Kediri (tahukediri.id) – Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW dimaknai sebagai momentum penguatan iman sekaligus pembangunan sumber daya manusia (SDM) di Pondok Pesantren Salafiy Terpadu (PPST) Ar-Risalah Lirboyo, Kota Kediri, pada Sabtu (17/01).
Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, dalam sambutannya menyampaikan bahwa peristiwa Isra Mikraj mengandung pesan mendalam bagi kehidupan umat Islam, terutama dalam membangun kekuatan spiritual di tengah berbagai tantangan zaman.
“Isra Mikraj merupakan peristiwa luar biasa ketika Rasulullah SAW menembus batas ruang dan waktu. Dari peristiwa ini kita belajar bahwa kedekatan dengan Allah adalah sumber kekuatan utama dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan,” ujar Mbak Wali.
Ia menegaskan, pembangunan yang berkelanjutan tidak hanya bertumpu pada aspek fisik dan ekonomi semata, namun juga harus diiringi dengan penguatan iman, akhlak, dan karakter masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Mbak Wali juga mengapresiasi kontribusi PPST Ar-Risalah Lirboyo dalam mencetak generasi yang berilmu, beriman, dan berakhlakul karimah.
“Pesantren telah berkontribusi nyata dalam membentuk generasi yang memiliki pemahaman agama yang kuat, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kepedulian sosial yang tinggi. Pesantren menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun karakter masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Pengasuh PPST Ar-Risalah Lirboyo, Dr. Hj. Umi Aina ‘Ainaul Mardliyah Anwar Manshur menjelaskan bahwa lembaga yang berdiri sejak tahun 1995 tersebut terus berkomitmen membina santri tidak hanya dalam bidang keagamaan, tetapi juga dalam penguatan kompetensi global.
“Selain pendidikan agama, kami membekali santri dengan kemampuan bahasa asing seperti Jepang, Mandarin, Arab, dan Inggris agar mereka mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” jelasnya.
Ia menyebutkan, banyak alumni Ar-Risalah Lirboyo yang kini telah mengabdi di berbagai bidang, termasuk di institusi kepolisian, dunia kesehatan, hingga melanjutkan studi ke luar negeri.
“Alhamdulillah, ada alumni yang menjadi dokter spesialis di berbagai rumah sakit, ada pula yang melanjutkan pendidikan ke Amerika, Inggris, Jerman, Prancis, Cina, dan Yaman. Ini menjadi bukti bahwa santri mampu berperan di berbagai lini kehidupan,” ungkapnya.
Tak hanya itu, sejumlah santri juga telah berhasil menghafal Al-Qur’an 30 juz dan memperoleh sertifikat tahfidz, yang diharapkan menjadi amal jariyah dan keberkahan bersama.
Di akhir sambutannya, Dr. Hj. Umi Aina memohon doa agar seluruh pengasuh dan pendidik di PPST Ar-Risalah Lirboyo senantiasa diberi kekuatan dan keikhlasan dalam mendidik generasi penerus bangsa.
“Semoga kami selalu diberi kekuatan untuk terus membina dan mendidik anak-anak dengan penuh keikhlasan,” pungkasnya. [tan/ang]

