Kediri (tahukediri.id) – Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati meninjau langsung progres pembangunan Sekolah Rakyat yang berlokasi Kelurahan Lirboyo, Kecamatan Mojoroto, Senin (25/5/2026).
Mbak Wali, sapaan akrabnya mengatakan, bahwa peninjauan ini untuk memastikan Sekolah Rakyat dapat digunakan pada tahun ajaran 2026 ini.
“Kita pemerintah kota ingin memastikan bahwa pembangunan bisa berjalan dengan lancar karena saat ini kita sudah membuka pendaftaran. Kementerian Sosial sudah membuka pendaftaran untuk sekolah rakyat sehingga diharapkan nanti anak-anak mulai tahun ini bisa sekolah di sini,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa percepatan pembangunan tidak boleh mengorbankan mutu. Menurutnya, sekolah yang aman dan nyaman akan menjadi fondasi penting bagi anak-anak untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas.
“Tadi kita lihat bahwa saat ini sudah 64%. Saya juga titip pesan kepada pihak kontraktor untuk bisa menjaga kualitas dari bangunan karena yang akan sekolah di sini adalah anak-anak kita, anak-anak yang mereka harapannya bisa mendapatkan pendidikan yang berkualitas, harapannya bisa meningkatkan kualitas hidup mereka,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Kota Kediri Widyapurna Nur Huda menyampaikan bahwa penjaringan calo siswa SR di Kota Kediri mencapai 30 persen untuk semua jenjang SD-SMA.
“Penjangkauan siswa sekolah rakyat kita sudah mendapatkan prelist dari Kementerian Sosial, setelah kita, awalnya itu kita mendapatkan 11.000. Tapi setelah kita cleaning, kita padankan semua, itu ada potensi sekitar 1.100 siswa,” ujarnya.
Untuk tahun ajaran pertama, Sekolah Rakyat Kota Kediri ditargetkan menerima total 270 siswa yang terbagi dalam jenjang SD, SMP, dan SMA, dengan masing-masing tingkat sebanyak 90 siswa dan kapasitas 30 siswa per kelas.
Program ini diprioritaskan bagi keluarga miskin dan miskin ekstrem yang masuk kategori desil 1 dan 2. Meski begitu, lanjut Huda, pemerintah kota juga membuka peluang asesmen bagi keluarga di luar kategori tersebut apabila kondisi ekonomi di lapangan menunjukkan kebutuhan yang serupa.
“Tadi saya sampaikan kan kita prioritas memang desil 1, 2. Namun, apabila ada anak sekolah atau keluarga yang berada di desil 3, 4, 5 dan memang kenyataan di lapangan mereka miskin, miskin ekstrem, itu menjadi calon cadangan. Dalam artian nanti tetap bisa diasesmen dulu bersama dengan BPS. Akan dinilai apakah dia memang, kategorikan masuk, bisa enggak masuk sekolah rakyat seperti itu,” jelasnya.
Pendaftara Sekolah Rakyat berlasung sampao 30 Mei, tapi tidak menutup kemungkinan akan bsrlangsung sampai bulan Juni apabila belum mencukupi.
Pemerintah Kota Kediri pun mengajak masyarakat memanfaatkan kesempatan ini agar semakin banyak anak memperoleh akses pendidikan yang layak dan menjadi bagian dari pembangunan sumber daya manusia di masa depan.
Selain pendidikan tanpa biaya, program Sekolah Rakyat dirancang dengan dukungan fasilitas pendukung seperti kebutuhan dasar siswa dan sistem pembelajaran berasrama.
Project Manager Sekolah Rakyat Kota Kediri menyebut, pemenuhan fasilitas di sekolah rakyat sudah mencapai 90 persen.
“Jadi contohnya di asrama putra ya, eh asrama putri SMA itu kan kondisinya beberapa.
perjalanan, tapi untuk material utamanya sudah order semua. Jadi hanya proses perakitan saja,” terangnya.
Pihaknya optimistis pembangunan dapat selesai tepat waktu yakni 20 Juni mendatang. Penambahan tenaga kerja dan percepatan distribusi material dilakukan agar target operasional dapat tercapai tanpa mengurangi kualitas hasil pembangunan.
Berbeda dengan sekolah rakyat lain, Sekolah Rakyat Kota Kediri sendiri dibangun di atas luas lahan 52 meter persegi, sehingga fasilitas bermain bola setara mini soccer. [nik/ang]

