Kediri (tahukediri.id) – Pemerintah Kota Kediri menggelar Upacara Peringatan Hari Ibu ke-97 dan Hari Bela Negara ke-77 di Halaman Balai Kota Kediri, Senin (22/12). Peringatan dua momentum nasional ini menjadi penegasan bahwa kekuatan bangsa tidak hanya bertumpu pada pertahanan negara, tetapi juga pada peran perempuan yang berdaya dan berkontribusi aktif dalam kehidupan sosial.
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati dalam amanatnya menyampaikan bahwa peringatan Hari Bela Negara mengingatkan kembali pada peristiwa bersejarah berdirinya Pemerintahan Republik Indonesia di Bukittinggi pada tahun 1948. Peristiwa tersebut menjadi bukti nyata bahwa semangat cinta tanah air, persatuan, dan ketangguhan rakyat mampu menjaga eksistensi Republik Indonesia sejak diproklamasikan pada 1945.
“Tahun ini Hari Bela Negara mengusung tema Teguhkan Bela Negara untuk Indonesia Maju. Tema ini menegaskan bahwa bela negara bukan hanya tugas aparat, tetapi tanggung jawab seluruh warga negara dalam menghadapi tantangan zaman, mulai dari disrupsi teknologi, ancaman siber, radikalisme, bencana alam, hingga derasnya arus informasi,” ujar Mbak Wali.
Menurutnya, nilai-nilai bela negara harus diwujudkan dalam tindakan nyata, seperti menjaga persatuan, memperkuat ketahanan sosial, serta berkontribusi aktif sesuai peran dan profesi masing-masing. Hal tersebut sejalan dengan peringatan Hari Ibu ke-97 yang tahun ini mengusung tema Perempuan Menyapa, Perempuan Berdaya Menuju Indonesia Emas 2045.
Mbak Wali menegaskan bahwa Hari Ibu merupakan bentuk penghormatan bangsa terhadap perjuangan dan kontribusi perempuan Indonesia dalam keluarga, masyarakat, dan negara. “Perempuan bukan hanya penerima manfaat pembangunan, tetapi agen perubahan dan pilar penting kemajuan bangsa. Sepanjang sejarah, perempuan Indonesia telah menunjukkan ketangguhan luar biasa dalam menghadapi berbagai tantangan,” jelasnya.
Pemerintah Kota Kediri terus berkomitmen memperkuat perlindungan dan pemberdayaan perempuan melalui berbagai kebijakan, penguatan sistem hukum, serta pengarusutamaan gender sebagai bagian dari upaya mewujudkan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Semangat tersebut tercermin dari kiprah para perempuan di tingkat akar rumput, salah satunya kader PEKKA (Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga) dari Kelurahan Burengan, Susiana. Ia menuturkan bahwa sebagai orang tua tunggal, perempuan harus tetap kuat dan berjuang demi masa depan anak-anaknya.
“Intinya harus terus semangat berjuang untuk anak-anak kita. Sebagai single parent kita harus kuat menghadapi segala sesuatu. Keseharian saya menambah penghasilan dengan jualan snack atau makanan ringan yang dititipkan ke sekolah-sekolah,” ungkap Susiana.
Menggabungkan semangat bela negara dan pemberdayaan perempuan, Wali Kota Kediri mengajak seluruh masyarakat menjadikan peringatan ini sebagai penguat tekad untuk menjaga persatuan, memperkuat ketahanan bangsa, serta memastikan setiap warga negara, baik laki-laki maupun perempua, memiliki ruang berkontribusi secara bermakna bagi pembangunan, khususnya di Kota Kediri.
“Indonesia yang kuat adalah Indonesia yang rakyatnya memiliki cinta tanah air, kepedulian sosial, serta komitmen untuk saling melindungi dan memberdayakan,” pungkasnya. [tan/ang]

