sementara itu, stok beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dipastikan masih aman dengan harga yang tetap stabil.
Meski belum menerima laporan terkait harga maupun berkurangnya stok minyak, Tim Satgas Pangan Satreskrim Polres Kediri Kota memastikan pemantauan harga dan stok bahan pokok akan terus dilakukan guna menjaga stabilitas pasokan serta melindungi masyarakat dari potensi kelangkaan maupun lonjakan harga yang tidak wajar. [nik/ang]

