Close Menu
tahukediri.idtahukediri.id
    What's Hot

    319 Atlet Ikuti Kejuaraan Pencak Silat Piala Bupati Kediri 2026

    18 Juli 2026 - 18:54

    Universitas Kadiri Lepas 770 Wisudawan, Targetkan Rintisan Program S3 dan Perluas Jaringan Global

    18 Juli 2026 - 18:49

    Apel Akbar Pramuka di Kediri Libatkan 10 Ribu Peserta, Dorong Generasi Muda Cinta Pertanian

    18 Juli 2026 - 08:50
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.id
    • Beranda
    • News
    • Travel
      • Wisata
      • Kuliner
      • Seni & Budaya
    • Multimedia
      • Foto
      • Video
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Arsip
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.idtahukediri.id
    Home»Seni dan Budaya»Musik Tong-Tong, Kuda Lumping Kota Batu hingga Kisah Cinta Nyi Roro Kidul Meriahkan DNC 2025

    Musik Tong-Tong, Kuda Lumping Kota Batu hingga Kisah Cinta Nyi Roro Kidul Meriahkan DNC 2025

    Mohamad EdyMohamad Edy Seni dan Budaya 15 November 2025 - 23:00
    WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Pinterest Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kediri (tahukediri.id) – Dhoho Night Carnival 2025 berlangsung meriah, Sabtu (15/11/2025). Bukan hanya instansi Pemerintahan Kota Kediri, carnival di jantung kota itu turut dimeriahkan 10 kota lain dan 6 peserta umum.

    10 kontingen kota lain itu menampilkan beragam pertunjukan kesenian dari daerah mereka. Ada Kota Malang, Batu, Surakarta, Yogyakarta, Kabupaten Kediri, Tulungagung, Trenggalek, Pamekasan, Nganjuk, dan Kota Madiun.

    Yang paling menarik perhatian adalah Pamekasan yang tampil dengan musik tong-tongnya dan kuda lumping Kota Batu yang unik karena ukurannya yang panjang.

    Musik tong-tong yang berakar dari kentongan bambu, diakui sebagai warisan budaya Madura. Mereka tampil dengan mobil hias yang cukup besar dengan memainkan musik tradisional yang rancak penuh semangat.

    Tak kalah menarik, yang juga ditunggu masyarakat dalam ajang Dhoho Night Carnival 2025 adalah kontingen dari PT Gudang Garam Tbk. Mengusung semangat “Glow Green” yang menekankan keharmonisan manusia dengan alam, PT Gudang Garam Tbk. menghadirkan karya spektakuler berjudul “Samudra Kasetya: Janji Abadi di Laut Selatan.”

    Dalam Bahasa Jawa, kasetya berarti kesetiaan, menggambarkan ikatan spiritual abadi antara Panembahan Senopati dan Nyi Roro Kidul, Sang Ratu Laut Selatan. Kisah ini menjadi suguhan utama Dhoho Night Carnival 2025, memadukan keindahan visual, musik tradisional, dan filosofi budaya Jawa dalam kemasan modern yang ramah lingkungan.

    Gemerlap lampu hijau, pantulan cahaya laut, dan aroma dupa akan menghiasi langit Kediri. Penonton diajak menyelami perjalanan spiritual Panembahan Senopati, seorang raja muda yang mencari restu alam semesta untuk mendirikan Kerajaan Mataram—sebuah pencarian yang membawanya pada pertemuan takdir dengan Nyi Roro Kidul dalam kisah cinta, kesetiaan, dan kekuasaan yang melampaui batas dunia.

    Kepala Bidang Humas PT Gudang Garam Tbk., Iwhan Tri Cahyono, menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam karnaval merupakan wujud komitmen perusahaan untuk melestarikan budaya sekaligus mempromosikan pesan keberlanjutan lingkungan sesuai tema “Glow Green 2025.”

    “Melalui tema Samudra Kasetya, kami ingin menghadirkan keindahan legenda Nusantara yang bukan hanya menampilkan visual memukau, tetapi juga menyampaikan pesan harmoni antara manusia, alam, dan spiritualitas,” ujar Iwhan.

    Pertunjukan dibuka dengan adegan semedi Panembahan Senopati di bawah cahaya purnama. Kabut lembut menyelimuti panggung, diiringi suara ombak dan gamelan mendayu.

    Dalam kesunyian, muncul sosok Nyi Roro Kidul berbusana hijau zamrud yang berkilau, simbol kekuatan suci Laut Selatan. Ia mengajak Senopati menembus gerbang samudra menuju istana bawah laut, ditampilkan melalui efek cahaya hijau dan biru toska yang memukau.

    Di dalam istana bawah laut, berlangsung pernikahan spiritual—penyatuan dua dunia yang melahirkan keseimbangan antara darat dan laut. Dalam momen sakral itu Nyi Roro Kidul berpesan: Kekuatan sejati bukan dari pedang, melainkan dari keseimbangan antara darat dan laut.

