Kediri (tahukediri.id) – Hari terakhir masuk sekolah, Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri mengimbau seluruh satuan pendidikan agar tidak memberikan tugas-tugas akademik kepada siswa selama masa liburan sekolah, Natal dan Tahun Baru (Nataru). Imbauan tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Mokhamat Muhsin, sebagai upaya memastikan liburan dimanfaatkan anak-anak untuk kegiatan yang positif dan bermakna bersama keluarga, Sabtu (20/12/2025).
Muhsin menegaskan, liburan sekolah seharusnya menjadi momentum bagi siswa untuk beristirahat, bersilaturahmi, dan mempererat hubungan dengan orang tua serta keluarga besar. Anak-anak diharapkan dapat mengisi waktu libur dengan aktivitas sederhana di lingkungan sekitar, tanpa dibebani pekerjaan sekolah.
“Jadi liburan ini memang kita sarankan, anak-anak tetap melakukan kegiatan yang positif ya, berjunjung ke sana, ke keluarga, dan menikmati liburan dengan orang tua. Tidak ada tugas-tugas ya. Jadi kita menghimbau pada sekolah tidak memberikan tugas-tugas akademik,” katanya pada awak media di kesempatan penyerahan SK PPPK Paruh Waktu, pada Kamis (18/12).
Berbeda dengan siswa, meski llibur, Muhsin menegaskan bahwa para guru tidak sepenuhnya libur. Selama masa liburan, guru tetap diminta melakukan berbagai persiapan pembelajaran untuk menghadapi semester berikutnya, termasuk perencanaan administrasi dan kesiapan materi ajar.
“Kemudian, guru juga bukan libur. Jadi, guru-guru kita minta juga selama liburan untuk persiapan-persiapan ya, di semester yang akan datang,”
Selain itu, Dinas Pendidikan juga mengingatkan sekolah agar meningkatkan kewaspadaan terhadap keamanan lingkungan sekolah selama liburan. Berdasarkan catatan Disdik, hampir setiap masa liburan selalu terjadi kasus kehilangan barang di sekolah.
“Jadi ini kejadian yang menjadi catatan saya setiap liburan ada saja sekolah yang mengalami musibah. Tahun ini saja, tahun ini saja sudah ada lima kasus yang masuk. Iya, rata-rata yang hilang ya komputer, laptop. Kalau uang kan nggak ada, ya barang-barang elektronik ini,” ujarn Muhsin.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Muhsin mengimbau sekolah agar mengamankan peralatan berharga. Jika ruang kelas belum memiliki pengamanan memadai seperti teralis atau pintu ganda, barang-barang bernilai disarankan dititipkan sementara di rumah guru terdekat selama liburan.
Kepada siswa, Muhsin berpesan agar memanfaatkan liburan untuk refreshing yang aman dan bermanfaat. Ia mengingatkan anak-anak untuk tetap menjaga kesehatan serta menghindari aktivitas berbahaya tanpa pendampingan orang dewasa.
“Ya, untuk siswa tentu di liburan ini dimanfaatkan untuk refreshing, refreshing yang bermakna. Dolan-dolan sama teman-teman di sekitar rumah, main silaturahim dengan saudara-saudara, paman-paman, bibi-bibi, ya, saudara-saudara. Di luar kota juga nggak apa-apa. Jaga, kesehatan, menjaga diri dan bermain di tempat-tempat yang membahayakan, ya, tanpa pendampingan,” pesannya.
Sementara kepada orang tua, Muhsin berharap agar tidak membiarkan anak menikmati liburan sendirian, termasuk terlalu lama bermain gawai atau komputer. Orang tua diharapkan aktif mengajak anak berlibur, bersilaturahmi, atau melakukan kegiatan bersama keluarga.
“Orang tua sebaiknya mengajak anak-anak untuk liburan bareng, Mbak. Mau reuni, mau apa, mau silaturahim, mau apa ya. Jangan dibiarkan anak menikmati liburan sendiri ya, selama dua pekan, hampir dua pekan kan ya,” pungkasnya. [nik/ang]

