Kediri (tahukediri.id) – Pemerintah Kota Kediri resmi meluncurkan Program SEHATI (Sehat Bersama Kota Kediri) yang memungkinkan masyarakat, khususnya warga dalam kategori desil 1 hingga 5, mendapatkan pelayanan kesehatan di rumah sakit dengan pembiayaan yang ditanggung oleh APBD. Launching program tersebut digelar di RSUD Kilisuci, Rabu (18/2).
Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, mengatakan bahwa Program SEHATI merupakan upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan akses pelayanan kesehatan yang lebih mudah, merata, dan terukur bagi masyarakat, terutama kelompok tidak mampu.
“Selama ini kami menerima banyak aspirasi dari masyarakat yang mengaku kesulitan berobat ke rumah sakit karena terbentur aturan rujukan dan diagnosa. Tidak semua masyarakat memahami ketentuan tersebut. Melalui Program SEHATI, warga khususnya desil 1 sampai 5 tidak perlu ragu lagi untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di rumah sakit,” ujar Mbak Wali.
Ia menjelaskan, pembiayaan pelayanan kesehatan melalui Program SEHATI akan ditanggung pemerintah daerah melalui APBD. Sejumlah rumah sakit di Kota Kediri juga telah menyatakan komitmennya untuk bersinergi dengan pemerintah dengan menandatangani perjanjian kerja sama (PKS).
“Dengan adanya program ini, rumah sakit juga mendapatkan kepastian mekanisme pembiayaan yang jelas dan transparan. Melalui sistem aplikasi, rumah sakit dapat melihat data pasien yang dilayani, mulai dari identitas, kategori desil, hingga diagnosanya,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, Program SEHATI memprioritaskan layanan kesehatan bersifat emergensi, mengingat sebagian besar masyarakat datang ke rumah sakit dalam kondisi darurat. Selain itu, sasaran utama program ini adalah warga Kota Kediri yang masuk dalam kategori desil 1 hingga 5.
Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Kediri juga meninjau langsung fasilitas dan sarana prasarana RSUD Kilisuci. Ia menegaskan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan agar masyarakat mendapatkan layanan yang nyaman dan profesional.
“Jangan sampai masyarakat sudah memilih berobat ke rumah sakit daerah, tetapi justru mendapatkan pelayanan yang kurang baik, seperti antrean yang tidak tertib atau pelayanan yang tidak ramah. Hal-hal seperti ini tidak boleh terjadi,” tegasnya.
Lebih lanjut, Mbak Wali menekankan bahwa kesehatan merupakan pondasi utama dalam mewujudkan masyarakat yang sejahtera, produktif, dan berdaya saing. Oleh karena itu, ia meminta seluruh pihak yang terlibat, baik Dinas Kesehatan maupun rumah sakit mitra, untuk melaksanakan Program SEHATI dengan penuh tanggung jawab dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
“Program ini harus tepat sasaran, transparan, dan dijalankan secara profesional. Semoga dengan diluncurkannya Program SEHATI, masyarakat Kota Kediri benar-benar dapat merasakan manfaatnya dan cita-cita mewujudkan Kota Kediri yang sehat dapat terwujud,” pungkasnya.
Acara tersebut juga ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama antara Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Kesehatan Kota Kediri dan rumah sakit terkait penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang dapat diklaim melalui pembiayaan pemerintah daerah. [Tan/ang]

