Kediri (tahukediri.id) – Tekan stunting, Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Perikanan Kabupaten Kediri menggelar Gerakan Memasyaraktkan Makan Ikan (Gemarikan) di Gedung Serbaguna Desa Senorejo, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri, pada Kamis (3/9/2029).
Kegiatan yang bekerjasama dengan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A), serta Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) itu memberikan bantuan olahan ikan kepada 120 orang yang terdiri dari balita, ibu hamil KEK, dan wasting yang ada di daerah tersebut.
Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa Wakil mengatakan, pemberian olahan ikan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi anak. Menurutnya, penanganan stunting membutuhkan proses yang berkelanjutan dan tidak bisa dilakukan hanya dalam satu kali intervensi.
“Stunting kan enggak bisa satu kali ya, itu bisa membuat anak-anak itu nanti suka makan, suka ikan dan juga nanti bisa lulus dari stunting,” terangnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan hanya sekedar upaya untuk gemar makan ikan, tetapi juga edukasi terhadap pola asuh anak yang mengalami stunting.
“Ya memang butuh ketelatenan. Kan kalau punya anak stunting itu, biasanya mereka susah makan. Jadi ini ada edukasi pola asuh untuk jaga kesehatan, makan yang benar, makan yang bergizi,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kediri Nur Hafid mengatakan, program Gemarikan merupakan kegiatan rutin yang digelar setiap tahun. Tahun ini, pihaknya menargetkan penyaluran sekitar 1.000 paket ikan di sejumlah wilayah yang memiliki angka stunting relatif tinggi. Termasuk Desa Senorejo yang menjadi lokasi terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Jadi tiap tahun itu kita mengadakan kegiatan Gemar Ikan. Jadi gerakan memasyarakatkan makan ikan. Sehingga kita untuk tahun ini kita memberikan paket ikan itu sebanyak kurang lebih nanti 1.000 paket di berbagai daerah, kecamatan yang angka stuntingnya menurut data itu lebih tinggi, ujarnya.
Nur Hafid berharap masyarakat mulai membiasakan ikan sebagai bagian dari menu keluarga. Selain memiliki kandungan protein hewani yang baik, ikan juga dinilai relatif terjangkau dan mudah diperoleh masyarakat.
“Kami harapkan masyarakat untuk selalu satu minggu sekali minimal dua kali menunya adalah menu ikan. Karena ikan itu sangat murah sekali dibanding dengan protein-protein dari hewan yang lain,” terangnya.
Mbak Wabup, sapaan akrab Wakil Bupati Kediri berharap, kegiatan ini bukan hanya sekedar seremonial belaka tetapi untuk mewujudkan keluarga yang semakin sadar akan pentingnya gizi, kesehatan, hingga pengasuhan yang berkualitas sehingga melahirkan anak-anak yang sehat, tumbuh optimal, cerdas, berkarakter, dan menjadi generasi penerus yang berkualitas.
“Mari kita mulai dari keluarga, mari biasakan makan ikan sejak dini dan mari kita wujudkan keluarga yang sehat, anak tumbuh optimal dan Generasi Indonesia yang berkawal atas melalui kemaritiman,” tandasnya. [nik/ang]

