Close Menu
tahukediri.idtahukediri.id
    What's Hot

    Kota Kediri Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Wushu Jatim dan Nasional, 1.306 Atlet Ambil Bagian

    16 Oktober 2026 - 20:40

    Diduga Akibat Pembakaran Daduk, Lahan Tebu di Papar Kediri Terbakar, Kerugian Capai Rp150 Juta

    16 Oktober 2026 - 20:36

    Disdagin Kediri Matangkan Penataan 715 Pedagang, Pengundian Lapak Pasar Ngadiluwih Dimulai 27 Oktober

    16 Oktober 2026 - 20:33
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.id
    • Beranda
    • News
    • Travel
      • Wisata
      • Kuliner
      • Seni & Budaya
    • Multimedia
      • Foto
      • Video
    • Tahu Hukum
    • Tentang
    • Arsip
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.idtahukediri.id
    Home»News»Wali Murid Soroti Kualitas Paket MBG di SDN Pare 2 Kediri Saat Libur Sekolah

    Wali Murid Soroti Kualitas Paket MBG di SDN Pare 2 Kediri Saat Libur Sekolah

    Nanik Dwi JayantiNanik Dwi Jayanti News 26 Desember 2025 - 18:00
    WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Pinterest Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kediri (tahukediri.id) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Pare 2 Kabupaten Kediri tetap berjalan meski libur sekolah. Hanya saja, menu yang dibagikan dalam bentuk ‘keringan’. Pembagiannya pun dilaksanakan dengan sistem pengaturan waktu, guna menjaga ketertiban dan keselamatan.

    Menu MBG masa libur di sekolah ini mendapat beragam tanggapan dari wali murid, mulai dari rasa syukur hingga masukan terkait kualitas dan keseragaman isi paket keringanan yang di terima. Salah satu wali murid berinisial T mengaku telah dua kali mengambil paket MBG sejak awal libur sekolah, yakni tanggal 24 Desember 2025.

    “Sejak awal libur sekolah kemarin itu hari Selasa, pengambilan dan kan nunggu, ternyata itu jamnya mundur kan? Jadinya baru hari Rabu dibagikan,” ujarnya pada reporter tahukediri.id, Jumat (26/12).

    Banner Promo

    Menurutnya pembagian MBG kali ini lebih baik dari yang pertama, dimana tidak dibagian sesuai jadwal karena keterlambatan distribusi dari SPPG dan menu yang dibagikan juga mengecewakan. Hari ini dirinya mendapat sejumlah menu, tiga susu kotak kecil ukuran 115 ml, buah naga, pisang, empat butir telur puyuh, empat butir buah anggur, kacang kering, dan tiga buah roti.

    “Hari ini tadi kayaknya ya susu, sama kayak kemarin, cuma ini agak mendingan daripada yang kemarin,” katanya.

    Ia menilai pelayanan SPPG kali ini kurang maksimal dalam pelayanannya dimana menu yang dibagikan tidak sebaik SPPG lainnya.

    “Mohon maaf, eh, saya tidak menyalahkan pihak dari pemerintah, tidak, cuma kayaknya dari pihak SPPG-nya yang kurang gimana gitu, kan, lain sama yang lain. Tapi tetap disyukuri semuanya itu. Eh, enggak kaya kemarin,” akunya.

    Sementara itu, Wali Kelas 1 SDN Pare 2 Linda Wahyuni, menjelaskan bahwa selama liburan, distribusi MBG dilakukan dua kali dalam seminggu, yakni setiap Selasa dan Jumat, mulai sejak 23 Desember. Pihak sekolah telah berkoordinasi dengan PIC dan SPPG terkait jadwal pengiriman, yang umumnya tiba di sekolah sekitar pukul 07.15 hingga 07.30 WIB.

    “Malamnya kan sudah dapat info dari PIC kami yang di sekolah, PIC dapat kabarnya dari SPPG, besok pengiriman jam sekian. Itu pihak isinya menunggu. Kemudian, malam itu kami menginfokan ke wali murid, mengingatkan kembali, kalau pengambilan MBG dimulai pukul 09.00 WIB. Dari jam 08.00 WIB mungkin yang kelas atas, biar tidak berjubel,” terangnya.

    Ia menambahkan, pengambilan dilakukan oleh orang tua siswa, meskipun tidak sedikit anak yang ikut hadir karena antusias. Bagi siswa yang tidak bisa mengambil karena ke luar kota atau berhalangan, paket MBG dialihkan kepada warga sekitar sekolah seperti pedagang dan tukang becak, agar tidak terbuang.

