Close Menu
tahukediri.idtahukediri.id
    What's Hot

    Tak Hanya Bantuan, Kapolres Kediri Beri Dukungan Moril untuk Marfel, Bocah 11 Tahun yang Rawat Ibunya

    22 September 2026 - 20:43

    Lima Hari Sekolah di Kediri Belum Diputuskan, Disdik Siapkan 3 Alternatif

    22 September 2026 - 20:38

    Komisi B DPRD Kota Kediri Janji Kaji Regulasi Pasar Bandar dan Pahing, Pedagang Tunggu Langkah Konkret

    22 September 2026 - 20:30
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.id
    • Beranda
    • News
    • Travel
      • Wisata
      • Kuliner
      • Seni & Budaya
    • Multimedia
      • Foto
      • Video
    • Tahu Hukum
    • Tentang
    • Arsip
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.idtahukediri.id
    Home»News»Lima Hari Sekolah di Kediri Belum Diputuskan, Disdik Siapkan 3 Alternatif

    Lima Hari Sekolah di Kediri Belum Diputuskan, Disdik Siapkan 3 Alternatif

    Nanik Dwi JayantiNanik Dwi Jayanti News 22 September 2026 - 20:38
    WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Pinterest Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kediri (tahukediri.id) – Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri masih merangkum sejumlah kajian dan aspirasi masyarakat sebagai bahan pertimbangan terkait kebijalan lima hari sekolah sebelum diputuskan.

    Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Mokhamat Muhsin, menyebut ada tiga alternatif yang disiapkan. Yakni kebijakan lima hari sekolah tidak diterapkan, langsung diterapkan, atau terlebih dahulu dilakukan melalui uji coba.

    “Nanti kami akan mengajukan alternatif-alternatif misalnya dari kajian, dari pendapat publik itu bisa diajukan alternatif pertama misalnya kegiatan 5 hari sekolah tidak jadi atau jadi langsung dilaksanakan atau melalui uji coba,” jelasnya.

    Banner Promo

    Menurutnya, alternatif tersebut disusun berdasarkan hasil kajian serta pendapat publik yang telah dihimpun Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri. Survei juga dilakukan dengan melibatkan siswa dan orang tua.

    “Jadi ada ada tiga alternatif itu yang nanti akan kita sampaikan tapi kajian dari kajian dan pendapat publik kemarin kita lampirkan. Termasuk masuk survei ya kepada anak-anak.
    ke orang tua hasilnya juga sudah. Nanti kita laporkan ke pimpinan,” terangnya.

    Lebih jauh Muhsin menjelaslan, jika opsi uji coba dipilih, Dinas Pendidikan tidak akan serta-merta menerapkannya di seluruh sekolah.

    Menurutnya kesiapan masing-masing satuan pendidikan akan menjadi pertimbangan. Sekolah yang dinilai siap nantinya dapat ditunjuk sebagai lokasi uji coba.

    “Kita harus perhitungkan misalnya nanti akan ada uji coba. Kita juga akan siapkan guru-guru ngaji yang di sekolah sehingga anak-anak yang 5 hari sekolah itu benar-benar yang sudah ngaji tetap mendapat layanan ngaji, yang belum ngaji di di masyarakat nanti malah ngaji,” terangnya.

    Meski begitu, lanjutnya, pihaknya juga belum memastikan pelaksanaan uji coba sekolah lima hari tersebut.

    “Enggak ada, enggak ada target. Udah ini pokoknya. Ya, kita mengalir saja ya. Sambil mencari solusi perbaikan-perbaikan, persiapan sesuai dengan keinginan masyarakat,” jelasnya.

    Menurut Muhsin, salah satu persoalan yang menjadi perhatian dalam rencana lima hari sekolah adalah keberlangsungan kegiatan mengaji siswa.

    Kekhawatiran tersebut juga sempat disampaikan sejumlah organisasi masyarakat, bahwa penerapan sekolah hingga sore dapat membuat anak kelelahan sehingga mengurangi atau bahkan meninggalkan kegiatan mengaji di lingkungan tempat tinggal.

    “Ormas itu, kemarin juga menyampaikan pendapat ya. Pendapatnya baik, mengkhawatirkan bahwa anak-anak yang selama ini ngaji itu nanti ketika sekolahnya sampai sore, eh kecapekan dan dan enggak ngaji,” katanya.

    Muhsin melanjutkan, dalam hal ini, pihaknya telah melakukan pendataan mengenai siswa yang mengikuti kegiatan mengaji, termasuk waktu pelaksanaannya.

    Dari pendataan sementara, waktu mengaji siswa berbeda-beda. Sebagian besar siswa SMP mengikuti kegiatan mengaji setelah Magrib. Sementara siswa SD memiliki waktu mengaji yang lebih beragam, mulai sekitar pukul 15.00, 16.00 hingga 17.00.

