Kediri (tahukediri.id) – Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan menyiapkan perayaan malam pergantian tahun dengan konsep berbeda. Tidak lagi terpusat di satu lokasi, kemeriahan Tahun Baru 2026 akan disebar ke beberapa titik wilayah untuk mengurai kepadatan sekaligus memberikan hiburan yang merata bagi masyarakat.
Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri, Mustika Prayitno Adi menyampaikan, tujuan memecah eforia pergantian tahun ini agar tidak bertumpuk di satu titik seperti pada tahun-tahun sebelumnya.
“Konsennya kita bagi kemeriahan ini di beberapa titik, memang nanti tujuannya untuk memecah masa dan menggelorakan hiburan ini agar jangan terpusat di SLG. Karena SLG sudah jenuh juga, ya. Kita pusatkan, kita bagi ke tempat-tempat yang mungkin masyarakat juga perlu hiburan di sana,” jelasnya, Sabtu (20/12/2025).
Mustika menjelaskan, sejumlah lokasi telah disiapkan sebagai pusat perayaan. Seperti di wilayah barat Sungai Brantas, panggung hiburan akan digelar di sekitar Sekolah Rakyat dengan menghadirkan pentas campursari. Sementara itu, di kawasan Gunung Kelud, tepatnya di area parkiran, akan disuguhkan hiburan musik elektone untuk masyarakat dan wisatawan.
Di wilayah timur, perayaan akan dipusatkan di Ringinrejo. Selain itu, Monumen Simpang Lima Gumul tetap menjadi lokasi utama dengan agenda pesta kembang api sebagai ikon perayaan malam tahun baru di Kabupaten Kediri.
“Jadi konsepnya ada kalau di SLG ada memang dua panggung hiburan, yang satu beda genre lah. Yang satu kolaborasi dengan Gudang Garam. Gudang Garam ada artis regional,” jelasnya.
Tak hanya itu, Pemkab Kediri juga berencana melakukan soft launching museum sebelum malam pergantian tahun.
“Nanti kalau di di museum, nanti kita ada rencana memang. Kita soft launching itu sebelum tahun baru. Jadi, mungkin tanggalnya pokoknya sebelum tanggal 31,” pungkasnya. [nik/ang]