    “Kalau wali muridnya sudah menginfokan kami ke luar kota, kami diizinkan, kita membagikan ke tetangga sekolah yang di depan,” Imbuhnya.

    Terkait keluhan wali murid mengenai isi paket keringanan, Linda mengakui memang ada beberapa masukan yang disampaikan, termasuk melalui media sosial. Namun, pihak sekolah memilih menyikapinya dengan bijak dan sesuai prosedur.

    “Ya ada beberapa yang menanyakan ke pihak sekolah. Kami juga menjawab sesuai dengan kapasitas kami. Kami nanti akan melaporkan kembali ke penanggung jawab, ke PIC, kemudian PIC ke Koordinator SPPG-nya seperti itu,” jelasnya.

    Ia juga mengakui bahwa respons dari pihak SPPG terhadap keluhan dinilai masih agak lambat. Meski demikian, pihak sekolah tetap memberikan ruang evaluasi, mengingat program MBG masih dalam tahun pertama pelaksanaan.

    “Agak lambat, Mbak. Kebetulan agak lambat. Betul, ini kemarin saya juga apa ya, harus dicolek. Ya, pihak-pihak terkait karena kami juga kan melayani. Ini kan bukan apa, untuk kebijakan ini kan nasional ya. Kemudian kan turun ke bawah, kami yang terbawah ini kan dapat aduan, protes kan yang paling terdepan. Dengan beberapa, dengan ratusan karakter, dari wali murid di suasana ya, yaitu harus kita bisa mengademkan, mengayomi sama-sama,” ujarnya.

    Linda melanjutkan, pembagian MBG kali ini juga akan menjadi evaluasi bersama, apakah sudah ada perbaikan atau tidak. Namun ia berharap pihak SPPG bisa memperbaiki hal tersebut, sehingga manfaat MBG bisa dirasakan secara optimal oleh siswa.

    “Ya, ini hari Jumat ini sebagai evaluasi kami. Nanti kalau kelayakannya belum ada perbaikan. Ya, langsung nanti kepala sekolah. Sudah tidak lewat PIC lagi, kepala sekolah nanti yang langsung ke SP selama ini kan kami masih bertahan. Kami mengikuti apa namanya, alur ya, etika,” tandasnya. [nik/ang]

    jatim kediri MBG
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleMayat Pria Gegerkan Bendung Gerak Waruturi Kediri
    Next Article Viral Patung Macan Putih di Balongjeruk Kediri, Kades Tegaskan Bukan dari Dana Desa dan Siap Ganti Desain

    Info Lainnya

    Diduga Akibat Pembakaran Daduk, Lahan Tebu di Papar Kediri Terbakar, Kerugian Capai Rp150 Juta

    16 Oktober 2026 - 20:36

    Disdagin Kediri Matangkan Penataan 715 Pedagang, Pengundian Lapak Pasar Ngadiluwih Dimulai 27 Oktober

    16 Oktober 2026 - 20:33

    Buntut Protes Warga, Tambang PT EPAS di Puncu Ditutup Sementara hingga Kajian Independen Keluar

    16 Oktober 2026 - 15:55

    Sasar Dua Kafe Karaoke di Kras, Polres Kediri Temukan Satu Orang Diduga Positif Narkoba

    15 Oktober 2026 - 19:21

    Kunjungi KDMP Sonorejo, Menko Pangan Tekankan Penyaluran Subsidi Tepat ke Masyarakat

    15 Oktober 2026 - 19:17

    Peringati Hari Pelajar Sedunia, BLK Arsy Gas Indonesia dan ICA Ajak Siswa SMK Kartanegara Wates Masak 2.500 Porsi

    15 Oktober 2026 - 13:31
    Leave A Reply Cancel Reply

    Info Menarik!

    Kota Kediri Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Wushu Jatim dan Nasional, 1.306 Atlet Ambil Bagian

    16 Oktober 2026 - 20:40

    Diduga Akibat Pembakaran Daduk, Lahan Tebu di Papar Kediri Terbakar, Kerugian Capai Rp150 Juta

    16 Oktober 2026 - 20:36

    Disdagin Kediri Matangkan Penataan 715 Pedagang, Pengundian Lapak Pasar Ngadiluwih Dimulai 27 Oktober

    16 Oktober 2026 - 20:33

    Buntut Protes Warga, Tambang PT EPAS di Puncu Ditutup Sementara hingga Kajian Independen Keluar

    16 Oktober 2026 - 15:55

    Sasar Dua Kafe Karaoke di Kras, Polres Kediri Temukan Satu Orang Diduga Positif Narkoba

    15 Oktober 2026 - 19:21
    © 2026 TahuKediri.ID | serba tahu soal Kediri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.