    Perbedaan tersebut nantinya akan dianalisis untuk mengetahui apakah perubahan jam sekolah akan berdampak terhadap kegiatan mengaji siswa.

    “Kan untuk bagian anak-anak yang kelas rendah kan yang ngajinya biasanya si siang. Nah, ini nanti akan kita analisis berpengaruh enggak jam sekolah mereka dengan pelaksanaan ngaji dan itu nanti akan kita komunikasikan dengan semua pemangku kepentingan ya, agar semuanya berjalan,” jelasnya.

    Untuk memastikan siswa tetap mendapatkan layanan pendidikan agama, Dinas Pendidikan juga menyiapkan opsi menghadirkan guru ngaji di sekolah.

    Dengan skema tersebut, siswa yang selama ini sudah mengikuti kegiatan mengaji di masyarakat tetap dapat melanjutkan aktivitas keagamaannya, sementara siswa yang belum mengikuti kegiatan mengaji dapat memperoleh layanan di sekolah.

    “Kita akan menyiapkan opsi eh sekolah-sekolah menyediakan guru ngaji ya. Monggo nanti guru ngaji yang baru atau yang sudah memperoleh bisyaroh kita kita sedang komunikasikan ini. Jadi kan enggak mungkin guru agama itu mencukupi untu itu,” terang Muhsin.

    Dinas Pendidikan juga telah mendata jumlah siswa yang sudah dan belum mengikuti kegiatan mengaji. Data tersebut akan menjadi dasar dalam menyiapkan pola layanan apabila lima hari sekolah nantinya diterapkan.

    Selain itu, program pembiasaan keagamaan di sekolah juga akan terus diperkuat melalui sekolah berbudaya religi.

    “Ini kita upayakan terus nanti menjadi bagian dari layanan pendidikan untuk anak-anak, berapa pun hari sekolahnya,” ujarnya.

    Muhsin menegaskan, layanan pendidikan agama di sekolah nantinya tetap harus diberikan kepada seluruh siswa tanpa membedakan agama.

    “Jadi, ini ngaji, belajar agama ini tidak diskriminasi ya. Berarti kalau di sekolah itu ada yang beragama selain Islam dengan kegiatan ngaji-ngaji apa, belajar ya masing-masing harus mendapatkan pelayanan,” tegasnya.

    Namun seluruh rencana tersebut masih dalam tahap kajian dan komunikasi dengan berbagai pihak. Keputusan final mengenai penerapan lima hari sekolah nantinya akan disampaikan oleh pimpinan daerah.

    “Nanti biar diumumkan Mas Bup (sapan akrab Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana,” pungkas Muhsin. [nik/ang]

    Berita Kediri Dinas Pendidikan Kediri Lima Hari Sekolah
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleKomisi B DPRD Kota Kediri Janji Kaji Regulasi Pasar Bandar dan Pahing, Pedagang Tunggu Langkah Konkret
    Next Article Tak Hanya Bantuan, Kapolres Kediri Beri Dukungan Moril untuk Marfel, Bocah 11 Tahun yang Rawat Ibunya

    Info Lainnya

    Tak Hanya Bantuan, Kapolres Kediri Beri Dukungan Moril untuk Marfel, Bocah 11 Tahun yang Rawat Ibunya

    22 September 2026 - 20:43

    Komisi B DPRD Kota Kediri Janji Kaji Regulasi Pasar Bandar dan Pahing, Pedagang Tunggu Langkah Konkret

    22 September 2026 - 20:30

    Mayat Perempuan Tanpa Identitas Gegerkan Bendungan Waruturi Kediri

    22 September 2026 - 17:05

    Definisi Pencurian, Jenis dan Dasar Hukumnya

    22 September 2026 - 09:56

    Lebih dari 100 Sekolah di Kediri Dapat Bantuan Program Revitalisasi dari Pemerintah Pusat

    22 September 2026 - 09:11

    Bocah 2,5 Tahun Terkunci di Dalam Mobil di Pare Kediri, Damkar Pos Pare Turun Tangan

    21 September 2026 - 16:59
    Leave A Reply Cancel Reply

    Info Menarik!

    Tak Hanya Bantuan, Kapolres Kediri Beri Dukungan Moril untuk Marfel, Bocah 11 Tahun yang Rawat Ibunya

    22 September 2026 - 20:43

    Lima Hari Sekolah di Kediri Belum Diputuskan, Disdik Siapkan 3 Alternatif

    22 September 2026 - 20:38

    Komisi B DPRD Kota Kediri Janji Kaji Regulasi Pasar Bandar dan Pahing, Pedagang Tunggu Langkah Konkret

    22 September 2026 - 20:30

    Mayat Perempuan Tanpa Identitas Gegerkan Bendungan Waruturi Kediri

    22 September 2026 - 17:05

    Definisi Pencurian, Jenis dan Dasar Hukumnya

    22 September 2026 - 09:56
    © 2026 TahuKediri.ID | serba tahu soal Kediri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.