Ringkasan Berita
- YBM BRILiaN BRI Kediri mengalokasikan Rp109,7 juta untuk program pencegahan stunting.
- Program berlangsung selama 90 hari di Desa Seketi, Kecamatan Ngadiluwih.
- Sebanyak 82,5 persen balita sasaran mengalami kenaikan berat badan sesuai standar.
- Intervensi dilakukan melalui pendampingan gizi, edukasi orang tua, dan kolaborasi lintas sektor.
Kediri (tahukediri.id) – Program Cegah Stunting ri kerits BRI Kediri berhasil mencatat hasil positif di Desa Seketi, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri. Melalui anggaran sebesar Rp109,7 juta, program yang berlangsung selama 90 hari sejak 7 Oktober 2025 hingga 5 Januari 2026 tersebut mampu meningkatkan status gizi mayoritas balita sasaran sebagai bagian dari upaya mendukung target Kabupaten Kediri Zero Stunting.
Inisiatif yang dijalankan Yayasan Baitul Maal (YBM) BRILiaN bersama dukungan BRI Kediri itu menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata sektor filantropi dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui perbaikan kesehatan anak sejak usia dini.
Intervensi Gizi Terukur dengan Pendampingan Ahli
Masalah stunting masih menjadi salah satu tantangan utama pembangunan kesehatan nasional. Karena itu, YBM BRILiaN memilih pendekatan yang tidak hanya berfokus pada bantuan konsumtif, tetapi juga menyentuh aspek edukasi dan perubahan perilaku keluarga.
Melalui program ini, setiap balita penerima manfaat mendapatkan paket makanan tambahan yang dirancang berdasarkan kebutuhan gizi. Seluruh proses penyusunan menu dan pemantauan dilakukan dengan pendampingan tenaga ahli gizi.
Pendekatan tersebut bertujuan memastikan asupan mikronutrien dan makronutrien yang diterima balita benar-benar sesuai kebutuhan pertumbuhan fisik dan perkembangan otak.
Selain bantuan nutrisi harian, orang tua juga mendapatkan pendampingan melalui kelas gizi, seminar parenting, serta edukasi sanitasi keluarga.
Langkah ini dilakukan karena faktor penyebab stunting tidak hanya berkaitan dengan kecukupan makanan, tetapi juga pola asuh, kebersihan lingkungan, serta pemahaman keluarga mengenai kesehatan anak.
Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci Keberhasilan
Keberhasilan program tidak terlepas dari sinergi berbagai pihak yang terlibat dalam pelaksanaannya.
YBM BRILiaN menggandeng Pemerintah Desa Seketi, Kecamatan Ngadiluwih, serta Puskesmas Ngadiluwih untuk memastikan seluruh intervensi berjalan efektif dan tepat sasaran.
Kepala Puskesmas Ngadiluwih, dr. Mustadhim, menilai penanganan stunting memang membutuhkan keterlibatan berbagai sektor secara bersama-sama.

“Persoalan stunting harus ditangani secara bersama-sama dari lintas sektor. Kolaborasi seperti yang dilakukan YBM BRILiaN ini sangat krusial agar target kita mewujudkan Kabupaten Kediri zero stunting dapat tercapai dengan lebih cepat,” ujarnya saat kegiatan monitoring program.
Menurutnya, keterlibatan lembaga sosial, pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat menjadi fondasi penting dalam mempercepat penurunan angka stunting di daerah.
Hasil Evaluasi Tunjukkan Tren Positif
Setelah tiga bulan pelaksanaan, program menunjukkan capaian yang menggembirakan.
Berdasarkan hasil pemantauan bulanan terhadap berat badan dan tinggi badan balita sasaran, sebanyak 33 balita atau 82,5 persen tercatat mengalami kenaikan berat badan sesuai indikator Kenaikan Berat Badan Minimal (KBM).
Persentase tersebut menunjukkan efektivitas intervensi yang dilakukan selama program berlangsung.
Sementara itu, terdapat lima balita atau sekitar 12,5 persen yang mengalami penurunan berat badan. Berdasarkan evaluasi tim pendamping, kondisi tersebut dipengaruhi faktor kesehatan karena balita sempat mengalami sakit dan menjalani perawatan sehingga nafsu makan menurun.
Meski demikian, secara keseluruhan hasil program menunjukkan tren perbaikan status gizi yang signifikan dibandingkan kondisi awal sebelum intervensi dilakukan.
Dukung Target Kabupaten Kediri Zero Stunting
Melalui Program Cegah Stunting ini, YBM BRILiaN berharap masyarakat memiliki kemampuan yang lebih baik dalam menerapkan pola hidup sehat dan menjaga kualitas gizi keluarga secara mandiri.
Sebagai lembaga filantropi yang berada di bawah naungan BRI, YBM BRILiaN terus menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah dari para pekerja BRI untuk mendukung berbagai program kemaslahatan umat, termasuk peningkatan kualitas kesehatan anak.
Dengan berakhirnya program pada Januari 2026, fondasi edukasi kesehatan dan perbaikan gizi yang telah dibangun diharapkan dapat terus berlanjut di tengah masyarakat.
Program ini sekaligus menjadi contoh bagaimana kolaborasi antara lembaga sosial, sektor perbankan, pemerintah daerah, dan tenaga kesehatan mampu memberikan dampak nyata dalam upaya menurunkan angka stunting serta menciptakan generasi yang lebih sehat dan berkualitas di Kabupaten Kediri. ***

