Close Menu
tahukediri.idtahukediri.id
    What's Hot

    Dari Jantung Pisang ke Pasar Nasional, Kisah Diah Bangkitkan Lagi UMKM-nya Usai Pandemi

    1 September 2026 - 20:04

    Ratusan Penambang Tradisional Kediri Raya Tuntut Tunggakan Pembayaran Proyek Tol

    1 September 2026 - 19:11

    Rotasi Tiga Kapolsek, Polres Kediri Dorong Energi Baru untuk Tingkatkan Pelayanan Masyarakat

    31 Agustus 2026 - 20:22
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.id
    • Beranda
    • News
    • Travel
      • Wisata
      • Kuliner
      • Seni & Budaya
    • Multimedia
      • Foto
      • Video
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Arsip
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.idtahukediri.id
    Home»News»Kronologi 29 Pemuda Mengaku Suporter Persik Kediri Serang Polisi

    Kronologi 29 Pemuda Mengaku Suporter Persik Kediri Serang Polisi

    Mohamad EdyMohamad Edy News 13 Mei 2025 - 07:36
    WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Pinterest Email
    Sejumlah pemuda yang mengaku suporter Persik Kediri diamankan polisi. [foto : dok. Istimewa]
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kediri (tahukediri.id) – Sebanyak 29 pemuda yang mengaku sebagai suporter Persik Kediri diamankan polisi setelah menyerang petugas saat dilakukan penyekatan massa di wilayah perbatasan Kediri – Malang, tepatnya di Desa Kacangan, Kecamatan Kandangan, pada Senin (12/5/2025) sekitar pukul 02.00 WIB kemarin.

    Penyerangan dilakukan dengan melempar batu, botol kaca, kayu, hingga menyalakan petasan ke arah aparat yang bertugas. Kapolres Kediri, AKBP Bimo Ariyanto menjelaskan kronologi peristiwa itu yang tindakan represif yang dilakukan anggotanya.

    Awalnya petugas melakukan penyekatan dilakukan guna mencegah pergerakan massa suporter yang hendak melintas ke wilayah Malang, pasca pertandingan antara Arema FC kontra Persik Kediri di Stadion Kanjuruhan Malang. Namun, situasi berubah saat rombongan pemuda tersebut justru melakukan perlawanan dan mengancam keselamatan petugas.

    “Awalnya mereka kami sekat untuk mencegah pergerakan massa ke perbatasan Kediri-Malang. Namun, rombongan ini justru menyerang dan membahayakan petugas di lapangan,” ujar AKBP Bimo.

    Petugas kemudian terpaksa menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa dan menghindari eskalasi lebih lanjut. Setelah situasi terkendali, 29 orang pelaku langsung dibawa ke Mapolres Kediri untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

    “Setelah kami amankan dan lakukan pemeriksaan, nyaris semuanya mengaku habis minum minuman keras. Mereka ini lebih ke arah pembuat onar, bukan suporter sejati,” terang Bimo.

    Dari hasil interogasi, sebagian besar dari mereka bukan suporter fanatik, melainkan hanya ikut-ikutan teman dalam kondisi dipengaruhi alkohol. Beberapa di antaranya bahkan masih berstatus pelajar.

    Beberapa nama yang diamankan antara lain BI (20), warga Desa Jambu, Kecamatan Kayen Kidul, DE (23), mahasiswa asal Desa Langenharjo, Kecamatan Plemahan; serta AD (17), pelajar asal Desa Krandang, Kecamatan Plosoklaten. Selain itu, juga diamankan FA (21), warga Mojoroto, Kota Kediri; GA (24), warga Puncu, MO (22), warga Gadungan Timur, dan RA (15), pelajar asal Desa Kandangan.

    Polisi menyita sejumlah barang bukti dari lokasi, termasuk batu, kayu, sisa petasan, serta puluhan sepeda motor yang digunakan pelaku. Sebanyak 25 unit telepon genggam juga turut diamankan.

    AKBP Bimo menegaskan bahwa tindakan tegas akan diberikan kepada siapa pun yang terbukti melakukan penyerangan terhadap aparat atau mengganggu ketertiban umum.

    “Kami pastikan keamanan tetap terjaga. Bila ada yang coba-coba mengganggu ketertiban, pasti kami tindak,” tegasnya.

    Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, untuk lebih mengawasi pergaulan anak-anak mereka, terlebih menjelang pertandingan sepak bola yang sering kali menimbulkan euforia berlebihan di kalangan remaja.

    “Sebagian dari pelaku ini masih anak-anak. Kami mengimbau para orang tua agar lebih memperhatikan aktivitas dan pergaulan anak-anaknya, jangan sampai terlibat dalam kegiatan yang bisa merugikan diri sendiri dan orang lain,” tandas Bimo. ***

    jatim kediri Kronologi Kejadian Suporter Persik
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleLibur Panjang, Sumber Banteng Kediri Dipadati Wisatawan dari Surabaya hingga Nganjuk
    Next Article Respect! Menghadap Gate 13, Vava Cetak Gol Pertama Persik Kediri Tanpa Selebrasi

    Info Lainnya

    Dari Jantung Pisang ke Pasar Nasional, Kisah Diah Bangkitkan Lagi UMKM-nya Usai Pandemi

    1 September 2026 - 20:04

    Ratusan Penambang Tradisional Kediri Raya Tuntut Tunggakan Pembayaran Proyek Tol

    1 September 2026 - 19:11

    Rotasi Tiga Kapolsek, Polres Kediri Dorong Energi Baru untuk Tingkatkan Pelayanan Masyarakat

    31 Agustus 2026 - 20:22

    Wali Kota Kediri Turun Tangan Dampingi Korban Kekerasan Seksual, Minta Polisi Tegas

    31 Agustus 2026 - 20:18

    Waspada Penipuan Investasi Bodong, BRI Nganjuk Ingatkan Warga Jangan Tergiur Imbal Hasil Tinggi Tak Wajar

    31 Agustus 2026 - 13:45

    Dari Konter Sembako Jadi Agen BRILink, Rere Cell Andalan Transaksi Keuangan Warga Ngronggot Nganjuk

    30 Agustus 2026 - 20:02
    Leave A Reply Cancel Reply

    Info Menarik!

    Dari Jantung Pisang ke Pasar Nasional, Kisah Diah Bangkitkan Lagi UMKM-nya Usai Pandemi

    1 September 2026 - 20:04

    Ratusan Penambang Tradisional Kediri Raya Tuntut Tunggakan Pembayaran Proyek Tol

    1 September 2026 - 19:11

    Rotasi Tiga Kapolsek, Polres Kediri Dorong Energi Baru untuk Tingkatkan Pelayanan Masyarakat

    31 Agustus 2026 - 20:22

    Wali Kota Kediri Turun Tangan Dampingi Korban Kekerasan Seksual, Minta Polisi Tegas

    31 Agustus 2026 - 20:18

    7 Atlet, 10 Medali! Ju-Jitsu Kabupaten Kediri Ukir Prestasi di Piala Gubernur Jatim 2026

    31 Agustus 2026 - 13:56
    © 2026 TahuKediri.ID | serba tahu soal Kediri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.