Kediri (tahukediri.id) – Pemerintah Kota Kediri memberikan apresiasi kepada kafilah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) yang telah mengharumkan nama daerah pada MTQ XXXI Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2025 di Kabupaten Jember. Apresiasi tersebut diserahkan langsung oleh Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, di Ruang Joyoboyo, Balai Kota Kediri, pada Kamis (5/2/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Vinanda menyampaikan bahwa perjuangan para kafilah MTQ tidaklah ringan dan setiap ikhtiar yang dilakukan merupakan bagian dari ibadah. Dari total 17 kafilah yang dikirim, empat di antaranya berhasil menembus lima besar dan meraih prestasi di tingkat provinsi.
“Alhamdulillah, dari 17 kafilah, empat di antaranya berhasil masuk lima besar. Ini tentu menjadi kebanggaan bagi Kota Kediri,” ujar Mbak Wali.
Sebagai bentuk perhatian dan apresiasi, Pemerintah Kota Kediri memberikan hadiah berupa uang tunai sebesar Rp5 juta kepada masing-masing pemenang. Diharapkan, apresiasi tersebut dapat menjadi penyemangat bagi para kafilah untuk terus belajar, berlatih, dan meningkatkan prestasi ke depan.
Meski demikian, Vinanda tidak menampik bahwa capaian MTQ 2025 juga menjadi bahan evaluasi bersama. Secara peringkat, Kota Kediri berada di posisi ke-26 se-Jawa Timur. Menurutnya, hasil tersebut harus dijadikan motivasi untuk melakukan pembenahan, khususnya dalam pembinaan kafilah.
“Ini menjadi evaluasi sekaligus motivasi bersama, terutama bagi pelatih dan pendamping. Kita harus mulai mempersiapkan diri sejak sekarang untuk MTQ tahun 2027 di Tulungagung,” tegasnya.
Ia menambahkan, masih ada waktu yang cukup untuk menjaring bibit-bibit terbaik, melakukan pembinaan secara berkelanjutan, serta memberikan pendampingan yang lebih optimal. Mbak Wali menegaskan, Kota Kediri tidak boleh kalah dalam ajang MTQ, mengingat identitasnya sebagai kota santri.
“Masa kota santri tidak bisa berprestasi lebih baik. Ini tantangan bagi kita semua,” imbuhnya.
Sementara itu, salah satu peraih Juara Harapan 1 Cabang Musabaqah Khottil Qur’an (MKQ) Dekorasi, M. Tajudin Subki, mengungkapkan bahwa persiapan yang ia lakukan memakan waktu sekitar satu tahun. Menurutnya, cabang dekorasi memiliki tingkat kesulitan lebih tinggi karena membutuhkan banyak alat, bahan, dan tenaga.
“Kalau dekorasi itu lebih kompleks. Peralatannya lebih banyak dan butuh tenaga ekstra,” ungkap Tajudin, yang dibina oleh Ustaz Yusron, pembina kaligrafi berpengalaman dan mantan juara nasional.
Selain Tajudin, kafilah Kota Kediri juga meraih prestasi melalui Zuhaili Zahrotul Maula sebagai Juara Harapan 2 MKQ Naskah, Maftuh Hanan Ahyad sebagai Juara Harapan 1 MKQ Hiasan Mushaf, serta Zaskia Qotrunnada Na’ibah sebagai Juara Harapan 1 Cabang Tilawah Anak-anak.
Mbak Wali menegaskan, kehadiran para kafilah MTQ merupakan wujud nyata semangat Kota Kediri dalam menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber inspirasi, pedoman hidup, dan cahaya dalam setiap langkah pembangunan. Hal ini sejalan dengan visi Kota Kediri yang maju, agamis, produktif, aman, dan ngangeni (MAPAN).
“Pembangunan tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga pembangunan spiritual agar lahir generasi yang berakhlak mulia dan cinta Al-Qur’an,” pungkasnya. [tan/ang]

