Close Menu
tahukediri.idtahukediri.id
    What's Hot

    Minat Sekolah Rakyat di Kabupaten Kediri Melonjak, Pendaftar SMP dan SMA Lampaui Kuota

    5 Juni 2026 - 08:14

    Kota Kediri Dipilih Jadi Lokasi Perkemahan Wirakarya Jatim, Tiga RTLH Siap Direhab

    3 Juni 2026 - 18:07

    Berprestasi di Berbagai Ajang, 58 Atlet Kediri Raih Beasiswa dari Pemkab

    3 Juni 2026 - 18:01
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.id
    • Beranda
    • News
    • Travel
      • Wisata
      • Kuliner
      • Seni & Budaya
    • Multimedia
      • Foto
      • Video
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Arsip
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.idtahukediri.id
    Home»News»Minat Sekolah Rakyat di Kabupaten Kediri Melonjak, Pendaftar SMP dan SMA Lampaui Kuota

    Minat Sekolah Rakyat di Kabupaten Kediri Melonjak, Pendaftar SMP dan SMA Lampaui Kuota

    Nanik Dwi JayantiNanik Dwi Jayanti News 5 Juni 2026 - 08:14
    WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Pinterest Email
    Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kediri, Subur Widono
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kediri (tahukediri.id) – Minat masyarakat terhadap program Sekolah Rakyat di Kabupaten Kediri menunjukkan tren positif. Bahkan, jumlah calon siswa jenjang SMP dan SMA yang telah dinyatakan layak dan berminat mengikuti program tersebut kini melampaui kuota yang tersedia.

    Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Sosial masih terus melakukan proses penjangkauan dan verifikasi calon peserta didik yang berasal dari keluarga miskin ekstrem. Proses tersebut ditargetkan selesai pada akhir Juni 2026 sebelum penetapan peserta didik dilakukan secara resmi.

    Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kediri, Subur Widono, menjelaskan bahwa hingga saat ini tahapan penjangkauan calon siswa masih berlangsung. Tim yang terdiri dari Dinas Sosial, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), dan petugas Kementerian Sosial terus melakukan verifikasi langsung kepada keluarga yang masuk dalam basis data penerima manfaat.

    Menurut Subur, sasaran utama program Sekolah Rakyat adalah anak-anak dari keluarga miskin ekstrem yang masuk kategori Desil 1 dan Desil 2 berdasarkan data Kementerian Sosial.

    Proses penjangkauan menjadi tahapan penting untuk memastikan program benar-benar menyasar keluarga yang paling membutuhkan. Dari sekitar 42 ribu kepala keluarga yang tercatat dalam basis data, tidak seluruhnya memiliki anak usia sekolah, dan tidak semua keluarga yang memenuhi syarat langsung berminat mengikuti program tersebut.

    “Kemudian terkait proses penjangkauan sampai saat ini kita masih dalam proses. Nanti sampai akhir Juni proses penjangkauan selesai, baru kemudian ditetapkan,” kata Subur, Jumat (5/6/2026).

    Meski proses verifikasi masih berjalan, antusiasme masyarakat dinilai jauh lebih tinggi dibandingkan tahap awal sosialisasi program. Meningkatnya pemahaman masyarakat mengenai konsep Sekolah Rakyat menjadi salah satu faktor yang mendorong bertambahnya jumlah pendaftar.

    Data sementara menunjukkan jumlah calon siswa SMP yang telah dinyatakan layak dan berminat mencapai 137 anak, sementara kuota yang tersedia hanya 90 siswa. Kondisi serupa juga terjadi pada jenjang SMA, di mana jumlah calon siswa mencapai 167 anak dari kuota yang sama, yakni 90 siswa.

    Sementara itu, minat untuk jenjang SD masih relatif rendah. Menurut Subur, salah satu penyebabnya adalah masih adanya keraguan orang tua untuk melepas anak usia sekolah dasar tinggal terpisah dari keluarga dalam sistem pendidikan berasrama yang diterapkan Sekolah Rakyat.

    Program Sekolah Rakyat sendiri menjadi salah satu upaya pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi kelompok masyarakat rentan. Melalui sistem pendidikan gratis dan fasilitas penunjang yang disediakan negara, program ini diharapkan mampu memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.

    Selain memberikan akses pendidikan yang lebih merata, keberadaan Sekolah Rakyat juga berpotensi mengurangi angka putus sekolah di kalangan keluarga kurang mampu. Program tersebut memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk memperoleh pendidikan yang layak tanpa terbebani biaya pendidikan maupun kebutuhan penunjang lainnya.

