Ringkasan Berita
- Siti Cholifah sukses mengembangkan usaha ayam potong dari lapak kecil di Pasar Setonobetek.
- Omzet usahanya kini mencapai Rp315 juta hingga Rp525 juta per bulan.
- Dukungan KUR BRI menjadi modal penting dalam pengembangan usaha.
- BRI Kediri terus mendorong pertumbuhan UMKM melalui pembiayaan dan edukasi digital.
- UMKM Binaan BRI Kediri Sukses Kembangkan Bisnis Ayam Potong
Kediri (tahukediri.id) – Kisah sukses UMKM binaan BRI Kediri datang dari Siti Cholifah, pedagang ayam potong di Pasar Setonobetek, Kota Kediri. Berawal dari lapak sederhana berukuran 1,5 x 2 meter, perempuan yang akrab disapa Mbak Kelik itu kini mampu meraih omzet ratusan juta rupiah setiap bulan berkat ketekunan berusaha dan dukungan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BRI.
Warga Kelurahan Tosaren, Kecamatan Kota, Kediri tersebut memulai usaha sejak 2007 dengan berjualan kebutuhan pokok, mulai dari sembako, bumbu dapur hingga perlengkapan rumah tangga.
Namun perjalanan usahanya tidak selalu berjalan mulus. Saat Pasar Setonobetek menjalani renovasi pada 2017, aktivitas usahanya terhenti. Setelah pasar kembali beroperasi, lokasi kios yang kurang strategis membuat jumlah pembeli menurun drastis hingga akhirnya usaha tersebut terpaksa ditutup.
Bangkit dari Keterpurukan dan Beralih ke Bisnis Ayam Potong
Kondisi tersebut sempat membuat Mbak Kelik kebingungan menentukan langkah usaha berikutnya. Meski begitu, ia tidak menyerah dan terus mencari peluang baru untuk bangkit.
“Yang penting ada kemauan pasti ada jalan. Pada 2019 saya memutuskan untuk mulai berjualan ayam potong,” ujarnya.
Keputusan beralih ke bisnis ayam potong menjadi titik balik yang mengubah kondisi perekonomian keluarganya. Untuk memulai usaha baru tersebut, Mbak Kelik membutuhkan tambahan modal.
Atas rekomendasi rekan-rekannya, ia mengajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR) ke BRI. Pengajuan pembiayaan tersebut disetujui dengan nilai awal Rp15 juta.
“Dulu awal mulai saya ambil kredit Rp15 juta, sekarang sudah berkembang hingga Rp100 juta,” katanya.
Layani Hotel, Restoran hingga Kafe
Seiring berkembangnya usaha, pelanggan Mbak Kelik tidak lagi hanya berasal dari masyarakat umum. Produk ayam potong yang dijual kini juga memasok kebutuhan berbagai kafe, hotel, restoran hingga dapur penyedia makanan bergizi.
Dalam kondisi normal, ia mampu menjual sekitar 3 kuintal ayam potong setiap hari. Saat permintaan meningkat, volume penjualan bisa mencapai 5 kuintal per hari.
Dengan harga rata-rata ayam potong sekitar Rp35 ribu per kilogram, omzet harian yang diperoleh berkisar antara Rp10,5 juta hingga Rp17,5 juta.
Jika diakumulasikan selama satu bulan, omzet usaha yang dijalankan Mbak Kelik mencapai sekitar Rp315 juta hingga Rp525 juta.
Pencapaian tersebut menjadikannya salah satu contoh sukses pelaku UMKM yang mampu berkembang melalui akses pembiayaan yang tepat dan pengelolaan usaha yang konsisten.
BRI Dukung UMKM melalui KUR dan Digitalisasi
Kepala BRI Unit Pasar Pahing, Ayu Reza, mengatakan sebagian besar pedagang di Pasar Setonobetek telah memanfaatkan layanan perbankan BRI untuk mendukung perkembangan usaha mereka.
Menurutnya, sekitar 90 persen pedagang pasar telah menjadi nasabah BRI dan memanfaatkan program Kredit Usaha Rakyat sebagai sumber tambahan modal usaha.
“Kami terus mendukung pelaku UMKM agar berkembang, termasuk melalui kemudahan transaksi digital,” ujarnya.
Selain pembiayaan, BRI juga aktif memberikan edukasi kepada pelaku usaha mengenai pemanfaatan layanan digital seperti BRImo dan QRIS agar transaksi menjadi lebih mudah, aman, dan efisien.
Melalui pendekatan tersebut, BRI berupaya membangun ekosistem keuangan inklusif yang mampu memperkuat daya saing UMKM sekaligus mendorong transformasi ekonomi digital di daerah.
Penyaluran KUR BRI Kediri Tembus Rp343 Miliar
Pada kesempatan terpisah, Branch Manager BRI Branch Office (BO) Kediri, Adi Nugroho, mengungkapkan bahwa hingga Maret 2026 penyaluran KUR BRI BO Kediri telah mencapai Rp343 miliar.
Dari total tersebut, sebesar Rp223 miliar atau 65,06 persen disalurkan ke sektor produksi yang meliputi pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, dan berbagai sektor jasa produktif lainnya.
Menurut Adi, sektor-sektor tersebut merupakan tulang punggung ekonomi masyarakat Kediri yang perlu terus mendapatkan dukungan pembiayaan berkelanjutan.
“Kisah inspiratif Mbak Kelik ini menunjukkan dukungan BRI tidak hanya sebatas penyaluran dana, tetapi juga mencakup pemberdayaan dan pendampingan usaha serta edukasi finansial agar para debitur dapat mengelola usahanya secara berkelanjutan dan bertanggung jawab,” tegasnya.
Keberhasilan Siti Cholifah membangun usaha ayam potong hingga menghasilkan omzet ratusan juta rupiah per bulan menjadi bukti bahwa akses pembiayaan yang tepat, kerja keras, dan inovasi usaha mampu membuka peluang ekonomi yang lebih besar bagi pelaku UMKM di daerah. ***

