Kediri (tahukediri.id) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri menyiapkan berbagai langkah strategis untuk menghadapi lonjakan wisatawan selama libur Lebaran 2026 dengan memastikan kesiapan destinasi, SDM, dan tarif tiket yang terjangkau.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri Mustika Prayitno Adi mengatakan persiapan dilakukan sesuai arahan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana guna mengoptimalkan kunjungan wisatawan.
“Kami telah menyiapkan SDM (sumber daya manusia) terhadap lonjakan wisatawan, pembenahan dan kalibrasi peralatan dan wahana yang sudah ada,” katanya.
Ia menjelaskan fokus pengamanan dan pengelolaan wisata akan diarahkan pada sejumlah destinasi unggulan di Kabupaten Kediri, seperti Gunung Kelud, Simpang Lima Gumul, kawasan wisata Besuki, serta Ubalan Kediri.
Selain kesiapan destinasi, Pemkab Kediri juga menetapkan tarif tiket masuk wisata sesuai Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2024. Untuk hari Sabtu, Minggu, dan hari libur, tiket anak-anak dipatok Rp8.000 dan dewasa Rp10.000.
Sementara tarif parkir kendaraan ditetapkan sebesar Rp3.000 untuk sepeda motor, Rp5.000 untuk mobil, Rp10.000 untuk minibus, serta Rp15.000 untuk bus atau truk.

Tarif tersebut berlaku di sejumlah objek wisata, antara lain Gunung Kelud, Ubalan, kawasan wisata Besuki, serta Pemandian Cora Pare.
Adapun untuk Museum Sri Aji Joyoboyo, tidak dikenakan tiket masuk. Namun, museum tersebut baru dapat dikunjungi mulai 25 Maret 2026.
Mustika menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen menghadirkan pelayanan terbaik bagi wisatawan selama periode libur Lebaran.
“Kami berupaya menghadirkan pelayanan terbaik agar wisatawan merasa aman dan nyaman selama berada di Kediri,” tandasnya. [nik/ang]