    Subur menjelaskan bahwa jumlah pendaftar yang saat ini tercatat masih bersifat dinamis karena proses penjangkauan terus berjalan hingga akhir Juni.

    “SMP minat dan layak 137 anak dengan kuota 90. SMA 167 anak dengan kuota 90. Ini masih berjalan terus, tentunya bisa bertambah dan juga bisa berkurang,” jelasnya.

    Ia menambahkan, apabila jumlah calon siswa yang memenuhi syarat melebihi kuota, maka akan dilakukan proses seleksi berdasarkan tingkat prioritas dan kondisi sosial ekonomi keluarga.

    “Tentunya nanti ada mekanisme peringkingan. Artinya yang paling prioritas dan paling layak akan menjadi prioritas utama sampai memenuhi kuota yang tersedia,” ungkap Subur.

    Selain proses seleksi siswa, pembangunan fasilitas Sekolah Rakyat di Kabupaten Kediri juga terus dikebut. Hingga pekan lalu progres pembangunan telah mencapai sekitar 76 persen dan saat ini diperkirakan telah menembus angka lebih dari 80 persen.

    Subur optimistis seluruh pekerjaan konstruksi dapat selesai sesuai target yang ditetapkan pemerintah pusat sehingga kegiatan belajar mengajar dapat segera dimulai sesuai jadwal.

    “Targetnya 20 Juni sudah selesai. Minggu lalu progresnya 76 persen dan sekarang kemungkinan sudah lebih dari 80 persen,” tegasnya.

    Tingginya minat masyarakat terhadap Sekolah Rakyat menunjukkan semakin besarnya harapan keluarga kurang mampu terhadap akses pendidikan yang berkualitas dan terjangkau. Dengan proses verifikasi yang masih berlangsung serta pembangunan fasilitas yang terus dikebut, Pemerintah Kabupaten Kediri optimistis program ini dapat berjalan sesuai jadwal.

    Ke depan, Sekolah Rakyat diharapkan menjadi instrumen penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus mempercepat upaya pengentasan kemiskinan melalui pengembangan sumber daya manusia yang lebih unggul dan berdaya saing. [nik/ang]

    Berita Kediri Kabupaten Kediri Sekolah Rakyat Kediri
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleKota Kediri Dipilih Jadi Lokasi Perkemahan Wirakarya Jatim, Tiga RTLH Siap Direhab

    Info Lainnya

    Kota Kediri Dipilih Jadi Lokasi Perkemahan Wirakarya Jatim, Tiga RTLH Siap Direhab

    3 Juni 2026 - 18:07

    Berprestasi di Berbagai Ajang, 58 Atlet Kediri Raih Beasiswa dari Pemkab

    3 Juni 2026 - 18:01

    Target 5 Besar di Porprov 2027, Ini Strategi KONI Kabupaten Kediri

    3 Juni 2026 - 17:57

    Pemkab Kediri Deklarasi SPMB 2026 Tanpa Titipan, Warga Diminta Laporkan Kecurangan

    3 Juni 2026 - 17:52

    Polres Kediri Ungkap 46 Kasus Narkoba, Ringkus 50 Tersangka

    2 Juni 2026 - 19:19

    Mutasi Besar di Polres Kediri, Sejumlah Kapolsek dan Pejabat Strategis Diganti

    2 Juni 2026 - 15:56
    Leave A Reply Cancel Reply

    Info Menarik!

    Minat Sekolah Rakyat di Kabupaten Kediri Melonjak, Pendaftar SMP dan SMA Lampaui Kuota

    5 Juni 2026 - 08:14

    Kota Kediri Dipilih Jadi Lokasi Perkemahan Wirakarya Jatim, Tiga RTLH Siap Direhab

    3 Juni 2026 - 18:07

    Berprestasi di Berbagai Ajang, 58 Atlet Kediri Raih Beasiswa dari Pemkab

    3 Juni 2026 - 18:01

    Target 5 Besar di Porprov 2027, Ini Strategi KONI Kabupaten Kediri

    3 Juni 2026 - 17:57

    Pemkab Kediri Deklarasi SPMB 2026 Tanpa Titipan, Warga Diminta Laporkan Kecurangan

    3 Juni 2026 - 17:52
    © 2026 TahuKediri.ID | serba tahu soal Kediri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.