Kediri (tahukediri.id) – Pelaksanaan program Makanan Bergizi (MBG) di SDN Pare 6 Kabupaten Kediri menerapkan aturan unik dengan menganjurkan siswa membawa kotak bekal untuk membawa pulang menu MBG yang tidak habis dimakan. Aturan ini diberlakukan agar tidak ada makanan tersisa maupun terbuang di lingkungan sekolah, sekaligus memberi edukasi tentang pentingnya menghargai makanan.
Plt Kepala Sekolah Ajustus Aditya Praditya menyampaikan bahwa program MBG yang berjalan di sekolahnya merupakan tahap pertama pelaksanaan di wilayah Pare. Pihak sekolah terus memberi pemahaman kepada siswa dan wali murid mengenai pentingnya program ini serta kewajiban membawa pulang makanan yang tidak dikonsumsi.
“Kita juga tidak bisa memaksakan kehendak orang tua ya. Kadang ada orang tua yang tidak berkenan untuk menerima MBG. Tetapi yang menjadi kewajiban adalah orang tua melalui siswa itu. Siswa itu harus membawa pulang MBG. Jadi, MBG harus dibawa pulang. Entah mau dimakan orang tuanya, dimakan siapa, tapi yang jelas makanan tidak boleh dibuang, makanan tidak boleh ditinggal di sekolah,” jelasnya.
Ajustus menuturkan bahwa pelaksanaan MBG sejauh ini berjalan baik, meski pernah ditemukan ulat di salah satu menu sayuran. Namun kejadian tersebut langsung ditangani cepat melalui komunikasi dengan pihak dapur penyedia. Semua makanan yang terdampak langsung ditarik dan diganti pada saat itu juga.
“Jadinya tidak ada masalah dan itu cepat tertangani ketika ada aduan dari anak-anak pun, ‘Kok ini ada ulatnya’ kemudian langsung diganti. Jadi datang, kalau kami kan dengan Mbak Sela kita WA terus Mbak Sela datang, ada tim lapangan, tim lapangan datang, ambil. Terus diganti yang begitu. Jadi responsif kalau saya bilang tuh cepat responsif,” ujarnya.
Menurutnya, tantangan sebenarnya bukan pada kualitas makanan, melainkan pembagian waktu makan di tengah proses belajar. Sekolah memiliki kantin dan UMKM yang biasanya menjadi tujuan jajan siswa saat jam istirahat. Karena itu, sekolah memberi imbauan agar siswa tidak makan dari rumah, sehingga tetap bisa jajan sekaligus memenuhi kebutuhan gizi dari MBG.
“Jadi, ada porsi mereka harus menghabiskan makanan atau membawa bekal, tapi mereka juga masih bisa jajan di warung-warung sekitar situ. Ya, yang penting sama-sama enak lah, sama-sama jalan,” terangnya.
Saat ini, SDN Pare 6 mengikuti layanan dapur dari SPPG Tulungrejo 1. Namun pada 8 Desember 2025, sekolah akan beralih ke SPPG Semanding yang lokasinya lebih dekat dengan wilayah sekolah. ***
Reporter : Nanik Dwi Jayanti

