Ringkasan Berita:
- Sebanyak 1.065 jemaah haji Kabupaten Kediri diberangkatkan menuju embarkasi Surabaya.
- Pemberangkatan dilakukan dari Simpang Lima Gumul karena kantor Pemkab Kediri direnovasi.
- Jemaah diminta menjaga kesehatan dan mengutamakan kebersamaan selama ibadah.
- Kloter 112 besok membawa jemaah haji tertua di Indonesia asal Kabupaten Kediri.
Kediri (tahukediri.id) – Suasana haru dan doa mengiringi pemberangkatan ribuan jemaah haji Kabupaten Kediri tahun 2026 dari kawasan Simpang Lima Gumul menuju embarkasi Surabaya, Selasa, 19 Mei 2026.
Sebanyak 1.065 jemaah yang tergabung dalam Kloter 109 hingga 111 diberangkatkan pada hari pertama menuju Asrama Haji Surabaya sebelum melanjutkan perjalanan ke Tanah Suci.
Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa berpesan agar seluruh jemaah menjaga kesehatan dan memperkuat kebersamaan selama menjalankan ibadah haji.
“Pesannya sama seperti yang dihaturkan masbup, bahwa jaga kesehatan, kalau ada keluhan-keluhan segera hubungin petugas,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan para jemaah untuk tidak bepergian sendiri dan selalu berkoordinasi dengan ketua rombongan maupun Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH).
“Semua saling menguatkan, saling menjaga, bahu-membahu seperti saudara ketika beribadah di tanah suci,” tambah Mbak Wabup, sapaan akrabnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji Kabupaten Kediri, Abdul Kholiq Nawawi, menjelaskan lokasi pemberangkatan tahun ini dipindahkan ke Simpang Lima Gumul karena area biasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kediri sedang menjalani renovasi.
“Jemaah haji Kabupaten Kediri kita berangkatkan melalui titik di Simpang Lima Gumul mengingat titik semula yang biasanya di kantor Pamkab Kediri sedang ada renovasi,” katanya.
Pada hari pertama pemberangkatan, Kloter 109 membawa 322 jemaah, Kloter 110 sebanyak 373 jemaah, dan Kloter 111 sebanyak 370 jemaah.
Sementara Kloter 112 yang berisi 148 jemaah dijadwalkan berangkat pada Rabu, 20 Mei 2026.
Total jemaah haji asal Kabupaten Kediri tahun ini mencapai 1.213 orang yang terbagi dalam empat kloter keberangkatan.
“Alhamdulillah dari Kab Kediri, besok yang 112 ini ada jemaah haji yang tertua seluruh Indonesia atas nama Bu Marsiah yang besok insyaallah diberangkatkan di kloter 112,” ungkapnya.
Menurut Abdul Kholiq, seluruh jemaah yang diberangkatkan telah melalui pemeriksaan kesehatan dan dinyatakan memenuhi syarat istithaah untuk melaksanakan ibadah haji.
Meski demikian, terdapat beberapa calon jemaah yang harus menunda keberangkatan karena kondisi kesehatan terbaru.
Salah satu jemaah, Muhammad Maksun (66), asal Desa Silir, Kecamatan Wates, mengaku siap menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji bersama rombongannya.
“Semuanya dari, khususnya dari jemaah saya, dari rombongan satu, insyaallah sudah siap,” katanya.
Jemaah yang juga bertugas sebagai ketua kloter tersebut memastikan seluruh anggota rombongan telah melakukan persiapan secara matang sebelum keberangkatan.
“Diharapkan semua jemaah di dalam mengikuti ibadah haji ini tidak berdasarkan ikut-ikutan, tapi berdasarkan ilmu. Insyaallah di rombongan satu aman,” imbuhnya.
Pemerintah Kabupaten Kediri berharap seluruh proses ibadah haji tahun ini berjalan lancar hingga seluruh jemaah kembali ke tanah air dengan selamat dan menyandang predikat haji mabrur.
“Doanya untuk kabupaten Kediri, aman, tentram, damai, guyup rukun, dan sejahtera. Pastinya itu. Semoga siapa tahu dengan barokahnya para jamaah haji kita tidak ada kejadian-kejadian seperti tahun kemarin. Harapannya seperti itu. Nggak ada bencana juga,” pungkas Mbak Wabup. [nik/ang]

