Kediri (tahukediri.id) – Kegiatan Napak Tilas Jejak Pahlawan Panglima Besar Jenderal Soedirman rute Kediri – Bajulan kembali digelar pada Sabtu (20/12/2025) dan diikuti lebih dari 1.700 peserta dari berbagai daerah, bertepatan dengan peringatan Hari Bela Negara.
Kegiatan yang sempat vakum selama beberapa tahun ini disambut antusias ribuan peserta. Napak tilas tersebut menjadi upaya menghidupkan kembali semangat perjuangan Panglima Besar Jenderal Soedirman sekaligus ruang refleksi sejarah bagi masyarakat.
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menyampaikan bahwa Napak Tilas Kediri – Bajulan merupakan aspirasi masyarakat yang kembali diwujudkan pada tahun ini. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya mengenang sejarah, tetapi juga menjadi bentuk penghormatan terhadap jasa Jenderal Soedirman dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
“Ini adalah momen bersama untuk mengingat perjuangan dan menghormati Jenderal Soedirman. Saya berharap kegiatan ini dapat meningkatkan rasa cinta tanah air, memperkuat kebersamaan, serta menumbuhkan semangat juang, khususnya bagi generasi muda,” ujar Mbak Wali.
Rangkaian kegiatan dimulai dari Balai Kota Kediri dan berakhir di Bajulan, Kabupaten Nganjuk. Peserta yang diberangkatkan mencapai lebih dari 1.700 orang dan berasal dari berbagai daerah, antara lain Kediri, Madiun, Ponorogo, Nganjuk, Trenggalek, Tulungagung, Sidoarjo, hingga Jombang.
Peserta terdiri dari beragam latar belakang, mulai dari komunitas pecinta alam, pramuka, hingga peserta individu maupun beregu. Keberagaman peserta tersebut mencerminkan luasnya minat masyarakat terhadap kegiatan bernuansa sejarah dan nasionalisme.
Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Kediri Bambang Priyambodo menyebut antusiasme peserta tahun ini meningkat signifikan. Jumlah pendaftar terus bertambah hingga mendekati hari pelaksanaan.
“Awalnya sekitar 1.000 peserta, kemudian meningkat menjadi 1.200, dan hari ini totalnya lebih dari 1.700 peserta. Ini luar biasa dan menjadi harapan agar kegiatan ini bisa terus berlanjut dan semakin sukses di tahun-tahun mendatang,” ungkapnya.
Napak Tilas Kediri–Bajulan 2025 mengusung tema “Menapak Jejak Perjuangan, Menjaga Alam Kediri” dengan tagline “Melangkah Bersama Kediri Mapan”. Sepanjang rute, peserta melewati tujuh pos yang menyajikan muatan edukatif dan historis.
Di Pos 1 yang berada di Kantor Disbudparpora Kota Kediri, peserta disambut pertunjukan teatrikal yang menggambarkan kisah perjuangan Panglima Besar Jenderal Soedirman. Sajian tersebut menjadi daya tarik tersendiri sekaligus penguat nilai edukasi sejarah dalam kegiatan napak tilas.
Salah satu peserta yang menarik perhatian adalah Mujib (60), asal Sidoarjo, yang mengikuti napak tilas dengan mengenakan kostum tokoh Wiro Sableng. Mujib mengaku baru pertama kali mengikuti Napak Tilas Jenderal Soedirman dan optimistis dapat mencapai garis finis.
“Saya memang hobi ikut kegiatan seperti ini. Kostum Wiro Sableng sudah saya pakai sejak 2009. Insyaallah optimis sampai finish,” katanya.
Berdasarkan catatan sejarah, pelaksanaan Napak Tilas Kediri–Bajulan pada bulan Desember memiliki relevansi kuat karena bertepatan dengan peringatan Hari Bela Negara setiap 19 Desember. Tanggal tersebut selaras dengan awal perjalanan gerilya Panglima Besar Jenderal Soedirman pada 19 Desember 1948 hingga 10 Juli 1949.
Selain mengusung nilai sejarah dan nasionalisme, kegiatan ini juga dikemas menarik dengan total hadiah mencapai Rp114 juta, termasuk dua unit sepeda motor yang diundi. Namun, hanya 1.000 peserta pertama yang mencapai garis finis yang berhak memperoleh medali, sertifikat, serta mengikuti undian.
Sertifikat disediakan dalam bentuk unduhan, sementara proses pengundian hadiah dilakukan melalui siaran langsung radio swasta. Kegiatan Napak Tilas Kediri–Bajulan 2025 dapat berlangsung lancar berkat kolaborasi lintas instansi, mulai dari Pemerintah Kota Kediri, TNI, Polri, hingga berbagai organisasi dan komunitas yang terlibat. [tan/ang]