    Nuansa mistik diperkuat dengan cahaya keemasan dan permainan bayangan. Para penari Bedhaya Ketawang tampil anggun, sembilan sosok menari dalam harmoni, sementara bayangan samar “penari kesepuluh” muncul di tengah mereka, melambangkan kehadiran gaib Sang Ratu Laut.

    Adegan berikutnya menggambarkan kejayaan Mataram. Ki Juru Martani, sang penasihat, menyebarkan kabar bahwa Panembahan Senopati telah memperoleh restu dari langit dan laut. Sorak rakyat menggema, mengiringi pasukan kerajaan yang berbaris gagah dengan panji-panji kebesaran.

    Pertunjukan ditutup dengan adegan Panembahan Senopati berdiri di tepi pantai, menatap ombak berkilau. Suara lembut Nyi Roro Kidul berbisik di antara debur ombak:

    “Selama engkau menepati janji, laut akan selalu bersahabat denganmu.”

    Gelombang hijau berpendar di kejauhan, menandai kehadiran tak kasat mata Sang Ratu Laut. Adegan ini memberikan pesan ekologis: menjaga keseimbangan antara manusia dan alam adalah wujud kesetiaan yang tertinggi.

    Seluruh elemen visual digarap dengan cermat. Laut Selatan dihadirkan lewat kabut dan cahaya biru-kehijauan. Istana bawah laut bersinar dalam toska dan emas. Busana para pemain dibuat dari bahan ramah lingkungan, dengan detail yang menekankan kekuatan spiritual dan keseimbangan alam.

    Panembahan Senopati tampil gagah dengan busana hitam keemasan, sementara Nyi Roro Kidul memukau dengan gaun hijau panjang bertabur mutiara. Nuansa hijau “Glow Green” terasa kuat di seluruh panggung—dari pencahayaan, efek visual, hingga ornamen kostum—menciptakan harmoni antara legenda dan pesan pelestarian alam.

    Dhoho Night Carnival 2025 bukan hanya parade budaya, tetapi panggung kolaborasi antara tradisi, seni, dan kepedulian lingkungan. Melalui kisah “Samudra Kasetya”, PT Gudang Garam Tbk. bersama Pemerintah Kota Kediri berharap generasi muda terus terinspirasi menjaga warisan budaya dan meningkatkan kesadaran untuk hidup selaras dengan alam.

    Dhoho Night Carnival DNC Kota Kediri
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleJaring Atlet Balap Sepeda, ISSI Kabupaten Kediri Akan Gelar Kejurkab Perdana
    Next Article Dhoho Night Carnival 2025: Wali Kota Kediri Tekankan Semangat Kreativitas dan Pelestarian Lingkungan

    Info Lainnya

    Candi Tegowangi Jadi Panggung Sastra Saraswati Sewana Yatra 2026

    16 Juli 2026 - 20:07

    Kirab Agung Budaya Dorok Tutup Rangkaian Bulan Suro, Toleransi Jadi Pesan Utama

    12 Juli 2026 - 17:45

    Ratusan Warga Semarakkan Tradisi Unduh-Unduh GKJW Sidorejo, Lelang Hasil Panen Jadi Daya Tarik

    12 Juli 2026 - 17:30

    Bullying Anak di Kediri Meningkat Tajam, Korban Didominasi Pelajar SMP hingga SMK

    10 Juli 2026 - 17:40

    Lawan Fenomena Fatherless, Pemkot Kediri Perkuat Peran Ayah dalam Keluarga

    10 Juli 2026 - 17:32

    Wisatawan Jepang Ikut Jamasan Arca Totok Kerot Kediri, Tertarik Pelestarian Budaya dan Sejarah Lokal

    9 Juli 2026 - 19:41
    Leave A Reply Cancel Reply

    Info Menarik!

    319 Atlet Ikuti Kejuaraan Pencak Silat Piala Bupati Kediri 2026

    18 Juli 2026 - 18:54

    Universitas Kadiri Lepas 770 Wisudawan, Targetkan Rintisan Program S3 dan Perluas Jaringan Global

    18 Juli 2026 - 18:49

    Apel Akbar Pramuka di Kediri Libatkan 10 Ribu Peserta, Dorong Generasi Muda Cinta Pertanian

    18 Juli 2026 - 08:50

    Rumah di Purwoasri Kediri Terbakar Saat Pemilik Terlelap, Kerugian Capai Rp250 Juta

    18 Juli 2026 - 08:06

    Tak Sekadar Lulus, Mas Bup Ingatkan Peserta PBK 2026 Harus Mampu Berkarya di Dunia Kerja

    17 Juli 2026 - 22:38
    © 2026 TahuKediri.ID | serba tahu soal Kediri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.