Close Menu
tahukediri.idtahukediri.id
    What's Hot

    319 Atlet Ikuti Kejuaraan Pencak Silat Piala Bupati Kediri 2026

    18 Juli 2026 - 18:54

    Universitas Kadiri Lepas 770 Wisudawan, Targetkan Rintisan Program S3 dan Perluas Jaringan Global

    18 Juli 2026 - 18:49

    Apel Akbar Pramuka di Kediri Libatkan 10 Ribu Peserta, Dorong Generasi Muda Cinta Pertanian

    18 Juli 2026 - 08:50
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.id
    • Beranda
    • News
    • Travel
      • Wisata
      • Kuliner
      • Seni & Budaya
    • Multimedia
      • Foto
      • Video
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Arsip
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.idtahukediri.id
    Home»Seni dan Budaya»Sejarah dan Perkembangan Sentra Genteng Nglayur, Trenggalek

    Sejarah dan Perkembangan Sentra Genteng Nglayur, Trenggalek

    Mohamad EdyMohamad Edy Seni dan Budaya 24 Februari 2025 - 08:06
    WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Pinterest Email
    Proses produksi Genteng Nglayur Trenggalek
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Trenggalek (tahukediri.id) – Desa Sukorejo, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek, dikenal sebagai salah satu sentra produksi genteng berkualitas. Murosit, Sekretaris Desa Sukorejo sekaligus pengrajin genteng, menceritakan perjalanan usaha genteng yang telah berlangsung sejak tahun 1981.

    “Usaha genteng yang ada di Desa Sukorejo mulai ada tahun 1981. Itu berawal ada beberapa pengrajin, akhirnya secara turun-temurun terus bertambah hingga sekarang ini,” ujarnya dikutip tahukediri.id dari saluran youTube resmi Kominfo Trenggalek, pada Senin 24 Februari 2025.

    Bertahan di Tengah Krisis

    Menurut Murosit, industri genteng sempat mengalami tantangan berat pada tahun 1998 saat krisis moneter melanda Indonesia.

    “Pengrajin genteng itu banyak sekali pada tahun 1998 pada saat krisis moneter, banyak yang mengalami kolab, atau apa, dan sebagian juga banyak berhenti, dan sebagian ada yang terus berjalan sampai sekarang,” katanya.

    Meski begitu, usaha genteng di Sukorejo berhasil bertahan dan terus berkembang.

    Proses Produksi Genteng

    Proses pembuatan genteng di Sukorejo telah mengalami modernisasi. “Seiring dengan perkembangan zaman, mulai ada mesin cetak, ada mesin pengolah tanah, mesin pres,” jelas Murosit. Bahan baku genteng berasal dari Nglayur dan daerah sekitar seperti Wonoanto dan Jatiprahu.

    “Bahan itu kita datangkan, kita aduk dengan kaulin yang asli dari Nglayur. Kemudian dikasih air, diaduk, dan diselep ke dalam mesin penggilingan. Lalu menjadi pres presan bata pres. Lalu langsung dicetak,” paparnya.

    Setelah dicetak, genteng menjalani proses perapian atau sisik, penjemuran, dan pembakaran selama 2 hari 2 malam. “Setelah selesai, dibakar selama 2 hari 2 malam. Lalu didinginkan selama 3 hari. Insya Allah genteng sudah siap dipasarkan,” tambah Murosit.

    Murosit, Sekretaris Desa Sukorejo sekaligus pengrajin genteng, menceritakan perjalanan usaha genteng

    Jenis-Jenis Genteng Sukorejo

    Genteng Sukorejo memiliki beragam jenis, masing-masing dengan keunggulan tersendiri. Berikut beberapa di antaranya:
    1. Genteng Pentul atau Kodok : Umumnya digunakan untuk gedung sekolah karena sifatnya rapat.
    2. Genteng Press : Ringan dan rapat, cocok untuk proyek sekolah dan rumah di pedesaan.
    3. Genteng Mantili : Mirip dengan genteng press, tetapi lebih besar ukurannya.
    4. Genteng Gelombang : Memiliki tampilan elegan seperti seng kluntung, meski bebannya agak berat.
    5. Genteng Bassege : Lebih besar dan elegan, dengan beban yang berat.
    6. Genteng Plat : Menyerupai genteng pabrikan dengan tampilan lurus seperti plat.

