Kediri (tahukediri.id) – Konflik Timur Tengah juga berimbas pada jemaah Indonesia termasuk asal Kediri yang sedang menjalankan umrah. Hingga saat ini, sebanyak 69 jemaah umrah Kabupaten Kediri masih berada di Tanah Suci dan belum dapat dipastikan jadwal kepulangannya.
Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Kementeriaj Haji dan Umrah Kabupaten Kediri Abd. Kholid Nawawi menyusul situasi di kawasan Timur Tengah yang belum sepenuhnya kondusif.
“Sampai hari ini berdasarkan data yang kita terima dari Siskopatuh, Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Jawa Timur, ada sekitar 69 jemaah umrah dari Kab Kediri yang masih berada di Tanah Haram yang diperkirakan nanti ada kendala untuk prosesi kepulangan,” katanya pada reporter tahukediri.id, Kamis (5/3/2026).
Pihaknya mengimbau para jemaah yang berada di Tanah Suci maupun keluarga di tanah air agar tetap tenang dan tidak panik. Pemerintah Indonesia, kata dia, menjamin perlindungan bagi seluruh warga negara di luar negeri serta terus berupaya melakukan koordinasi dengan konsulat dan perwakilan RI setempat.
Menurut Kholid, situasi ini tak hanya berdampak pada kepulangan jemaah, tetapi juga memengaruhi jadwal keberangkatan calon jemaah umrah dari Kediri. Sejumlah biro travel disebut telah menunda dan menjadwal ulang keberangkatan sesuai arahan Kementerian Haji.
“Dan kepada jemaah umrah yang akan berangkat, ya kita juga sudah koordinasi dengan beberapa travel umrah, dan mereka juga sama dengan arahan dari Kementerian Haji, menunda keberangkatan dan mereskedul ulang karena memang jika ini dipaksakan pun, juga posisi keamanan juga tidak bisa terjamin,” jelasnya.
Terkait pelaksanaan ibadah haji mendatang, Kholid menegaskan bahwa prinsip istitha’ah tetap menjadi dasar utama, termasuk istitha’ah keamanan.
“Keamanan juga bagian dari istitha’ah sehingga nanti pemerintah pusat pun juga akan menelaah kira-kira dalam posisi yang barangkali ini nanti belum selesai, kira-kira aman atau tidak,” terangnya.
Meski demikian, proses persiapan haji di Kabupaten Kediri seperti manasik dan pembagian perlengkapan tetap berjalan sambil menunggu edaran resmi dari pemerintah pusat dengan perkembangan kejadian yang ada di Timur Tengah.
Pihaknya berharap situasi di Timur Tengah segera membaik agar aktivitas ibadah umrah dan haji dapat kembali normal serta tidak menimbulkan dampak lebih luas bagi masyarakat.
“Ya, diharapkan semuanya ini segera selesai karena dampaknya juga tidak hanya bagi jemaah haji itu saja, masyarakat dan dunia manapun kena dampak seperti itu,” tandasnya. [nik/ang].

