Kediri (tahukediri.id) – Lapak bihun dan bakmi goreng milik Alfi, salah satu pedagang di Sentra Takjil Sekartaji, Kota Kediri, selalu diserbu pembeli setiap sore selama Ramadan. Meski baru membuka lapak sekitar pukul 15.00 WIB, dagangan tersebut kerap habis hanya dalam waktu satu jam.
Alfi mengatakan, ramainya pembeli mulai terasa setelah lapaknya muncul di sejumlah video media sosial. Ia mengaku tidak mengetahui pasti bagaimana awal mula konten tersebut beredar, namun dampaknya langsung terasa pada penjualan.
“Bukanya jam tiga sore, biasanya jam empat sudah habis. Mungkin karena ada beberapa video di media sosial,” ujar Alfi, penjual bihun dan bakmi goreng di Sentra Takjil Sekartaji.
Dengan menu sederhana, Alfi justru menampilkan pembeda pada penyajian. Bihun dan bakmi goreng disajikan di atas daun pisang, sehingga menarik perhatian pengunjung sentra takjil. Dalam sehari, ia mampu menjual lebih dari 100 porsi.
Momentum Ramadan dan keberadaan sentra takjil dinilai sangat menguntungkan bagi pedagang. Dari berjualan di lokasi tersebut, Alfi mengaku bisa meraih omzet sekitar Rp500 ribu per hari.
“Alhamdulillah sangat membantu. Apalagi ini baru mulai jualan sejak awal puasa tahun ini,” katanya.
Wanita berusia 33 tahun asal Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri itu menilai lokasi yang berada di pusat keramaian menjadi faktor penting ramainya pembeli. Ke depan, Alfi berencana memperluas jangkauan berjualan, termasuk mencoba berjualan di kawasan car free day (CFD) maupun pasar tradisional.
“Kalau di tempat ramai seperti ini lebih kelihatan. Ke depan mungkin coba CFD atau cari tempat di pasar,” pungkasnya. [Tan/ang]

