Kediri (tahukediri.id) – Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri memastikan pelayanan kebersihan tetap berjalan optimal selama libur Lebaran 2026.
Kepala DLHKP Kota Kediri, Indun Munawaroh, menegaskan bahwa seluruh petugas di lapangan tetap bekerja seperti biasa tanpa libur, demi menjaga kebersihan kota di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat.
“Kami, pasukan DLHKP, baik itu di TPA, baik itu di Sapu Jalan, baik itu yang potong pohon, kita tidak ada libur, Tetap melakukan aktivitasnya seperti biasa. Cuma, mungkin yang hanya standby adalah pasukan potong pohon yang yang akan kita standby-kan di kantor,” jelasnya.
Indun menambahkan, langkah siaga tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi pohon tumbang, selama libur lebaran. DLHKP juga terus berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) guna memastikan respons cepat jika terjadi kondisi darurat.
“Kita tetap ready, berkoordinasi dengan BPBD. Tapi tidak melakukan kegiatan potong pohon rutinan, tidak ada seperti itu,” imbuhnya.
Selain itu, operasional Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan kegiatan penyapuan jalan tetap berjalan normal. Hal ini dilakukan mengingat pengalaman tahun sebelumnya menunjukkan lonjakan produksi sampah saat Lebaran, terutama pada H-1 dan H+1.
“Produksi sampah kita tahun lalu di 190 ton. Itu lebaran 2 hari itu. Jadi, produksi yang harian kita di angka 150 sampai 160 ton per day. Ada, selalu ada peningkatan di tahun apa, Lebaran seperti itu. Sama juga di tahun baru kemarin seperti itu,” terangnya.
Menurutnya sampah rumah tangga menjadi penyumbang terbesar, terutama dari sisa makanan khas Lebaran seperti opor ayam, rendang, soto, ketupat, serta kemasan makanan dan minuman.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, DLHKP memastikan sekitar 500 petugas kebersihan tetap siaga di lapangan. Mereka ditugaskan untuk memastikan Kota Kediri sudah bersih sejak pagi hari.
“Saya perintahkan pukul 06.00 pagi, seluruh jalan di Kota Kediri sudah bersih. Walaupun sebelumnya ada kotoran di jalan protokol, harus segera ditangani,” tegasnya.
Yulistyo (41), salah satunya. Petugas kebersihan yang telah bekerja selama 15 tahun ini mengaku tetap menjalankan tugasnya seperti biasa, bahkan lebih awal saat hari lebaran.
“Saya bagian sapuan jalan di Jalan Wahid Hasyim. Kalau Lebaran, kami mulai lebih pagi, jam 02.30 sudah berangkat. Jam 05.00 jalan harus sudah bersih,” ungkapnya.
Yulistyo menjelaskan, ia bekerja dalam dua sesi setiap hari, yakni pukul 05.00 hingga 09.00 pagi, dan dilanjutkan pukul 13.00 hingga 17.00 sore. Meski tanpa libur, ia tetap menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab demi kenyamanan masyarakat.
Dengan kesiapan penuh dari seluruh petugas, DLHKP berharap Kota Kediri tetap bersih, nyaman, dan kondusif selama perayaan Lebaran berlangsung.
“Nggak ada libur. Kalau libur sehari bahaya ini. Sampai ngumpul di mana-mana,” tandas Indun. [nik/ang]