    Ketahanan dan Keunggulan Genteng Nglayur

    Murosit menekankan bahwa ketahanan genteng bergantung pada proses pembakaran. “Yang penting pembakaran kuat, insya Allah selamanya tidak akan mengganti. Kalau lama, itu kelemahannya lumut. Kecuali kalau dicat, bertahan lama,” ujarnya.

    Keunggulan genteng Nglayur terletak pada bahan baku asli dan proses pengolahan yang teliti. “Dibandingkan dari produk lain, Insya Allah Produk Nglayur ini lebih berkualitas,” tambahnya.

    Pemberdayaan Tenaga Kerja

    Usaha genteng di Sukorejo juga menjadi sumber penghidupan bagi banyak warga, tidak hanya dari Desa Sukorejo tetapi juga dari luar desa dan kecamatan.

    “Alhamdulillah untuk pemberdayaannya, kita juga melibatkan banyak sekali tenaga kerja. Tidak hanya Sukorejo, tetapi dari luar desa. Bahkan dari luar kecamatan yang kita berdayakan,” kata Murosit.

    Pemasaran dari Manual ke Digital

    Dulu, pemasaran genteng dilakukan secara manual melalui pedagang atau agen. Namun, seiring perkembangan teknologi, pemasaran kini beralih ke platform digital.

    “Mengikuti perkembangan zaman, akhirnya muncul HP. Lama kelamaan, mereka cukup telpon saja. Kemudian di era digitalisasi seperti ini, menggunakan media tersebut untuk melakukan penjualan online. Alhamdulillah rata-rata banyak sekali pemasaran genting kami lewat online tersebut,” ujar Murosit.

    Harapan ke Depan

    Murosit berharap adanya pendampingan dari dinas terkait untuk meningkatkan kualitas dan pengelolaan usaha genteng Sukorejo. “Mudah-mudahan Genteng yang ada di Sukorejo ini ada pendampingan dari dinas terkait, dalam arti dalam pengelolaan dan perkembangannya, mungkin ada jenis pelatihan untuk mutu dan kualitas,” harapnya. ***

    jatim Sentra Genteng Nglayur Trenggalek
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticlePeternak Burung Kenari Merlok di Kediri Raup Jutaan Rupiah per Bulan
    Next Article Riski Arif, Pemuda Kediri Sukses Restorasi Motor Klasik Hingga Bernilai Jutaan Rupiah

    Info Lainnya

    Candi Tegowangi Jadi Panggung Sastra Saraswati Sewana Yatra 2026

    16 Juli 2026 - 20:07

    Kirab Agung Budaya Dorok Tutup Rangkaian Bulan Suro, Toleransi Jadi Pesan Utama

    12 Juli 2026 - 17:45

    Ratusan Warga Semarakkan Tradisi Unduh-Unduh GKJW Sidorejo, Lelang Hasil Panen Jadi Daya Tarik

    12 Juli 2026 - 17:30

    Wisatawan Jepang Ikut Jamasan Arca Totok Kerot Kediri, Tertarik Pelestarian Budaya dan Sejarah Lokal

    9 Juli 2026 - 19:41

    Ribuan Warga Meriahkan Larung Sesaji Gunung Kelud 2026, Tradisi Leluhur Kian Diminati Generasi Muda

    28 Juni 2026 - 16:04

    Keliling Desa 3 Kilometer, Warga Kandangan Lestarikan Tradisi Mendhem Golekan Bulan Suro

    19 Juni 2026 - 15:52
    Leave A Reply Cancel Reply

    Info Menarik!

    319 Atlet Ikuti Kejuaraan Pencak Silat Piala Bupati Kediri 2026

    18 Juli 2026 - 18:54

    Universitas Kadiri Lepas 770 Wisudawan, Targetkan Rintisan Program S3 dan Perluas Jaringan Global

    18 Juli 2026 - 18:49

    Apel Akbar Pramuka di Kediri Libatkan 10 Ribu Peserta, Dorong Generasi Muda Cinta Pertanian

    18 Juli 2026 - 08:50

    Rumah di Purwoasri Kediri Terbakar Saat Pemilik Terlelap, Kerugian Capai Rp250 Juta

    18 Juli 2026 - 08:06

    Tak Sekadar Lulus, Mas Bup Ingatkan Peserta PBK 2026 Harus Mampu Berkarya di Dunia Kerja

    17 Juli 2026 - 22:38
    © 2026 TahuKediri.ID | serba tahu soal Kediri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.