Kediri (tahukediri.id) – Penangkapan Wali Kota Madiun Maidi, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak lama usai mengunjungi Kota Kediri, menggunggah kembali cerita ‘Kediri Wingit’. Mitos turun-temurun bahwa pejabat atau orang besar yang berkunjung ke Kediri bakal tertimpa musibah.
Kasus yang menjerat Maidi, soal fee proyek dan dana CSR pun menambah daftar panjang pejabat yang mengalami persoalan, terutama di era politik modern yang pas dengan cocokologi masa kini dan cerita lama. Dulu, kita pernah mendengar kisah lengsernya Soekarno, Gus Dur dan Habibie yang sempat berkunjung ke Kediri untuk peresmian pabrik gula. Namun, pengamat lebih melihat ini sebagai bagian dari politik tanpa ada bukti terkait mitos tersebut.
Konon, mitos Kediri Wingit ini berakar dari masa kejayaan Kerajaan Kediri di bawah Raja Jayabaya. Dalam kepercayaan masyarakat Jawa, Jayabaya bukan hanya dikenal sebagai raja besar, tetapi juga sosok dengan kemampuannya melihat jauh ke depan lewat ramalan-ramalannya.
Salah satu sabda Raja Jayabaya yang dipercaya berkembang di masyarakat menyebut bahwa Kediri bukan tempat bagi penguasa yang datang dengan niat pamer kekuasaan.
“Kediri iku dudu papan kanggo wong sing mung arep pamer kuwasa (Kediri bukan tempat bagi orang yang hanya ingin memamerkan kekuasaan),” sebut ramalan itu.
Sejak saat itu muncul keyakinan bahwa Kediri menolak kesombongan. Bukan dengan bencana besar, melainkan kekuasaan yang goyah, jabatan yang runtuh, maupun reputasi yang memudar.
Lalu, siapa saja selain Maidi?
Suryadharma Ali
Menteri Agama 2009-2014, dinyatakan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi, pada 23 Mei 2024 dalam kasus korupsi dana haji. Ia dinyatakan bersalah merugikan negara sebesar Rp. 30.283.090.068 dan SAR 17.967.405. Sebelumnya, pada 5 Maret 2024, Suryadharma Ali melaksanakan kunjungan kerja di Kota Kediri, bertempat di Gedung Nasional Indonesia (GNI). Kunjungan ini berfokus pada penyerahan bantuan untuk madrasah, musholla, gereja, dan masjid yang rusak.
Romahurmuziy
Ketua Umum PPP Romahurmuziy (Rommy) ditangkap KPK di Surabaya, pada Jumat, 15 Maret 2019, sehari setelah memberikan dakwah dan bertemu tokoh-tokoh Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) se-Kediri Raya di Hotel Bukit Daun.
Ia ditangkap terkait kasus dugaan suap pengisian jabatan di Kementerian Agama di sebuah hotel bersama sejumlah orang lainnya dan kemudian dibawa ke Polda Jatim untuk pemeriksaan awal sebelum dibawa ke Jakarta.
Ridwan Kamil
Hancurnya karir politik Ridwan Kamil karena korupsi dan perselingkuhan pun juga dikaitkan dengan mitos ini. Dia pernah mengunjungi Taman Brantas, Kota Kediri, pada Jumat (21/1/2022). Bersama Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar, RK berkeliling Taman Brantas.
Maidi
Yang terakhir adalah Maidi. Dia sempat mengunjungi Kota Kediri pada 13 Januari 2026. Dia bersepeda bersama Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati dan wakilnya Qhowimudin Toha ke Sumber Jiput. Dia kemudian diitangkap KPK, Senin 19 Januari 2026, bersama 14 orang lainnya.
Yang menarik, Presiden Joko Widodo Tidak pernah berkunjung secara resmi ke Kota Kediri. Dia pun sukses menjabat dua periode. Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Pramono Anung saat pergi ke Kediri bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono untuk meresmikan rusunawa di Ponpes Lirboyo, pernah berkelakar soal ini.
“Ngapunten, Kiai, saya termasuk orang yang melarang Pak Presiden berkunjung di Kediri. Saya masih ingat karena percaya atau tidak percaya, Gus Dur setelah berkunjung ke Lirboyo tidak begitu lama gonjang-ganjing di Jakarta,” kata Pramono saat itu.
Pernyataan Pramono ini dimaksudkan menanggapi sambutan K.H. Kafabihi Mahrus sebelumnya yang bilang Kediri memang daerah wingit untuk Presiden.
Berbeda dengan Jokowi, Susilo Bambang Yudhoyono pernah mengunjungi Kediri dua kali (2007, 2014) dan tidak mengalami kemalangan signifikan. Itu karena ia disebut tidak menyeberangi Sungai Brantas atau hanya di bagian timur Kediri.
Terlepas benar tidak mitos yang terlanjur dipercaya itu, bagi masyarakat Kediri, cerita ini bisa dipahami sebagai pengingat moral. Bahwa kekuasaan harus dijalankan dengan niat baik tanpa kesombongan.

