Close Menu
tahukediri.idtahukediri.id
    What's Hot

    Dari Jantung Pisang ke Pasar Nasional, Kisah Diah Bangkitkan Lagi UMKM-nya Usai Pandemi

    1 September 2026 - 20:04

    Ratusan Penambang Tradisional Kediri Raya Tuntut Tunggakan Pembayaran Proyek Tol

    1 September 2026 - 19:11

    Rotasi Tiga Kapolsek, Polres Kediri Dorong Energi Baru untuk Tingkatkan Pelayanan Masyarakat

    31 Agustus 2026 - 20:22
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.id
    • Beranda
    • News
    • Travel
      • Wisata
      • Kuliner
      • Seni & Budaya
    • Multimedia
      • Foto
      • Video
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Arsip
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.idtahukediri.id
    Home»News»Kasus PMK Kediri Naik Lagi, 1 Ekor Sapi Mati, 5 Potong Paksa

    Kasus PMK Kediri Naik Lagi, 1 Ekor Sapi Mati, 5 Potong Paksa

    Nanik Dwi JayantiNanik Dwi Jayanti News 9 Februari 2026 - 21:42
    WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Pinterest Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kediri (tahukediri.id) – Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada sapi di Kediri kembali meningkat. Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri, hingga awal Februari 2026, melonjak hingga 197 kasus, 78 sapi sakit, 1 ekor mati, dan 5 sapi potong paksa. Sedangkan 113 ekor dinyatakan sembuh. Sebelumnya di bulan Januari terdapat 156 kasus.

    Plt Kepala DKPP Kabupaten Kediri, Tutik Purwaningsih, menyampaikan bahwa tren kasus PMK ini mulai ada kenaikan sejak Januari 2026.

    “Memang mulai Januari sampai dengan awal Februari kemarin ada kenaikan kasus. Termasuk ada tambahan untuk ternak yang potong paksa. Artinya ini menjadi kewaspadaan kita semua kaitannya dengan pengendalian PMK,” katanya, Senin (9/2/2026).

    Menurut Tutik, pengendalian PMK bukan hal mudah mengingat karakter virus yang mudah menular, ditambah tingginya lalu lintas ternak belakangan ini. Karena itu, ia menegaskan bahwa vaksinasi menjadi langkah pencegahan utama yang wajib dilakukan.

    “Dan ini betul-betul mohon dari semua peternak untuk dengan kesadaran mau ternaknya divaksin PMK,” ujarnya.

    Berdasarkan evaluasi sejak wabah PMK muncul pada 2022, wilayah dengan tingkat kejadian tinggi umumnya memiliki cakupan vaksinasi rendah. Salah satu yang menjadi perhatian adalah Kecamatan Tarokan yang memiliki jumlah kasus tertinggi hingga hari ini yakni mencapai 84 kasus, satu ekor mati.

    “Nah, ini perlu support semuanya, terutama di Kecamatan Tarokan memang dari capaian vaksinnya selalu di bawah teman-teman yang lain, kecamatan yang lain,” terangnya.

    Tutik mengingatkan, bahwa vaksinasi tidak cukup sekali, melainkan perlu booster kedua dan ketiga agar perlindungan ternak optimal. Terkait pemotongan paksa, menurutnya, keputusan tersebut sering dipicu kepanikan peternak.

    “Jadi kemarin memang ternak itu kadang-kadang kalau melihat kondisi sapinya itu sakit mengarah PMK, kadang-kadang masih ada yang ada kepanikan. Padahal kalau itu masih memungkinkan untuk diobati, pasti teman-teman dokter hewan atau petugas menyampaikan, jangan dipotong paksa, ini masih bisa diobati, disembuhkan,” ujarnya.

    Tutik menambahkan, daging ternak yang terpapar PMK tetap aman dikonsumsi selama proses pemotongan dilakukan dengan benar, terutama di Rumah Potong Hewan (RPH) resmi.

    “Dan yang perlu disadari bersama bahwa ternak yang kena PMK dagingnya masih aman untuk dikonsumsi, asalkan penanganan pemotongannya harus tepat. Disarankan untuk motongnya di RPH terdekat,” tegasnya.

    Peternak juga diminta segera melapor jika menemukan ternak sakit agar mendapat diagnosa dan penanganan cepat dari petugas. Layanan vaksin juga tetap dibuka luas.

    “Kalau misalkan jangkauan petugas kami terbatas, silakan telepon, WA, minta divaksin itu kami layani. Di beberapa pos sudah kami beri dokter hewan,” imbuhnya.

    Pemerintah Kabupaten Kediri tetap menargetkan bebas PMK, meski diakui bukan hal mudah. Sempat melandai pada akhir 2024 hingga 2025, kasus kembali meningkat di awal 2026.

    Pihaknya juga mengadakan program Keswan Terpadu gratis yang diselenggarakan di setiap desa dan juga vaksinasi massal dimana petugas keliling memberikan vaksinasi kepada sapi.

    “Insyaallah harapan kami di 2028 lah, kita bukan mencanangkan ya, berharap itu bisa zero,” pungkas Tutik. [nik/ang]

    Berita Kediri jatim PMK Kediri
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleRevitalisasi Pasar Ngadiluwih Molor, Pemkab Kediri Beri Tambahan Waktu 50 Hari
    Next Article Mbak Wali Tekankan MCSP Bukan Sekadar Penilaian, tetapi Instrumen Nyata Pencegahan Korupsi

    Info Lainnya

    Dari Jantung Pisang ke Pasar Nasional, Kisah Diah Bangkitkan Lagi UMKM-nya Usai Pandemi

    1 September 2026 - 20:04

    Ratusan Penambang Tradisional Kediri Raya Tuntut Tunggakan Pembayaran Proyek Tol

    1 September 2026 - 19:11

    Rotasi Tiga Kapolsek, Polres Kediri Dorong Energi Baru untuk Tingkatkan Pelayanan Masyarakat

    31 Agustus 2026 - 20:22

    Wali Kota Kediri Turun Tangan Dampingi Korban Kekerasan Seksual, Minta Polisi Tegas

    31 Agustus 2026 - 20:18

    7 Atlet, 10 Medali! Ju-Jitsu Kabupaten Kediri Ukir Prestasi di Piala Gubernur Jatim 2026

    31 Agustus 2026 - 13:56

    Waspada Penipuan Investasi Bodong, BRI Nganjuk Ingatkan Warga Jangan Tergiur Imbal Hasil Tinggi Tak Wajar

    31 Agustus 2026 - 13:45
    Leave A Reply Cancel Reply

    Info Menarik!

    Dari Jantung Pisang ke Pasar Nasional, Kisah Diah Bangkitkan Lagi UMKM-nya Usai Pandemi

    1 September 2026 - 20:04

    Ratusan Penambang Tradisional Kediri Raya Tuntut Tunggakan Pembayaran Proyek Tol

    1 September 2026 - 19:11

    Rotasi Tiga Kapolsek, Polres Kediri Dorong Energi Baru untuk Tingkatkan Pelayanan Masyarakat

    31 Agustus 2026 - 20:22

    Wali Kota Kediri Turun Tangan Dampingi Korban Kekerasan Seksual, Minta Polisi Tegas

    31 Agustus 2026 - 20:18

    7 Atlet, 10 Medali! Ju-Jitsu Kabupaten Kediri Ukir Prestasi di Piala Gubernur Jatim 2026

    31 Agustus 2026 - 13:56
    © 2026 TahuKediri.ID | serba tahu soal Kediri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.