Kediri (tahukediri.id) – Polres Kediri memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat pada malam pergantian tahun di wilayah hukum Polres Kediri berjalan aman dan terkendali. Sejumlah titik keramaian menjadi fokus pengamanan, terutama di wilayah Ngasem dan Pare, Selasa (31/12/2025) malam.
Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji, menjelaskan, konsentrasi massa terbesar terpantau di kawasan Ngasem yang merupakan ibu Kota Kabupaten Kediri, tepatnya di sekitar Bundaran Simpang Lima Gumul (SLG), area lapangan, hingga kawasan Pasar Malam dari Fave Hotel sampai lokasi pasar malam. Selain itu, wilayah Pare juga menjadi perhatian khusus mengingat statusnya sebagai mantan ibu kota kabupaten, termasuk sepanjang Jalan TB Sudirman hingga Telongrejo serta kawasan Kampung Inggris.
“Keramaian ini masih cukup terkendali ya. Artinya, tidak yang sampai padat sekali untuk jumlah massanya juga seperti liburan weekend ya. Jadi, ya semuanya so far masih bisa dikendalikan dan rata-rata masih dalam kategori tercukupi, baik kapasitas parkir, kemudian kapasitas lapangan dan juga semuanya melaksanakan dengan tertib, masih teratur,” ujarnya
Untuk memastikan keamanan, Polres Kediri membagi kekuatan pengamanan di tingkat Polres, Polsek jajaran, serta menempatkan personel di titik-titik keramaian yang tersebar di 21 kecamatan. Selain pengamanan terbuka, petugas juga melaksanakan patroli jalan kaki dan patroli dialogis dengan menyapa langsung para pengunjung, khususnya di kawasan Bundaran SLG menjelang detik-detik pergantian tahun pukul 00.00 WIB.
“Patroli dialogis ini bagian dari upaya pencegahan. Kehadiran polisi di tengah masyarakat diharapkan dapat menekan potensi gangguan kamtibmas,” jelasnya.
Terkait penggunaan kembang api, AKBP Bramastyo menyampaikan bahwa tidak ada penyelenggaraan kembang api berskala besar. Hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah daerah serta bentuk empati terhadap masyarakat yang tengah menghadapi bencana dan proses pemulihan di sejumlah wilayah Indonesia, khususnya Sumatera.
“Kembang api memang kan kalau kembang api yang besar ya, yang sifatnya daya ledaknya butuh profesional untuk melaksanakannya ataupun mengadakannya, cuman disini tidak dilaksanakan dan memang dari Pemkab sendiri tidak melaksanakan dan juga kita ketahui bersama di banyak daerah di Indonesia juga tidak melaksanakan dalam rangka ikut berempati pada saudara kita yang masih ada bencana atau musibah, termasuk recovery pasca bencana di wilayah Sumatera,” ungkapnya.
Menurut AKBP Bramastyo, perayaan malam tahun baru di Kabupaten Kediri tahun ini lebih didominasi kegiatan berkumpul bersama keluarga, menikmati kuliner, bersantai di ruang terbuka, serta aktivitas anak-anak dengan permainan sederhana.
Tampak, pergantian tahun baru di SLG ditandai dengan bunyinya sirene dan terompet oleh sejumlah pengunjung.
Meski situasi kondusif, Kapolres tetap mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi kerawanan seperti pencopetan, tindak kriminal, maupun kecelakaan lalu lintas.
“Kerawanan bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Karena itu kami mengajak masyarakat tetap waspada, menjaga barang bawaan, dan mematuhi aturan demi keamanan bersama,” pungkasnya. [nik/ang]

